SAMA yang TAK SAMA …………..


Renungan Jumat – pahing

beda banged

beda banged

Note ini diinspirasi pertanyaan bakul mie ayam mang ugi,  pertanyaan  yang diajukan : “Pakde, kenapa yaa anak anak kita ini sekarang pada malez belajar, padahal saya dulu RIKAT (giat) belajar, itupun hasilnya cuman kebagian rejeki jadi bakul mie ayam, saya bingung anak anak saya entar mau jadi apa, kalau belajar saja da ga mau, dulu saya bukan cuman belajar, membantu bapak dorong gerobak air, sekarang anak saya hanya saya suruh belajar saja, cari duit urusan saya, ehhh malah bermain main saja tanpa tahu bagaimana di rumahnya, menurut pakde ada apa zaman sekarang ?

Dari curhat mang ugi, aku inget murid murid ku yang kadang menurun smangad belajarnya, mereka lebih seneng FBan ketimbang mendengarkan gurune ngajar, kalo dikasih soal melalui internet, katanya kok lewat internet seh pak ?, padahal tak ada bedanya FBan pake internet soal juga lewat internet, kenapa beda ?

Mang ugi : sesama muslim saya cuman ngingetin bahwa belajar itu adalah kewajiban bagi kita, seperti yang tersurat pada surat  Al ‘Alaq dibawah ini :

96:3] Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,

[96:4] Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam {1590},

[96:5] Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Dari ayat diatas, dapat kita memberi  kesimpulan, bahwa setiap muslim wajib hukumnya untuk belajar, karena dengan belajar (membaca dan menulis), kita dapat mengetahui dan mengembangkan apa apa yang tidak diketahui oleh orang lain.

Mang Ugi, ada sebuah cerita 2 orang yang pekerjaannya sama sama mengambil batu, yang satu hasilnya 5 – 50 Juta perJAM maksimal 8 jam setiap kali kerja, sedangkan yang satunya hanya mendapatkan  5ribu – 20 ribu perhari.

Kenapa mereka berbeda ? karena yang berpenghasilan -5-50 juta itu rajin sekolah sedangkan yang 5ribu-29ribu dulu malez sekolah, anda percaya ngga’ ?

Yang berpenghasilan 5 – 50 Juta itu adalah seorang ahli bedah sing senengane mbedah mbedah organe menungso , tugasnya mengambil batu di EMPEDU, ato batu di GINJAL pasien, wealaaahhhh batunya kueccilll banged, paling segede upil (kotoran hidung), itu dibayar mahal, itupun ambilnya pake alat, di-ruangan dingin berAC dibantu banyak orang, peluhnya diusap suster, wahhh pokok’e terima enaknya deh. Dokter ini, saat masih muda dia tak pernah bersenang senang, dia madep buku jarang bermain main seperti anak kebanyakan.

Sedang yang berpenghasilan 5ribu – 20ribu itu adalah pencari batu kali, yang diambil gede gede dari dasar kali diangkat ke atas (pinggir jalan raya), berpeluh, pegel semua, tak ada yag membantu, makan sering terlambat, dapatnya malah sedikit, dulu waktu muda malez sekolah, waktunya lebih banyak untuk seneng seneng, ketimbang untuk membaca, hasilnya yaaa segitu aja.

Mang Ugi ada beberapa renungan yang perlu kita baca seperti  :

Sabda Rosulullah saw :  bergegaslah melakukan perbuatan baik,  karena akan terjadi fitnah laksana sepotong malam yang gelap (HR MUSLIM),

Nasehat Ibnu Umar :  bila engkau berada disore hari, maka jangan menunggu datangnya pagi, dan bila dipagi hari jangan menunggu sore hari.

Wasiat Hasan Al-Bashri : Jangan sekali kali menunda nunda karena engkau adalah hari ini bukan besok.

Ibnu Al jauzi : jangan mengulur ulur waktu karena ini adalah tentara iblis yang paling besar, penundaaan adalah bekal orang yang bodoh dan lalai

Nasehat diatas, mengingatkan pada kita agar kita tidak menyia -nyiakan waktu,  agar tidak malas cari ilmu, karena sesuai dengan firman Gusti Allah :

Al ‘Ashr

[103:1] Demi masa.

[103:2] Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,

[103:3] kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Orang yang menunda untuk beramal sholeh (kebaikan), dirinya akan merasa kekecewaan diakhir waktu kelak, begitulah mang Ugi, semoga renungan yang dikit ini dapat memberikan pencerahan untuk semua orang.

Wassalamu’

Pakde Azemi

Tenguk tenguk maem getuk karo mantuk mantuk

Nyeruput kopi aee, ben angeeettttt

3 Komentar

  1. Mengumpulkan kebahagiaan dunia seperti akan hidup selamanya
    dan Mengumpulkan amalan akhirat seakan esok Allah memanggil kita kembali…

    _postingannya maknyus pakde 🙂 _

  2. Assalamu’alaikum ..Pak Dhe. Maaf Pak Dhe lama nggak kesini, biasa akhir tahun agak sibuk, bikin Laporan tahunan sama “ngelayani” Auditor…..Wah bener yang dikatakan mang Ugi, anak sekarang kok susah dikongkon belajar, lha wong dulu saya juga masih ngalami belajar pake lampu teplok, tapi yo tetep semangat kok.Anak saya kalau disuruh belajar malah nonton TV sambil nyuruh “bikinin” soal aja, suruh belajar di Internet malah main Game….Terus pripun Pak Dhe, menawi murid-murid e podho males…..opo perlu di “seblek”….he..he”

    Salam saking Ponakan ing Bontang

    • ahhhh. ga usah di seblek segala ntar malah kena KDRT.
      jaman da beda, asal sudah kita jejali AQIDAH yang benar. insya’ Allah mereka akan jadi baik
      makasih mas. suratman. semoga sehat dan sukses selalu………..


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s