Harus Kemana “MALEM TAHUN BARU” MASEHI…..


ilustrasi

ilustrasi

Setiap menjelang pergantian tahun Masehi, saya selalu diingatkan bapak seperti ini :

“azemi, janganlah kamu ikut ikutan, menikmati malem pergantian tahun baru masehi, karena kamu punya tahun Hijriyah “. Setiap ada pertanyaan itu saya selalu bertanya kepada bapak, kenapa pak ?

“azemi, kamu ngerti ngga, pertama : saat itu umat kristiani sedang melaksanakan kebaktian, sehingga bapak takut mereka akan tergannggu dalam ibadahnya, kedua : malem pergantian tahun baru itu selalu dibarengi dengan kelakuan maksiat, MO 5 (mo limo), sehingga akan banyak menelan korban disebabkan kelakuan yang maksiat tersebut, contoh, orang minum – insya’ Allah mabuk, saat mabuk mereka pake motor, apakah ga’ berbahaya menurut kamu ?, judi, akibat judi jelas akan menyebabkan sakit hati yang kalah, pasti akan berdampak negatip.

 

Masak temen temen saya boleh menikmati malem tahun baru, saya ga boleh ?, bapak tak pernah melarang kamu menikmati pergantian malem tahun baru, cuman bapak pengen kamu tak berpikir pendek, ada dua tempat yang enak menurut bapak kamu kunjungi , saat malem tahun baru, pertama UGD (RS. dokter soetomo), tempat pengajian umum menjelang pergantian tahun.

 

Dari perbincangan saya dengan bapak, saya tak pernah menikmati indahnya (kata orang) jalanan saat malem pergantian tahun, saya selalu ke UGD untuk membuktikan ada apa sih di sana menurut bapak saya ?.

Bener kata bapak saya, UGD tempat yang tepat untuk merepleksi diri, berpikir ulang untuk melakukam sesuatu pada malam pergantian tahun, karena disanalah kita dapat lihat banyak korban trek trekan (jatuh dari kotor), korban mercon, korban bacokan akibat perjudian, rebutan pacar, dan banyak sekali, rata rata luka mereka sampai parah dan berdara darah.

 

Ada dua kejadian yang hingga kini tak dapat saya hilangkan dari ingatan.

 

  • Ambulance datang membawa seorang wanita, tubuhnya penuh luka bakar hingga (98%), disampingnya ada keluarga yang ikut mengiringi korban. Dalam menanti panggilan dari dokter UGD, keluarga korban sempat duduk dan berbincang dengan saya, kalimat yang terekam sbb :

Saya bertanya : “Pak, kenapa keluarga bapak kok sampai luka bakar serius begiitu ?”, adik saya itu dibakar suaminya, karena suaminya memaksa kalung yang dipakai, diminta untuk maen judi, adik saya mempertahankan, suaminya kalap, menyiram adik saya dengan minyak tanah dan dibakar, itu akibatnya , sambil memperlihatkan foto adiknya, orang ini bilang : sebenarnya adik saya ini cantik pak, kembang kampung, tapi sekarang……

Dalam hati saya, Ya Allah, ya Gusti Pengerannya poro manungso, sungguh cepet manusia diubah wajah dalam hitungan detik, menit ato jam, dari yang cantik, sugih, ganteng, berduit, menjadi terpelanting KERE dan GEMBEL, elek dan menakutkan

 

  • Ambulance datang, ada korban yang keluar dari mobil dibopong dengan memegangi mata sebelah kiri, sambil nangis nangis, berlarian menuju ruang UGD, dokter dan para medis sibuk menyiapkan apa yang harus dilakukan.

Teman korban yang sedang duduk disebelah saya di kursi ruang tunggu, saya ajak berbincang, saya tanyakan kenapa, teman mas kok matanya dipegang begitu dengan mengeluarkan banyak darah ?, kata teman korban, : “teman saya tadi membuka kempyeng (tutup botol) bir, tak disangka kempyeng itu lompat mengenai mata sebelah kirinya, masuk, yaa seperti yang bapak lihat tadi ?, saya tanya mosok kempyengnya bisa melukai mata begitu dalam ?, jawabnya : buktinya, kan bapak lihat sendiri !

 

Masa’ Allah : esok paginya saya beli bir yang ada tutup kempyengnya, kepala saya tutup kresek transparan untuk safety saja, kemudian bir saya kocok, kempyeng saya paksa untuk lepas, ternyata tak lompat sampai ke mata, beli minuman lain yang pake kempyeng, saya kocok lagi, kemudian saya paksa dengan keras agar kempyengnya lompat ternyata ga lompat hingga ke mata, lalu kenapa korban kok bisa sampai begitu ?

Pertanyaan, itu hingga kini tak dapat saya jawab dan saya praktekkan, yang jelas, Gusti Allah itu bisa membuat sesuatu yang tak bisa menjadi bisa yang tak biasa menjadi biasa dengan sifat KeMAHAan Gusti Allah, semua bisa terjadi……

 

Kesimpulan :

  1. Meluapkan kegembiraan malam tahun baru masehi, sebenarnya bukan hak umat Islam, karena saat itu umat kristiani sedang berdoa, janganlah kita membuat kegaduhan saat orang lain berdoa, kata orang malay tak eloklah itu.
  2. Kegembiraan Tahun baru selalu dilakukan dengan melakukan perbuatan yang sia sia, contoh saja muter muter pake motor, disamping boros bensin, mending duit bensinnya untuk sodaqoh yang jelas jelas SUARGANE……
  3. Dalam kegembiraan yang berlebihan tanpa dibarengi dengan penyempurnaan IMAN, maka Kemaksiatan yang mengedepan
  4. “JANGAN SOMBONG”, Gusti Allah dengan sifat KeMAHAanNYA, dapat membuat manusia yang tadi “BEGINI” menjadi “BEGITU” dalam hitungan detik saja……..

 

Semoga ini bisa menjadi renungan, menjelang tahun baru…………….

 

Pinjem notenya Bang Abriansyah M Noor :

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda:

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum,maka ia termasuk golongan mereka”.

(HR Imam Ahmad dalam musnadnya jilid 2, hlm.20).

Apakah kita mau di digolongan “disatukan” dengan golongan nyang suargane beda dengan kita ?, masa’Allah, semoga tidak…………………………

 

 

Pakde Azemi

Nyeruput Kopi Jahe Plus Gingseng plus Madu tak pakai Racun

Sambil merasakan Kelegaan setelah Garuda menang walo kalah bingung.com


 

1 Komentar

  1. Generally I don’t read post on blogs, but I wish to say that this write-up very
    forced me to take a look at and do it! Your writing
    taste has been surprised me. Thank you, very nice article.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s