GAGAL coba KANORAGAN – – –


ilustrasi poto limbad

ilustrasi poto limbad

Masih ingat statusku beberapa hari lalu : “koyok yao yao wahe – koyok yao yao wahe – koyok yao yao wahe – koyok yao yao wahe – koyok yao yao wahe – koyok yao yao wahe – koyok yao yao wahe “. Ini ceritanya

Sore itu kampungku dikejutan dengan kerumunan massa, massa menyemut percis nonton topeng monyet yang sedang adu kepintaran, awalnya aku nga seberapa tertarik, karena pekerjaan di rumah sangat banyak sekali (numpuk), namun  karena teriakan massa yang begitu keras hingga aku g bisa konsentrasi lagi bekerja, sebab itu aku juga keluar untuk melihat apa yang sedang terjadi di sana.

Cak pardi seorang bakul Jamu (ider/dorong), nampaknya sedang mempertontonkan kehebatan dirinya dengan ilmu kanoragan (kebal), saat cak pardi beraksi, saya melihat sedang minum minyak tanah, kemudian menyulut obor dan disemburkan  pada api obor, sehingga api besar membumbung ke atas kerumunan massa, jeritan massa menambah gairah cak pardi untuk menunjukkan kehebatan lainnya, atraksi ke dua cak pardi ambil kelapa yang masih ada kulitnya, dengan cepat cak pardi mengupas kulit kelapa dengan mulutnya dalam waktu beberapa detik saja kelapa sudah terkelupas kulit (sabut)nya, tepuk tangan massa membuat cak pardi makin panas, teriakan massa lagi— lagi—– lagiiiii lagiiiiii lagiiii lagiiiii membuat cak pardi harus meneruskan aksi selanjutnya.

 

Paku dengan panjang kira kira 8cm ditunjukkan pada massa dengan gaya the master LIMBAT, cak pardi mendekat pada beberapa penonton untuk meyakinkan bahwa yang mereka pegang adalah PAKU ASLI, penonton mengangguk tanda mereka yakin paku yang ditunjukkan cak Pardi itu ASLI, dengan gaya the master magic. Cak Pardi mulai memperagakan gerakan mirip magic (sulap),  dengan  digigit dengan gigi kuat kuat, kemudian di tekuk ke bawah ke atas ke bawah ke atas kemudian patah, sorak sorai penonton menambah gairah cak Pardi untuk melanjutkan atraksi.

 

Atraksi yang mendebarkan hati penonton mulai di tunjukkan cak pardi, kalao tadi sudah macam macam property yang membayakan sudah dimainkan dengan elegan, menyulut api dengan minyak tanah yang disemburkan, makan silet, makan beling, kepala di kepruk dengan tumpukan bata, pipi di tembus dengan besi lancip dari kanan ke kiri…. pokoknya menyeramkan

Kini Cak Pardi menunjukkan kehebatan dirinya dengan membawa sebatang linggis dengan diameter lumayan gede, semua penonton di dekati dengan menunjukkan linggis yang dia bawa adalah asli dari besi, semua pada berebut untuk menjadi saksi, satu penonton di seret maju untuk melakukan adegan yang mendebarkan, penonton tersebut disuruh untuk melakukan adegan mengayunkan linggis tersebut pada kepala sang “MAGICIAN” cak Pardi, awalnya penonton melakukan ayunan dengan setengah hati, karena rasa takut masih menyelimuti hatinya, sehingga saat kepala cak Pardi di kepruk (timpah) linggis, benda tumpul tersebut masih kokoh tak bengkok sedikitpun, semua penonton bersorak seolah mengejek pelaku yang setengah hati (takut), ini mengakibatkan seorang dari kerumunan masa, angkat tangan ingin melakukan adegan yang mendebarkan tersebut.

Setelah linggis dipegang, pelaku sepertinya berdoa dengan komat kamit setelah itu memberikan isarat dengan jempol sebagai tanda dirinya telah siap melakukan, cak Pardi juga memberi isarat dengan jempolnya, maka saat itu ayunan keras linggis mengenai kepala cak Pardi, namun sayang benda keras itu masih belum bengkok, cak Pardi memberi isarat dengan tulunjuknya yang artinya sekali lagi, maka pelaku mengayunkan benda tersebut pada kepala cak Pardi, namun sayang kali ini cak Pardi sedang apes, ayunan keras pelaku menyebabkan cak Pardi terkapar tak sadarkan diri, maka penonton rame rame menolong sang Master untuk dibawa ke UGD. Ini mungkin akhir dari perjalanan cak Pardi untuk mempertontonkan kehebatannya harus berurusan dengan rumah sakit “tak sadarkan diri”, penonton yang tadinya enggan memberikan ideran kardus biskuit yang di bawa isteri cak Pardi, secara sepontan kardus yang tadinya sepi duit, setelah cak Pardi “AMBRUG” berebut memberikan duit, bahkan ada yang suka rela memberikan sebagian duit untuk pengobatan rumah sakit.

 

Kesiumpulan :

  1. Ilmu kebal (kanoragan) banyak digunakan oleh kalangan tertentu seperti yang pernah saya baca :

 

1.ilmu kebal asmak malaikat< Asmak Malaikat, dari Keras ke Dingin>

Ilmu kebal ”Asmak Malaikat” boleh dikata ilmu yang bertahap dari keras menuju dingin. Artinya, pada tingkat pertama ilmu itu berfungsi untuk kebal pribadi. Tingkat kedua ”Aji Prembanyu” yang mampu melemaskan fisik orang yang berniat jahat.anti kebal sihir/guna-guna/pelet/santet Sedangkan tingkat ketiga untuk menggagalkan segala niat jahat.kelebihan yang laen ditembak peluru seluruh badan ndk mempan peluru,kebal tusuk/tikam,bacok,kebal penggal kepala dsbnya.

 

2.ilmu kebal gatot kaca .

Sering digunakan pada kalangan tertentu…….

Coba klik blog berikut ini

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5029932

  1. Ilmu kanoragan tidak dikenal dalam dunia islam, namun lebih dikenal pada masyarakat jawa, misalnya untuk pertunjukan sirkus, ato masyarakat jawa barat (banten) seperti atraksi debus, namun semua itu insya’ allah bukan dari amalan yang diajarkan Kanjeng nabi Muhammad SAW.
  2. Keterbatasan manusia memiliki kekuatan, perlu diakui dan dicermati oleh setiap orang yang pengen belajar kanoragan, karena itu perlu kita memiliki keyakinan akan sifat sifat manusia, saya inget pesan bapak saya seperti :

kata Bapakqu : “azemi, kalau sekujur tubuh sakit itu pertanda kamu masih bernama manusia, sebab kalau sekujur tubuhmu sudah tak merasakan sakit, artine kamu sudah jadi MAYA”

artinya; bila kita tak memiliki sifat sakit, lapar, ngantug, maka sifat manusia kita sudah berganti dengan sifat malaikat ato bahkan sifat setan, sebab makhluk gusti Allah tersebut tak punya sifat seperti manusia, bisa nangis, bisa kenyang dll apalagi ngentit duit negoro yoo ga mungkin, karena mereka ga butuh itu semua.

 

 

Sekian semua bisa jadi pencerahan di hari minggu

 

Surabaya ; 3 april 2011

Pakde Azemi

nyeruput teh ijo cap wolusiji.com

 

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s