Resep agar tak menyesal Kelak – – – – – –


belajar NGAJI

belajar NGAJI

Kebanyakan dari kita terlalu mikir masa depan, namun masa depan yang abadi (hidup setelah mati) jarang kita pikirkan, kita hanya berburu dunia tanpa memberikan balancing pada kehidupan akherat, bagaimana hidup ini bisa senang bila dalam pikiran kita hanya dunia saja, kata anak sekarang capek dech !.

Coba perhatikan bagaimana orang tua berusaha untuk membuat anaknya jago fisika, jago matematika, biologi, ekonomi dengan memberikan jatah pengeluaran duit yang begitu besar, namun untuk urusan akherat anak anak kita jarang kita berikan porsi yang sama (jatah duitnya), kita cenderung melihat sebelah mata untuk urusan baca alquran dan pendalaman agama, padahal agama adalah merupakan kebutuhan rohani yang perlu kita berikan juga, agar ada keseimbangan dengan kebutuhan raga kita.

Jujur saja sekolah yang berbasis agama (islam) hanya sedikit yang memiliki kategori plus, kecendrungan kita menyekolahkan pada sekolah berbasis agama islam tak mau bayar mahal, sehingga sekolah berbasis agama (islam) banyak yang ketinggalan dalam sarana prasarana. Andai kita mau tak merokok (bagi perokok), maka kemampuan untuk membayar sekolah 300ribu/bulan bisa kita lakukan, tetapi kenapa kita tak mau bayar sekolah dengan spp sebesar itu ?, terutama sekolah yang berbasis agama islam !.

Mari kita persiapkan generasi MUSLIM dan MUSLIMAH, agar mereka tak terbawa oleh prilaku HIDONIZM, perilaku ing Ngarso mbangun Geriyo. Ing Madyo nGelumpukke Arto, tutWuri melu nadahi, (generasi KURUP), tentu pendekar pendidikan kita Ki hajar Dewantara akan menangis bila melihat pendidikan di negeri karut marut. Monggo kita berupaya memberikan kontribusi positip pada lembaga pendidikan agama islam, mulai dari sedikit, insya’ Allah lama lama kita bisa gede juga, salurkan sedekah dan zakat mall kita untuk bidang pendidikan dengan porsi yang seimbang.

Marilah kita renungkan  catatan di bawah ini :

Ada  4 golongan minta dispensasi masuk surga, karena saat didunia mereka ga sholat :

  1. Golongan orang miskin, mereka minta masuk surga karena dulu ga sempat sholat karena ia harus kerja keras untuk cari kekayaan, di tolak karena nabi isa miskin tetapi tetep sholat
  2. Golongan ke dua, minta masuk surga dia dlu g sempat sholat karena sibuk, ditolak    sholat juga tak pernah di tinggalkan oleh nabi yusuf sebagai pejabat yang sibukarena
  3. Golongan kaya, dia ga sempat sholat karena harus bisnis mencari kekayaan, ditolak karena nabi sulaiman kaya juga tak pernah lupa sholat, malah dia mati saat sholat
  4. Golongan orang yang susah dengan kehidupannya, dia minta masuk surga karena dia selalu ditimpa kesusahan sepanjang hidup, ditolak, karena nabi ayub orang yang paling sudah sepanjang hidup, tapi tetep sholat

Sebuah pembelajaran untuk kita agar kita tak menyesal saat hari akhir kelak, karena itu perlu kita renungkan hadits ini :

“Rebutlah lima perkara sebelum datang lima perkara lain,

  1. masa muda engkau sebelum datangnya hari tua,
  2. masa sehat engkau sebelum dilanda sakit,
  3. masa kaya engkau sebelum masa miskinmu,
  4. masa lapang engkau sebelum datangnya waktu sibuk,
  5. dan masa hidup engkau sebelum datangnya saat kematian.”

(Hadith Riwayat Muslim dan Tirmizi dari Amru bin Maimun r.a.)

Semoga bermanfaat

Pakde azemi

Nyeruput teh anget cap polowijo

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s