keHilangan “SEMANGKA” malah mendapat “MELON”


Jumatan ketemu mualaf….

ilustrasi

ilustrasi

Wajahnya bersih putih, mata sipit tapi diberi celak, sepintas mirip suku banjar kalimantan, saat ngobrol di beranda masjid setelah sholat jumat, kenalan, namanya pery sundap (nama samaran), ternyata ia dari etnis tionghoa. Walaahhhh mas pery, tak pikir sampean orang banjar dari ampel, tibake sampean keturunan tionghoa dari singkawang toh, hee pakde kecele yooo, mergane sampean pake celak kuwih manglingi.

Dalam perbincangan dengan mas pery, terungkap bahwa sebenarnya ia jadi mualaf karena saat itu nuruti pacarnya yang memaksa dirinya kudu islam, bila pengen terus pacaran, sebab menurutnya orang tua pacarnya ga mau punya menantu bukan beragama islam, atau kawin beda agama, saya harus berjuang belajar agama islam selama 2 tahun, agar bener bener menjadi pemeluk islam yang baik, saya baca buku2 tentang islam, saya belajar membaca alquran pada kiyai kampung deket kos kosan saya, sebelum saya masuk islam. Setelah saya paham bener tentang islam dan saya mantap untuk menjadi mualaf, maka saya putuskan untuk ikrar dengan membaca dua kalimat sahadah di sebuah masjid yang cukup benar di kota ini, setelah sholat jumat, tentu saja disaksikan banyak orang, ini memang saya sengaja, agar saya banyak dipersaksikan, sehingga untuk kembali ke agama awal saya jadi mikir mikir (maksud saya, pindah agama bukan hal main main, karena penuh rintangan).

Awal masuk islam orang tua saya saya kabari, alhamdulillah mereka bisa menerima keputusan saya ini, walaupun mereka agak takut pada diri saya akan tertutup untuk mendapatkan pekerjaan, namun saya yakinkan orang tua dan saudara saudara saya, bahwa menurut agama saya (islam), gusti allah akan selalu memberikan jalan untuk orang orang yang mau berusaha dan berdoa.

Setelah saya jadi muallaf, justru calon mertua saya, menolak saya untuk menjadi menantunya, karena dianggap saya masuk islam karena hanya menginginkan putrinya, sungguh ini diluar nalar saya, bahwa cobaan pertama saya masuk islam justru datang dari orang islam sendiri, bagaimana dengan  orang diluar islam yang dulunya mengenal saya dengan agama yang sama sekarang sudah beda dengan mereka ?, ini yang menghantui pikiran saya selama beberapa bulan setelah saya bener bener di tolak calon mertua saya. Sholat malam bener bener saya lakukan, untuk mendekatkan diri saya, agar dikuatkan hati, agar diberikan kekuatan, karena saya takut menjadi murtad apabila ga kuat menerima cobaan yang begitu besar dalam hidup saya ini, pekerjaan yang dahulu lancar jadi tersendat, kolega yang dulunya lancar jadi terpencar, sungguh luar biasa berat menurut saya saat itu.

Ketemu cewek putri guru ngaji sebuah kampung, saat saya sedang suntuk, pikiran sudah judeg, melihat tayangan tePe, trend bunuh diri di Mall, Jembatan penyerangan atau apartemen, saat itu saya putuskan untuk mendatangi Plasa (tengah kota), saya di lantai paling atas, ku tengok ke bawah, dalam hati ku katakan, bila diriku lompat dari sini, apakah mati?, kemudian saya jawab, gusti allah pemilik nyawa, bila aku ga mati kemudian aku lumpuh seumur hidup, apakah masih banyak yang mau peduli dengan diriku ?, saya jawab, tentu saja mereka akan mencemooh aku, karena aku salah memilih agama, maka saat itu aku menjauh dari dinding pembatas………

Dengan pikiran yang masih puyeng, jalanku gontai, tak sengaja aku menyenggol gadis berjilbab yang wajahnya manis, diriku roboh, mau muntah karena telah melihat ketinggian, gadis itu, memanggil satpam kemudian saya digotong ke kantor security, hingga aku siuman, gadis itu masih ada disebelahku, kemudian dia bertanya; mas, kenapa ?, rumahnya dimana, punya nomor HP temen anda ga saya hubungi, semua saya jawab dengan geleng kepala, lalu anda kemari dengan siapa ?, saya jawab dengan geleng kepala, apakah anda mau saya bawa ke rumah saya ?, saya jawab dengan mengangguk. Kemudian saya tak sadarkan diri.

Pertama kali saya mendengar banyak orang membaca alquran saat subuh, karena rumah itu ternyata sebagai tenpat untuk mengajar membaca alquran, ada anak kecil, tanggung besar hingga orang tua ikut belajar membaca alquran diu rumah itu.

Pemilik rumah tak mau membangunkan diriku karena dianggap saya bukan beragama islam, karena mata saya sipit, seperti pakde pertama kali mengenal saya, pasti mengira bukan orang islam kan ?. setelah saya bangun saya tanyakan kenapa saya tak di bangunkan saat subuh ? seisi rumah kaget ? haa anda Muslim ?, saya mengangguk, masa’allah, maapkan kami yaaa saya kira anda bulam muslim, hingga takut mengganggu tidur pulas anda, sekali lagi maapkan kami sekeluarga.

Setelah sholat subuh plus dhuha’ saya bercengkrama dengan keluarga gadis yang membawa pulang diri saya, abah, umi dan gadis itu sudah duduk kursi tamu, menunggu saya selesai sholat. Pertanyaan pertama datang dari abahnya, anda ditemukan sempoyongan di Plasa oleh nisa’ (nama samaran) dan anda dibawa pulang kemari, karena nisa’ takut anda dibawa orang yang keliru (salah) , sekarang ceritakan, apakah yang menyebabkan anda sampai seperti itu ?. Saya ceritakan persoalan hidup saya hingga saya ditolak calon mertua, sehingga saya nekat akan bunuh diri, setelah mereka mendengar yang demikian, serempak mereka, berkata, masa’allah, cuman masalah jodoh hingga anda akan mengambil hak gusti allah (mencabut nyawa).

Begini mas pery, ini tawaran saya bila anda mau, nisa’ anak saya ini bungsu, juga belum punya pacar, apakah anda mau bila saya nikahkan dengan nisa’ ? ini hanya penawaran saja, agar anda bisa hidup tenang dengan pendamping yang pasti, namun saratnya orang tua anda harus datang melamar kemari ?, jawabku :  “Abah, alhamdulillah, abah umi dan nisa’ percaya pada saya, namun maap, orang tua saya tak mungkin datang kemari, karena keadaan ekonomi orang tua saya kurang beruntung, untuk datang kemari memerlukan biaya yang tak sedikit, sedangkan untuk makan sehari hari saja, mareka kesulitan ?”, begini saja : “anda urus surat surat, agar dapat nikah disini, ini sebagai jaminan bahwa anda bener bener punya keluarga, bagaimana ?”, iya saya setuju abah, umi, insya’ allah dalam satu bulan ini saya mengurus surat surat untuk memperlancar pernikahan saya dengan nisa’, tetapi kan nisa’nya belum kita tanya, apakah mau dengan saya ? apakah ikhlas menerima saya sebagai suaminya kelak ? karena keadaan saya belum mapan?, abah dan uminya bertanya pada nisa’ : nisa’ bagaimana, apakah kamu mau dinikahi mas pery ?, sambil malu, nisa berkata, apakah abah dan umi’ suka, nisa’ akan jalani pernikahan itu kelak. Serempak kami berkata’ ALHAMDULILLAH.

Keluarga kami adalah keluarga sakinah mawaddah wa rahma, kami telah dikaruniai dua anak yang lucu lucu, perempuan dan laki, pekerjaan saya sekarang sudah lumayan berkembang, saya sudah bisa mengislamkan keluarga saya yang berada dikalimantan, kakak kakak saya ada yang ikut saya bekerja disini, ibaratnya pakde : saya ini kehilangan SEMANGKA tapi diganti MELON oleh gusti Allah, apabila saya nikah dengan calon saya yang dahulu, mungkin hidup saya tak seberuntiung sekarang ini. Yang memprihatikan saya adalah calon saya dahulu, sekarang punya pacar justru bikan beragama islam, dia nekar akan pindah agama bila tak direstui orang tuanya, masa’ allah pakde, saya jadi ikut mendoakan agar dia tetep beragama islam, karena ikut berjasa hingga saya beragama islam, kenapa sekarang justri dirinya yang akan pindah agama ? apakah dia sudah bener bener mengertti tentang islam  apakah mereka hanya islam karena keturunan  wa’allahu a’lam…….

Kesimpulan :

  1. Rencana gusti allah tak ada yang bisa ditebak oleh manusia
  2. Gusti allah selalu mengirimkan kebaikan untuk manusia bukan sebaliknya, namun kadang manusia poengen cepet cepet tahu berupa apa kebaikan itu
  3. Menjadi mualaf itu bukan pilihan tapi hidayah
  4. Jangan terpengaruh situasi sesaat, untuk menyudahi hidup ini, karena dibalik itu masih ada jalan yang akan kita hadapi, bunuh diri bukan sebuah pilihan tapi merupakan awal malapetaka yaumil kiyamah kelak.
  5. Kewajiban manusia hanya meminta, namun hak gusti allah untuk menolak permintaan itu

Sekian semoga jadi inspirasi yang baik untuk menndapatkan menantu…..

Pakde Azemi

Gak Kuat Juga untuk ga OL eFBe

Heeee sukses dan sehat selalu………………..

4 Komentar

  1. subhanallah…
    q ngerasa masih jauh dari sempurna menjadi seorang muslim, setelah membaca artikel ini…
    semoga kita semua diberi hiidayah oleh ALLAH SWT…
    amien..

    • terima kasih sudah mampir d blog pakde azemi, semoga bisa terus sharing….
      salam ukhuwa islamiyah

  2. Amazing…

  3. Subahanallah…benarbenar jodah tidak ada yg nyangka ya, Allah telah mempertemukan jodoh yg baik buat anda.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s