Surat yang cecer untuk BUNDA


Masih belum lama rasanya bunda jadi nakodahnya SMADA Bangkalan,  namun perputaran tempat mengabdi  harus BUNDA jalankan sebagai konsekwensi ABDI negara, wajib mentaati dan mau ditempatkan dimana saja, sebagai kawan tak pernah tetesan noda amarah, tak ada kalimat pedih menyembilu di hati, tawa canda dengan banyak bahasa, kadang propesional, kadang dagelan, kadang yang kekanak kanakan, semua menyimpan rindu untuk semua teman teman guru maupun staff tata usaha.

Note ini sengaja tak pengen menyanjung nyanjung BUNDA, seperti kata beliau di setiap pertemuan, pekerjaan yang ikhlas tak perlu memerlukan sanjungan, karena sanjungan bisa meneteskan noda riya’, gusti Allah punya buku, gusti Allah punya catatan, itu saja, agar kita bisa menjalan sesuatu itu tanpa beban.

Note ini juga sengaja tak memamerkan kekurangan BUNDA, karena membeberkan AIB itu tak Elok, ini juga sesuai dengan kata kata beliau setiap kali meeting, mari kita rapatkan barisan kita, jangan kita melihat kekurangan orang lain, karena kita satu tim, kekurangan teman adalah kekurangan kita sendiri, simpan dan perbaiki dari dalam, sungguh elok kalimat kalimat yang selalu menghiyasi halaman sekolah.

Banyak yang terkesima dengan sepak terjangnya, banyak berdecak kagum, namun beliau selalu berkata: ini bukan hasil jerih payah saya, ini adalah kerja semua elemen smada, saya tak berarti apa apa, bila tak didukung elemen smada bangkalan, mari kita selalu bersama, sehati, tanpa ada duri dalam daging diantara kita, tunjukkan kebersamaan itu pada dunia luar bahwa kita ini kuat, beritahukan pada khalayak bahwa kita ini bersatu, bersemangat, jangan nampakkan wajah masammu, seolah kita terbebani dengan tugas tugas kita. Jalani amanah ini dengan ikhlas, berdoalah agar kita kuat menjalankan.

Pendidikan karakter baru saja dicanangkan, rupa prestasi sudah didapatkan, plakat pujian sudah dimiliki, sebentar lagi kami tak akan dapat sms tengah malam, assalamu’alaikum  ayo kita tahajut, berdoa untuk sekolah kita, sungguh, jarang kita punya tabiat ikhlas, namun setapak dua tapak kami mulai belajar dari keikhlasan BUNDA, …..

Biarlah prestasi itu jadi cacatan orang orang yang dipernah kenal, biarlah kebaikan akan melekat pada orang orang yang  ikhlas, biarkan plakat plakat dan simbol simbol, maupun kata kata itu jadi sejarah, seperti kata orang bijak : “hanya orang yang tak memiliki hati saja yang tak dapat melihat prestasi orang lain, sedangkan orang buta masih dapat merabah dengan mata hatinya”.

Semoga note ini tak dipandang sebagai sanjungan, pujian atau apalah, namun sekedar catatan repleksi diri agar kita bisa berbenah

Untuk Koncoku BUNDA NINIK

DUNIA tak seberapa dibanding HATI

Perjalanan waktu….. telah kita lalui

Rintangan……… dapat kita hindari……..

Keabadian batin…kini kita miliki………….

Kesejajaran derajat … kini kita alami……..

BUNDA, kami menaruh hormat dan simpati padamu……

Kami merasa kehilangan…. candamu….nakalmu.. riangmu ….

Untuk Kami  BUNDA adalah segalanya………..

Perjalanan BUNDA masih panjang

Tetesan semangat tidak akan melumpuhkan harapan…..

Bait-bait syair lagu telah kita dengar

Untaian nada kasih, telah banyak BUNDA berikan

Namun…..Kami harus tegar mendengar itu semua

Semangat kami untuk meraih masa depan telah terbuka lebar…..

BUNDA …………………..

Engkau senang Humor……………… demikian juga Kami

Engkau Asyik……….., Serius………………Kami mengikuti

Engkau senang Makanan…………Kami dapat bagian…………..

BUNDA…………………….

Saat seperti itu .. tidak dapat kami lupakan………………….

Senang…. Asyik ……… Serius…. dan Makan ………………..

Oh…..Aku Rindu ………………

Katakan pada kami aku rindu

Kami selalu mengenang BUNDA tanpa melihat kekuranganmu

Kebaikanmu tak pernah dapat kami hapuskan

Janji kami ……….

Padamu Negeri ……………… Kami berjanji

Padamu Negeri………………. Kami mengabdi

Bagimu Negeri ………………. Jiwaraga Kami

Seperti pesan yang selalu BUNDA katakan dimanapun bumi dipijak, keikhlasan harus selalu kita pegang, doa selalu kita panjatkan, Gusti Allah selalu bersama kita.

Bunda ……………….

Tiada keabadian sejati kecuali mati

Tiada Persaudaraan sejati kecuali batin

Kita boleh berpisah…. namun batin ini masih saudara

Kita boleh jauh….. namun batin kita tak pernah ingin jauh

Kami menangis, karena Kami belum siap …………………

Kami menangis, karena Kami merasa sebentar…………

Selamat Bertugas BUNDA………………..

Hari ini, kita masih dapat bercengkrama………………..

Esok, saat fajar terbit seolah menutup harapan kita untuk bertemu

Namun, dari pelita yang telah kami dapatkan………………………..

Kami harus mencoba meraba apa yang akan terjadi esok…..

Harapan Kami, BUNDA masih miliki sifat cinta dan kasih sayang pada yang BUNDA tinggalkan……

Jangan kau cabik-cabik persaudaraan yang tlah kita bina …….

Maafkan kami apabila masih ada noda dihatimu.

Salahmu tlah kami hapus dan lupakan !!!

Pakde Azemi

Bersama konco, masih menteskan air mata ikhlas ……

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s