Ayo Rerepleksi Diri…


Sharing di hari Jumat legi,

BNS (Batu Nite Spektakuler)

Di BNS, semua pada melihat gemerlapnya lampu, asiknya pendar : LAMPION, permainan yang menantang adrenalin, permainan ketangkasan, namun aku terdampar di sudut sepi menatap hiruk pikuk, lalu lalang pengunjung yang memadati BNS malem itu.

Pikiranku, menerawang ke alam bawah sadarku, mengapa semua ini bisa terjadi disini “BATU”, padahal BNS itu di tempat yang jauh dari keramaian, jauh dari kenyamanan, dingin menusuk tulang pengaruh hawa pengunungan. Tentu tempat ini dahulu bukan lahan yang produktip, saya yakin betul, apabila ini lahan produktip tak akan ada ijin untuk mengubah tata kelola peruntukannya bagi BNS tentunya.

Pengunjungnya rata rata dari kota besar, Malang, Surabaya, Blitar, Pasuruan, Banyuwangi, sampai Jakarta, Bandung  juga ada yang datang ?, sungguh!, pembagi rejeki ikut berperan dalam gundukan rupiah di “BATU”, orang boleh bangga dengan prestasi, orang boleh berkata ini karya anak bangsa, namun ikut campur GUSTI ALLAH, sangat dominan menggiring hati untuk datang kesana.

Allahu Akbar, rupanya manusia selalu banggsa dengan dirinya, manusia cukup dengan kesenangan, ketahuilah dibalik kesenangan itu tersimpan kedukaan yang sangat, dari kejauhan banyak yang ingin namun mereka tak mampu, dari kejauhan banyak yang iri dengan gemerlapnya lampu lampu LAMPION, ada yang menangis melihat cekikikannya orang berseda gurau, Yaa Robbi, andai dunia ini kau tetepkan dengan kesetaraan, sungguh tak nyaman, manusia tak perlu oran lain, manusia tak ingin sekolah, manusia tak mau bekerja, karena semua mereka punya. Allahu Akbar, marilah kita tanamkan empati, membatasi diri dengan banyak kesenangan, bagikan kesenangan itu pada orang lain, agar mereka juga dapat tersenyum. Inget kata kata bapakku : “azemi, bila kamu selamatan, jangan lupa ditengah tengahnya ada orang miskinnya, kau akan melihat senyum yang paling tulus adalah senyum orang miskin saat mereka kau jamu dengan kenikmatan ikhlasmu”.

Mari kita perhatikan yang menyenangkan kita bila mau berbuat baik :

Abu Hurairah r.a bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah berkurang harta seseorang karena bersedekah, Allah tidak menambah bagi seseorang yang memaafkan orang lain kecuali kemuliaan, dan tidaklah seseorang bersikap tawadhu` karena Allah kecuali Allah akan mengangkat derajatnya.” (HR Muslim)

Az Zalzalah

[99:7] Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun (biji sawi), niscaya dia akan melihat (balasan)nya.

Sinyal hadist dan ayat al quran diatas harus memberikan motivasi pada diri kita untuk berlomba mencari kebaikan, walaupun cuman sebiji kacang ijo, asal bermanfaat bolehlah……….karena Gusti Allah tidak akan mengurangi harta kita sedikitpun itu janji PEMILIK JAGAD (Gusti Allah) ini, masihkah kita tidak percaya ?

Sedangkan ayat Al-Quran dibawah adalah peringatan yang harus kita waspadai selamanya……..

At-Takaatsur

[102:1] Bermegah-megahan telah melalaikan kamu {1599},

[102:2] sampai kamu masuk ke dalam kubur.

Kecendrungan manusia untuk pamer harta sudah ditulis Gusti Allah, karena itu jadikan diri kita dapat membatasi sifat bermegah megahan …..

 

Az Zalzalah

[99:6] Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka {1597},

[99:8] Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.

Tak satupun perbuatan manusia yang luput dari cacatan dan itung itungan Gusti Allah, karema itu berpikirlah sebelum kita melangkah, agar langkah kita bermanfaat untuk orang banyak….

Al Maa’uun

[107:1] Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

[107:2] Itulah orang yang menghardik anak yatim,

[107:3] dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.

[107:7] dan enggan (menolong dengan) barang berguna {1605}.

Janganlah kita sampai di nilai sebagai pendusta Agama oleh Gusti Allah seperti yang dituliskan dalam ayat al maa’uun, hanya menghardik anak yatim (mendolimi, menyiksa), tak mau memberi makan orang miskin, bila memberi sesuatu diberikan yanbg paling jelek, sehingga tak berguna untuk orang yang menerimanya, masa’ Allah

Semoga sedikit ini dapat memberikan pencerahan, saat berada ditengah tengah kesenangan masih ingat, ada yang masih membutuhkan diri kita……..

Wassalamu’alaikum…………………

Pakde Azemi

Jumat LEGI (manis) katanya banyak rejeki, semoga……

Nyeruput Kopi Plus Roti Bakar ga pake Gosong

 

Iklan

1 Komentar

  1. Membaca tulisan ini dalam perjalanan pulang dari BNS…
    -jadi ikut merenungkan semuanya-


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s