note bang Abriansyah M Noor


‎”Kemungkinan-kemungkinan’ ada di depan,
—————————————————bukan di belakang.—>Sebagai ‘orang’ yang ingin hidup ‘Barokah’ ———–>>>dan selalu hidup ‘Bahagia’, —>>>diperlukan ‘Keberanian’———…—– untuk menghadapi ———————-‘segala kemungkinan’.———————————–Jika ‘takut’, maka kita akan ‘Hancur’ ———oleh ‘bayang-bayang ketakutan’.————–
“Baca dengan Iman”—-“Hasbunallahi Wa ni’mal Wakil,–>>>>>>>>>>>>>>(QS.Ali Imran: 173),’————————->Cukuplah Allah sebagai Penolong’.—>>>”Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan———>>>>>> sebaik-baik Penolong.”—————— [Ni’mal-Mawla Wani’man-Nashîr]”. —>>>(QS.Al-An-Faal:40)

Abriansyah M Noor Alladziina qaala lahumu alnnaasu inna alnnaasa qad jama’uu lakum faikhsyawhum fazaadahum iimaanan waqaaluu hasbunaa allaahu wani’ma alwakiilu————————————————->>>Artinya:

———–>>>(Yaitu) orang-orang (yang menta’ati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”,——————->>> maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: —————————->”Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”.—>>>(QS. Ali Imran [3]:173).

Makna ucapan ‘Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung’ (hasbunallaahu wa ni’mal wakiil) bisa dipahami seperti penjelasan Ibnu Katsir Rahimahullah dalam kitab tafsirnya, di mana beliau menjelaskan:

——–>”Mengenai firman-Nya ini, Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhu bahwa ucapan ini juga dikeluarkan oleh Nabi Ibrahim ‘Alaihissalaam—–>>>>> ketika ia dilemparkan ke dalam api, dan dikatakan kepada ——>>Nabi dan Rasul Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa sallam ketika orang-orang mengatakan kepadanya—>> ‘orang-orang telah berkumpul untuk menyerangmu, maka takutlah.’

————–>>>Namun hal itu bukannya menjadikannya takut, namun sebaliknya semakin menambah imannya, beliaupun bersabda, ‘Hasbunallahu wa ni’mal wakiil.’ Hadits ini juga diriwayatkan—>>> oleh An-Nasaa’i.”

–>>>Ibnu Katsir selanjutnya menjelaskan bahwa kalimat ini juga diucapkan oleh ‘A’isyah Radhiyallahu ‘Anha ketika ia mengenang pertolongan Allah terhadapnya disaat kabar bohong tentang dirinya beredar.—>>>(QS. An-Nuur:11-26)

—>>>Dari ayat 173 surat Ali Imran dan penjelasan selanjutnya, bisa disimpulkan bahwa ucapan “Hasbunallah wa ni’mal wakiil diucapkan oleh para Nabi dan orang-orang beriman ketika mereka menghadapi cobaan besar atau fitnah yang berat.

—>>>Ucapan tersebut merupakan salah satu bentuk pengamalan tauhid, bahwa hanya kepada Allah sajalah orang-orang beriman itu harus bertawakal. Dengan demikian, segala rasa takut terhadap manusia menjadi pudar ketika orang-orang beriman berserah diri sepenuhnya kepada Allah semata, dan hal itu ditunjukkan dengan lisan yang mengatakan hasbunallahu wa ni’mal wakiil.

Allahu Akbar!—>>> Waktu-Nya untuk Wita–>>Aqimushshalah^__^

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s