Repleksi diri…..


Note ini saya buat bukan untuk menyombongkan diri, namun hanya sekedar sharing dalam memberikan pembelajaran pada siapa saja yang mau dan bisa melakukan kenapa tidak kita lakukan, note ini juga bukan sekedar ALLAY atau LEBAY kata nag nag sekarang, namun saya hanya pengen berbagi pengalaman, siapa saja bisa lakukan, semoga……..

ULTAH putriku kali ini bener bener berkesan, karena permintaannya kok yoo aneh, persis seperti kata bapakku :  “azemi, bila kamu selamatan, jangan lupa ditengah tengahnya ada orang miskin, kau akan melihat senyum yang paling tulus adalah senyum orang miskin saat mereka kau jamu dengan kenikmatan ikhlasmu”.

Saat libur besar perayaan nyepi sabtu 5/3/11, kota surabaya bener bener sepi, jalanan sepi, listrik padam, bakulan juga pada libur, bakul sayur dan pengemudi becak, sopir angkot semua pada libur, kata mereka takut sepi pakde, mending libur sekalian untuk meluruskan otot yang sudah telanjur kaku.

Aku sekeluarga juga nyantai tanpa pekerjaan berarti, seperti yang dilakukan orang di beragama Hindu Bali, namun bukan berarti mengikuti ritual ritual orang beragama HINDU, ini sekedar akibat libur besar yang perlu dinikmati misalnya  :

  1. Amati Geni, atau tidak menyalakan api, nah pagi itu bener bener bojoku tak masak, semua serba instan beli aja tinggal ngemplok (makan)
  2. Amati Karya: tidak melakukan aktivitas dan tidak bekerja, kebiasaan untuk bersih bersih rumah bener bener di hentikan, nyapu libur, ngepel libur palagi bersih bersih dan nyirami tanaman mandeg (berhenti)
  3. Amati Lelungan artinya tidak bepergian, nah cuman ini saja yang aku lakukan bersama putriku untuk jalan jalan, untuk repleksi diri
  4. Amati Lelanguan atau menghentikan segala aktivitas terkait dengan bunyi-bunyian atau suara. Yang ini juga libur karena listrik asupan PLN padam, sehingga sehari tanpa suara….

Enak enak nyantai anakku berkata : “pak, gimana kalo pagi ini kita bagi bagi makanan “KFC” untuk anak anak ato orang orang pinggiran, sambil maem bersama dengan mereka (ngelempoh) di pinggir jalan?”, haaa : “aku heran!”, kan dulu sudah pernah. Kamu ga kuat bau mereka ?, bukannya begitu, yaaa sekarang kan perlu dicoba lagi, sapa tahu sekarang anak anaknya ga lecek (kumal) seperti dulu, yaa udah, bapak oke oke saja, kalo itu menjadikan dirimu bisa punya empati pada mereka.

Sebelum permintaan anakku kupenuhi, aku katakan, agar lebih berasa, kita naik angkot saja, agar ga sibuk parkir kendaraan segala, turun angkot langsung gelar koran di pinggir jalan anak anak dan pasukan kuning ato asongan koran kita panggil dan kita ajak makan siang bareng, gimana ?

Oke pak, saya setuju. Alhamdulillah, segera kami berdua menuju KFC surabaya Mall, perkiraan saya deket dengan target yang akan kami tuju.

Kira kira setengah jam order pesanan sudah selesai, sudah di kemas dengan kardus kardus agak lumayan gede, sehingga tak dapat naik Angkot karena memang sulit untuk membawa menuju jalan umum, akhirnya kami putuskan untuk naik taxi, perjalanan dengan taxi tak lama menuju target Jl. Dr. Soetomo deket konjen AMRIK, karena suasana nyaman teduh, di pulau jalan disana.

Nyampe di tempat target, kamu berdua plus sopir taxi juga ngikut, karena pulangnya juga bisa bareng taxi yang sama, setelah kardus karsus itu dikeluarkan beberapa anak anak jalan dan pasukan kuning alhamdulillah ngumpul, mereka hangat bener menyambut kami, salah seorang pasukan kuning namanya muzakki memimpin doa, bener bener khusu’, seolah kami semua dibawa ke alam yang tak tahu kemana, salah satu kalimat yang masih saya ingat seperti “Ya Allah bila hari ini pakde dan putrinya datang untuk berempati pada kami, maka beri kami juga kesempatan untuk bisa berempati pada orang lain, sehingga kami juga bisa memberikan sesuatu pada orang yang kurang sebenuntung seperti diri kami hari ini”.

Tak nyadar, air mataku dan anakku netes juga, sebab mereka bener bener merasakan kegembiraan berbaur dengan kami, aku bener merasakan bahwa pelajaran untuk berempati pada orang cilik ini seharus perlu dilakukan bukan setiap tahun, tetapi setiap hari, kan mudah saja, bukan harus maem bareng, tetapi yaa kasih saja setiap hari 1 bungkus berikan pada mereka yang ada di pinggir jalan yang kebetulan ketemu, minggu depan 2 bungkus, bulan depan3 bungkus makin lama lama banyak tentunya, karena penghasilan kita juga bertambah!, yaaa semoga bisa yaaa…. kataku dalam batin.

Yang lucu, saya perhatikan anakku, saat maem bareng mereka, masih seperti dahulu, belum benar benar cair, masih pegang hidungnya, dengan berbisik, saat ku tanya : “kenapa nduk , aduchh pak, kecut (asem) badan mereka, yaa begitu memang anak jalan dan pemulung dan pasukan kuning, masak harus pake pakaian dan parfum yaaa bisa habis tuh parfum diterjang angin jalanan! (ga ada gunanya).

Saat perjalanan pulang, saya nasehatkan: “nduk, kalo mereka bau badannya seperti itu, mamang itu seragam mereka, seperti saat kamu dulu sekolah sd, smp, sma, sekarang kamu seragamnya gimana?, nah begitu, property yang digunakan setiap pekerja tidak akan sama, maka kita harus bisa menerima setiap yang berbeda itu, agar hati kamu ga ngiri, ga marah, ga menghindar terlalu jauh, kamu bisa berinteraksi seperti itu saja bapak sudah bersukur, bahkan kamu cuman ngomong saja pengen maem bareng mereka andai tak kesampaian bapak juga sudah bersukur, karena masih ada titik putih dalam hati kamu, maka peliharalah, jangan kamu hapuskan dalam angan angan kamu diwaktu yang akan datang.

Nasehat untuk anakku :

Nduk perhatikan firman Gusti Allah seperti ini :

Allah dalam Qur’an Surah As-Saba: 13 berfirman “Sedikit sekali dari hamba-Ku yang bersyukur”.

Syukur yang benar-benar syukur itu adalah syukur yang diucapkan oleh lidah, dirasakan oleh hati dan dilaksanakan dalam perbuatan. Jadi disamping mengucapkan “Alhamdulillah”, dirasakan dalam hati bahwa Allah telah memberikan nikmat kepada kita, nikmat itu  mestinya digunakan atau dikorbankan ke jalan Allah. Kalo kita diberi kekayaan, perlu digunakan ke jalan Allah untuk kemiskinan, untuk kemaslahatan umat. Kalo kita punya sedikit ilmu, sebarkan dan berikan manfaat kepada yang laen.

dan

Allah kembali mengingatkan kita dalam surah Ibrahim :7 “kalau kamu bersyukur atas nikmat-nikmat-Ku. Aku akan tambah lagi nikmat-nikmat-Ku. Tetapi kalau kamu kufur nikmat, ingatlah sesungguhnya siksa-Ku amat pedih”

Jadi dalam bersyukur itu ada tugas, ada kerja dan tanggungjawab yaitu menggunakan dan mengorbankan segala nikmat yang diberikan Allah ke Jalan Allah, Nikmat yang didapat perlu kita urus dan gunakan di jalan yang benar. Sedangkan dalam bersabar, tidak ada kerja atau tambahan tanggungjawab laen selain menahan perasaan.  Sehingga mengapa Allah sampai berfirman bahwa yang bersukur itu hanya sedikit dari hamba-Nya, itu karena bersyukur itu bukan sesuatu yang mudah.

Kesimpulan :

  1. Ngumpul dengan wong cilik tak akan menjadikan diri kita menjadi kecil juga
  2. Bener juga kata bapakku, “azemi, bila kamu selamatan, jangan lupa ditengah tengahnya ada orang miskin, kau akan melihat senyum yang paling tulus adalah senyum orang miskin saat mereka kau jamu dengan kenikmatan ikhlasmu”.
  3. kalo kita belum bisa cair dalam berbaur untuk yang pertama, itu memang biasa, tapi bila kita keseringan berbuat seperti itu, insya’ allah akan mencair juga
  4. berbaur dengan wong cilik, akan mendapatkan sesuatu yang belum pernah kita dapatkan, misalnya doa mereka tulus, air mukanya gemercik mengalir menggelayut sampai juga ke hati
  5. salah satu bentuk pembelajaran untuk REPLEKSI DIRI

semoga bermanfaat.

Pakde Azemi

Yok Nyeruput kopi muca Cino asli Jowo

Sayangnya putriku ga mau dipoto, sehingga kenangan indahnya ga terekam, katanya wah pak, ga usah, publikasi segala………..yaa udah……

Iklan

2 Komentar

  1. di tunggu ya pak lammjutan cerita’y buat ngebuka mata batin saya biar bisa tambah dekat dengan lingkungan sekitar, TOP lah buat REPLEKSI DIRI buat pembelajaran, hehe…

  2. ditunggu ya cerita selanjut’y buat tambah ngebuka hati kecil saya tentang lingkungan di sekitar, TOP lah buat REPLEKSI DIRI sebagai bentuk pembelajaran, hehe…


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s