Di Negeri OM PIM PA bagaimana….


Renungan jumat “pahing”

Kali ini kita perlu menyimak kata kata kanjeng nabi Muhammad saw, beliau adalah teladan utama umat islam dan dunia, banyak sudah orang di luar Islam mengakui probadi  kanjeng nabi Muhammad saw, sedangkan kita, bagaimana ?…………..simak hadits penting sebagai renungan jumat kali ini

 

Cinta dunia takut mati !

Tertulis dalam sebuah hadits dari kanjeng Nabi Muhammad saw sbb : “Hampir tiba suatu zaman di mana bangsa-bangsa dari seluruh dunia akan datang mengerumuni kamu bagaikan orang-orang kelaparan mengerumuni hidangan mereka.” Maka salah seorang sahabat bertanya,” Apakah karena jumlah kami yang sedikit pada hari itu?” Nabi saw, menjawab,”Bahkan, pada hari itu jumlah kamu banyak sekali, tetapi kamu umpama buih di lautan, dan Allah akan mencabut ‘rasa gentar’ terhadap kamu dari hati musuh-musuh kamu, dan Allah akan melemparkan ke dalam hati kamu penyakit al-wahnu.”Seorang sahabat bertanya, ‘Apakah itu al-wahnu itu, ya Rasulullah?’ Rasulullah saw, menjawab, “Cinta dunia dan takut mati.” (Hr Abu Dawud dan Ahmad)

perlu juga kita renungkan hadits dibawah ini :
“Aku telah di berikan kemampuan berkata singkat, namun mempunyai arti yang komprehensif”[Bukhari dan Muslim].

kanjeng Nabi Muhammad saw, di anugerahi kemampuan yang sangat besar dalam menyampaikan perkataan dengan jelas sehingga keseluruhan isinya dapat di catat. Dalam hadis tersebut, kanjeng Nabi Muhammad saw, menggambarkan situasi kaum Muslimin dengan ketepatan juga memberikan solusi didalamnya.

“Hampir tiba suatu zaman di mana bangsa-bangsa dari seluruh dunia akan datang mengerumuni kamu bagaikan orang-orang kelaparan mengerumuni hidangan mereka.”Yang menakjubkan dari hadis ini adalah, penggambaran yang gamblang dan jelas Rasul saw, kepada pendengarnya mengenai keadaan kaum Muslim kelak. Sekarang ini, kaum Muslimin tak ubahnya bagai hidangan lezat yang dikelilingi sekawanan orang-orang lapar. Namun, orang-orang tersebut harus berbagi, karenanya, hidangan tersebut harus dibagi di antara mereka menurut status sosial masing-masing ‘tamu’.

Coba perhatikan saat PILEG, PILPRES, PILKADAL ……. semua pakai bendera ISLAM, ayat ayat berkumandang, setelah dapat kuursinya yaa ayatnya telantar……….

Sesaat setelah kejatuhan Khilafah, dunia Muslim terbagi menjadi sejumlah negara-negara, yang masing-masing lebih mementingkan kekayaan dan ambisi duniawinya.

Korupsi meraja lela di negara-negara islam tersebut, dan benih-benih kezaliman, penguasa yang lalim tertanam teramat dalam. Umat terkotak-kotak dan setiap penguasa hanya sibuk mengurusi kepentingannya sendiri, dan musuh-musuh Islam bebas menginvasi setiap tanah Muslim seperti tanpa beban ketakutan dengan kesaahidan umat islam.
Seolah dinegeri Om Pim Pa ini, pelakunya hanya kaum Muslimin saja, padahal banyak yang non muslim, karena kaum muslimin mayoritas yaaa tersorotlah ISLAM jadi bulan bulanan media…..

“Salah seorang sahabat bertanya,” Apakah karena jumlah kami yang sedikit pada hari itu?” Nabi saw, menjawab,”Bahkan, pada hari itu jumlah kamu banyak sekali …”

Ini sebagai bukti bahwa di dalam Islam, jumlah bukanlah faktor yang paling penting. Kaum Muslim mencetak kemenangan pada perang Badar, padahal jumlah pasukan Musryk Quraysh lebih besar dari pasukan Muslim, tiga melawan satu. Juga pada perang Yarmuk, pasukan Rumawi jauh lebih besar di banding kaum Muslim, tujuh lawan satu. Namun sebaliknya, situasi saat ini berbalik. Populasi kaum Muslimin lebih dari satu trilyun dan terus bertambah. Namun, angka yang fantastis ini tidak berpengaruh besar. Karena kebanyakan dari kaum Muslimin hanyalah sebagai budak hawa nafsu, seibarat sekawanan ternak yang tidak berakal selalu di manfaatkan oleh tuannya.

“…tetapi kamu umpama buih di lautan.” Ini adalah gambaran yang lain! Deskripsi membawa artian yang dalam dan dapat dijabarkan jika seseorang mencoba mengkaji makna dari “buih dilautan”.

Pertama, buih dilautan, menjelaskan perasaan kebanggaan dan kepercayaan diri. Kedua, buih hampir-hampir tak punya berat dan tak kokoh, bahkan jika terkena hembusan paling ringan dari angin akan menghancurkannya. Ini Menunjukkan, kebanggaan dan perasaan percaya diri tanpa dasar dan pada faktanya, tidak pernah ada. Karena hanya menghasilkan kepercayaan diri buta. Ketiga, buih dilaut tidak dapat menentukan atau mengendalikan dirinya, namun buih tersebut mengikuti aliran air. Dengan bahagia mengikuti aliran air diatas posisi khayalannya.

“…dan Allah akan mencabut ‘rasa gentar’ terhadap kamu dari hati musuh-musuh kamu.” Ada suatu masa, dimana kekuatan kaum Muslim ditakuti oleh semua musuhnya, disaat orang-orang dari seluruh dunia melakukan perjalanan untuk memperoleh pendidikan di negara-negara Muslim, disaat bahasa Arab menjadi bahasa kesuksesan. Masa tersebut telah lenyap sekarang ini. Kaum Muslim dan Islam secara umum tidak dipandang. Kenapa?

Nabi saw, mengatakan disebabkan oleh “al-Wahnu”. Secara tegas, nabi saw, menjelaskan arti kata ini;”Seorang sahabat bertanya, ‘Apakah itu al-wahnu itu, ya Rasulullah?’ Rasulullah saw, menjawab, “Cinta dunia dan takut mati.”

Nah, masalah dan solusinya telah teridentifikasi. Setelah bombardir secara bertubi-tubi dari kaum kapitalis dan ideologi sosialis, dunia Muslim menjadi sangat materialistik, secara frustasi mengejar kesenangan duniawi, dengan sedikit sekali ingatan akan mati. Nabi Muhammad saw, mengatakan:

“Teruslah mengingat mati, karena hal tersebut akan mengesampingkan kesenangan dunia.” [Tirmidi]

Allah berfirman:

“Katakanlah: “Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun. Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.”[An-Nisaa, 4:77-78]

Imam Ahmad mencatat riwayat dari Abu Dharda as,:

“Andai saja kamu mengetahui, apa yang engkau akan liat saat kematianmu, tentulah engkau tidak akan memakai segigitpun hidangan idamanmu, dan pula engkau tidak akan meminum lagi minuman lezat untuk memuaskan rasa dahaga mu yang tak terpuaskan”

Andai saja kaum Muslim menyadari bahwa kematian bukanlah akhir, namun sebuah permulaan, disitu tempat keadilan yang penuh rahmat dengan konsekuensi siksaan yang berat atau pahala yang indah. Tentulah keadaan kita yang menyedihkan ini akan berubah:

Dan ingatlah firman Allah:

“Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”[Ar-Ra’d, 13:11].

Maka obat daripada penyakit wahn ini tidak lain adalah kezuhudan kita kepada dunia. yang mana beliau saw telah mengajarkan kita ummatnya untuk berlaku zuhud dan seantiasa memotifasi agar lebih mengutamakan kehidupan ukhrawi. rasulullah saw bersabda :” zuhudlah di dunia maka ALLAH akan mencintai kalian, dan zuhudlah atas apa-apa yang ada di sebagian manusia, maka kamu akan dicintai oleh mereka ” ( HR.ibnu majah dalam kitan zuhud ). jadi intinya adalah gejala penyakit hati yang diindikasikan oleh baginda rasulullah saw.

Sebagian dikirimi temen melalui pesan pesbook

 

Pakde Azemi

Nyeruput Teh ijo Daun +plus nyanyian Luna Maya

“suara”

 

 

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s