Negeri OM PIM PA


Note ini hanya sebuah ILUSI, orang setengah teler setelah kemasukan JAILANGKUNG, sehingga ga bisa dipake sebagai acuan kebenarannya, karena negeri OM PIM PA adalah negeri Dongeng saat permainan JAILANKUNG, bila ada kata ato kalimat yang menyerupai negeri anda mohon dimaapkan karena tak ada unsur kesengajaan.

Peradaban berubah semenjak globalisasi mendesak semua sektor, pendidikan, sosial, kesehatan, hingga kemasyarakatan sudah berganti wajah, berganti cerita. Negeri OM PIM PA  dulu terkenal dengan sebutan negeri  seribu mpu, negeri seribu  cahaya, negeri serius seniman, kini ta ada lagi seni yang dapat kita nikmati, ketoprak sudah dijadikan nama makanan, jaipong sudah berganti ngebor,  para mpu banyak yang migrasi ke negeri seberang, disana mereka dapat mengekspresikan dirinya dalam sebuah pagelaran akbar, seniman juga ngekor mpu, disana mereka dapat mengakarkan corak seni seperti di negeri OM PIM PA, tak salah bisa ada kemiripan rasa berkesenian dinegeri seberang dengan negeri OM PIM PA.

 

Globalisasi dan Liberalisme, merusak tatanan hidup, budaya gotong royong berganti dengan budaya bisa bayar, budaya kasih sayang menjadi budaya kasih badan, kalo dulu ada ungkapan hutang budi dibawah mati, sekarang malah ganti Hutang budi bayar BODI, sungguh negeri seperti ini tak nyaman untuk dijadikan negeri impian, semua yang hidup disini harus berjuang untuk mempertahankan diri (stragle), agar tak terhimpit dan tergencet dengan kekuasaan yang  Tirani, Oligo.

 

Akibat himpitan ekonomi dan kerasnya mempertahan kan diri, maka terjadi kompetisi yang tak sehat wong cilik dengan wong cilik, wong cilik dengan penggede, penggede dengan punggawa, sifat saling bunuh dan saling jegal sudah jadi tontonan utama di teLePISI  saluran resmi maupun yang ilegal, surat kabar hanya memapar berita keburukan, berita pembunuhan, berita pemerkosaan, iklan jual bodi sudah menggejala di negeri ini, semua makin tak peduli, tempat ibadah jadi sasaran saling menyalahkan, para punggawa agama tak mampu berkata bijak, mereka sudah kendur dalam menyampaikan kebenaran, karena rasa ketakutan untuk diMUTASI ke alam Baka, sungguh luar biasa, anak anak sudah merokok, perempuan jadi pemabok, bapak bapak tak pernak kapok untuk mencuri mata wanita, perselingkuhan sudah bukan barang tabu digelar tanpa TABIR dan takut Nestapa dosa, penganten baru KABUR, pengantin BARU ondernya sudah tak sempurna , akibatnya angka perceraian melonjak tajam diperparah dengan HAKIm pengadilan yang bisa maen mata.

 

Harga beras naek, harga cabe naek, Ayam juga ikut ikutan naek, BBM tak naek tapi dibatasi (dinaikkan dengan cara terhormat), masyarakat menjerit namun tak bisa mengeluarkan suara, karena kekuarangan gizi, masyarakat demo, bukan karena keinginannya, tapi lebih banyak karena pesanan, sehingga esensi DEMO sudah tak digubris, anak anak sudah berani mencuri dompet bapaknya, memalak teman sekelas sudah menjadi tontonan gratis disekolah, sungguh luar biasa, apakah jalan bener sudah buntu ?, adakah celah untuk berbenah ?, adakah keinginan

untuk membalik yang “tidak” menjadi “Ya” baik……..

 

PILKADAS karut marut, PILEGi penuh intrik jual suara, PILPeRES menjual  Pesona dan Ngiklan kasih sayang, sungguh tak seperti  itu, setelah mereka menjadi punggawa negara OM PIM PA.  Kaum muda sudah berani  dengan emak bapaknya, emaknya diusir, bapaknya tak diakui, semua serba duit, bapak dan emak yang tak mendatangkan hoki dititipkan panti Jompo, subhanallah, apakah ini pertanda kiamat sudah dekat ?, kawin beda agama dianggap modern, kitab  agama dianggap menghalangi kemajuan, maka perlu direpisi, maka timbul kita al-repisi, persamaan gender dianggap maju, laki perempuan sama haknya, namun anehnya saat dihapus hak cuti mereka marah, apakah ini yang dinamakan persamaan gender ?, minta sama tapi dia malah minta tidak disamakan bingung,com .

 

Olahraga di POLITISASI, Sekolah di POLITISASI, Kebun Binatang di POLITISASI, Wisata di POLITISASI, apa saja yang bisa mendatang suara akan di puja puja, bencana alam bisa jadi bahan POLITISASI, acara mewek mewek didepan korban, sampai maem bersama, poto bareng, setelah itu yooo wes nyangiso dewe (sendiri). Rasa ketakutan sudah menggejala sehingga sipat parno dimiliki warga negeri OM PIM PA, naek motor takut ilang, naik mobil takut dibaret, naek Angkot takut Copet, jalan kaki takut dijambret, duhh negeri penuh ketakutan, padahal tak pernah ada itu semua, akibat berita TePe yang begitu gencar untuk menakut nakuti orang, maka sipat parno sudah menjadi penyakit kronis warga negara, negeri OM PIM PA.

 

Budaya HEDONIZM, dunia lebih menyenangkan, karena berpaling dari  pencarian kekayaan dan kesenangan, maka ia kehilangan sipat sipat kemanusiaan, opo yo tumon, padahal banyak orang stress akibat makin memikirkan pekerjaan mencari bekal dunia………

 

Begundal begundal kORUPTOR, menikmati hari harinya dengan penjagaan yang nyaman, tanpa harus sedikitpun merasakan keterpenjaraan, dipenjara bisa pake HP, Nonton  TePe, malah ada yang bisa ngelencer kemana mana, sedangkan maling 3 butir kakau diBUI 3 bulan, sungguh ironis bila kita melihat begundal begundal koruptor.

 

Negeri OM PIM PA jadi negeri tak nalar, pembangunan jembatan tak lagi percaya pada Pak siNyur SIPIL dan Arsiteknya, namun lebih percaya pada kepala KEBO, padahal kebo itu adalah binatang yang dianggap bodoh, sampai ada ungkapan otakmu kok otak kebo, turune koyok KEBO, acara larung sesaji para nelayan percaya rejeki itu karena sesaji, sungguh luar biasa manusia disana lebih yakin sesajen daripada pemilik laut itu sendiri, gunung di SAJENI akibatnya pemilik gunung marah gurung mengeluarkan hujan PASIR, sehingga penduduk yang biasa dapat wisatawan malah wisatawannya kabur…..

 

Ada lagi yang aneh, maraknya NARKOBA menyebakan penegak hukum penuh dengan barang sitaan, akibat ga ada tempat dan perkara sudah diputus, maka barang sitaan dibakar, yang menjadi pertanyaan, kok bisa yaaa, mereka membakar GANJAL kering berkilo2, tanpa MASKER, padahal pake GANJAL satu linting aja, orang da teler, aneh memang tapi itu nyata, yang lebih tragis lagi, saat bakar  narkoba jenis Sabun Sabun, saking banyaknya hingga ditempatkan pada beberapa tong  sampah kemudian dibakar, ini juga aneh, kalo orang isep setengah gram saja harus bersama  banyak teman, ini malah dibakar berkilo kilo, pembakar dan yang liat ga teler, sungguh tontonan yang luar biasa, ajaib dan SUPER HERO sekali pembakarnya…….

 

 

sekian karena Jailangkung da KABUURRRRR, semoga bisa jadi renungan

Pakde AZEMI

Menantikan Jatah makan Siang yang ga pernah datang

 

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s