Perlu cerdas juga soal makan………


Renungan Jumat Wage

Note ini tentu saja diinspirasi, waktu kakiku bengkak, katanya pengaruh asam urat ato diabetes, karenanya saya harus ke Rumah Sakit untuk tes darah, apakah bener bengkaknya ini akibat dua penyakit dimaksud oleh dokter. Hasil lab. Cholesterol = 134, artinya cholesterol aman, sedangkan Asam urat = 7,1 padahal batas maksimalnya 7.0, sedangkan Gula darah acak 173 batas maksimalnya 140. Nah dari tes darah dapat diketahui, bahwa gula darah terlalu tinggi, asam urat juga cukup tinggi.

Kata dokter : “Pak Azemi, jenengan ini sudah Lansia, harus cerdas memilih dan memilah asupan makanan yang akan di konsumsi”, sebab bila jenengan ga cerdas, maka ……………….

tanya saya : “apa dok ?, yaaaa pikir sendirilah pak………………..

Kemudian dokter berkata : “pak azemi, jenengan kan islam, mosok ga pernah baca baca alquran, kalo perlu dalami hikmahnya,  dalam batin saya : astaghfirullah…….

Ini alquran; dokter sambil menyodorkan alquran yang sudah ditandai dengan lembaran kartu namanya, saya baca :

“Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithan; karena sesungguhnya syaithan adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqarah:168)

dan

“Makanlah di antara rezki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Dan barangsiapa ditimpa oleh kemurkaan-Ku, maka sesungguhnya binasalah ia.” (QS. Thaaha:81)

Juga

Kemudian dokter juga mengutip kalimat Kanjeng Nabi Muhammad saw :

Kami adalah suatu kaum yang tidak akan makan sampai kami lapar, dan apabila kami makan maka kami berhenti sebelum kenyang.

Nah itu Pak Azemi, agama jenengan itu sudah lengkap, komplit pli, tinggal kita, cerdas ngga’ sebagai umat Muhammad, cerdas ngga’ sebagai umat yang mayoritas di negeri ini, dalam hati, aku makin terpojokkan. Pak azemi, saya perhatikan dari rekam medisnya, 2 bulan ini jenengan ke mari artinya, penyakit jenengan sudah mulai aktip menari nari ditubuh jenengan. Nah sebelum mereka (penyakit red) itu makin meluas menarinya, jenengan kudu  menidurkan ato membunuh……….

Caranya yaaa itu harus cerdas.

Dari kalimat dokter tersebut, saya  istighfar, astaghfirullah….sungguh saya belum cerdas dalam beragama, sungguh saya belum Kaffa  dalam beragama, padahal yang demikian akan mengantar kita mencapai suargane Gusti Allah dengan enak. Percakapan tersebut membuat saya pula memiliki gambaran tentang keuntungan  atau kerugian bila kita tak cerdas dalam mengkonsumsi asupan makanan.

Akibat kurang cerdas memilih dan memilah makanan, maka kita dapat :

  • Secara ekonomi kita tidak dapat bekerja secara normal, sehingga kerja kurang maksimal, pendapatan berkurang
  • Perlu waktu ke dokter, sehingga ada waktu yang terbuang akibat kurang  cerdasnya diri
  • Secara spiritual, ga bisa ibadah dengan sempurna, kaki bengkak ga bisa lagi berdiri, duduk saja sulit, sehingga ibadah kurang enak, sambil nyengir nyengir, ohhh sungguh ibdah terganggu.
  • Belum yang lain lain tentu sangat merugikan….

Kesimpulan :

  1. Perlu cerdas dalam hidup
  2. Perlu olahraga
  3. Perlu belajar dari pengalaman
  4. Tidak mencederai badan dengan hobbi yang tak bermanfaat
  5. Perlu punya konsultan yang baik secara spiritual maupun edukatip

Pakde Azemi

ga berani nyamil yg ga penting

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s