UNTUK WANITA KARIR, Renungkan yang satu ini – – – –


Note ini terinspirasi maraknya perempuan melakukan hal yang diluar nalar kewanitaan (lembut. Bersahaja, romantis dan mengayomi), wanita yang dimaksud adalah wanita yang terkenal karena tabiatnya menyimpang dari kodrat kewanitaan (MENIPU dan NggenDAM Nasabah) Pikiran kita masih pada sosok Selly dan Malinda Dee walaupun masih banyak wanita wanita yang nekat melakukan sesuatu yang bukan porsinya.

Note ini bukan untuk melarang wanita bekerja, karena budhe azemi juga bekerja, namun note mengajak wanita dan lelaki untuk merujuk dan mereposisi alquran dalam kehidupan sebagai amal sholeh/a.

Mencari napkah menurut agama islam sudah jelas telah tersurat dalam alquran seperti  di bawah  ini:

Para lelaki (suami) itu pemimpin bagi para wanita (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (yang lelaki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (yang lelaki) telah memberikan nafkah dari harta mereka” (QS. An-Nisa: 34).

Ini sebagai indikasi bahwa tanggung jawab mencari napakah dibebenkan pada lelaki, wanita sebagai isteri sebaiknya tetep di rumah seperti yang  tersurat dalam alquran sbb :

Hendaklah kalian (para istri) tetap di rumah kalian” (QS. Al-Ahzab:33).

Catatan :

Ahli Tafsir ternama Imam Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini dengan perkataannya: “Maksudnya, hendaklah kalian (para istri) menetapi rumah kalian, dan janganlah keluar kecuali ada kebutuhan. Termasuk diantara kebutuhan yang syar’i adalah keluar rumah untuk shalat di masjid dengan memenuhi syarat-syaratnya” (Tafsir Ibnu Katsir, 6/409).

Banyak yang menafsirkan kalimat kecuali ada “kebutuhan” itu termasuk mencari tambahan kebutuhan rumah tangga, sehingga inilah yang mendorong muslimah untuk tampil membantu suami mencari tambahan kebutuhan rumah tangga.

Apakah hal ini wanita di perkenankan bekerja menurut agama islam ?

alam cacatan saya tak berani menghukumi boleh atau tidak boleh,. Namun saya pengen sharing pengetahuan.

Syaikh Abdul Aziz Bin Baz mengatakan: “Islam tidak melarang wanita untuk bekerja dan bisnis, karena Alloh jalla wa’ala mensyariatkan dan memerintahkan hambanya untuk bekerja dalam firman-Nya:

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ

Katakanlah (wahai Muhammad), bekerjalah kalian! maka Alloh, Rasul-Nya, dan para mukminin akan melihat pekerjaanmu“  (QS. At-Taubah:105)

Perintah ini mencakup pria dan wanita. Alloh juga mensyariatkan bisnis kepada semua hambanya, Karenanya seluruh manusia diperintah untuk berbisnis, berikhtiar dan bekerja, baik itu pria maupun wanita, Alloh berfirman (yang artinya):

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian saling memakan harta sesama kalian dengan jalan yang tidak benar, akan tetapi hendaklah kalian berdagang atas dasar saling rela diantara kalian” (QS. An-Nisa:29),

Nah dari ayat alquran di atas, maka islam memperkenankan pwnita bekerja untuk memberikan tambahan napkah keluarganya, namun kita masih pelu memperhatikan hal hal sebagai berikut, jika istri ingin bekerja, diantaranya:

1. Pekerjaannya tidak mengganggu kewajiban utamanya dalam urusan dalam rumah, karena mengurus rumah adalah pekerjaan wajibnya, sedang pekerjaan luarnya bukan kewajiban baginya, dan sesuatu yang wajib tidak boleh dikalahkan oleh sesuatu yang tidak wajib.

2. Harus dengan izin suaminya, karena istri wajib mentaati suaminya.

3. Menerapkan adab-adab islami, seperti: Menjaga pandangan, memakai hijab syar’i, tidak memakai wewangian, tidak melembutkan suaranya kepada pria yang bukan mahrom, dll.

4. Pekerjaannya sesuai dengan tabi’at wanita, seperti: mengajar, dokter, perawat, penulis artikel, buku, dll.

5. Tidak ada ikhtilat di lingkungan kerjanya. Hendaklah ia mencari lingkungan kerja yang khusus wanita, misalnya: Sekolah wanita, perkumpulan wanita, kursus wanita, dll.

6. Hendaklah mencari dulu pekerjaan yang bisa dikerjakan di dalam rumah. Jika tidak ada, baru cari pekerjaan luar rumah yang khusus di kalangan wanita. Jika tidak ada, maka ia tidak boleh cari pekerjaan luar rumah yang campur antara pria dan wanita, kecuali jika keadaannya darurat atau keadaan sangat mendesak sekali, misalnya suami tidak mampu mencukupi kehidupan keluarganya, atau suaminya sakit, dll.

Yang perlu diperhatikan seorang wanita bila ingin berkakrir adalah, dampak yang ditimbulkan bila wanita berkarir di luar rumah :

1. Penelitian kedokteran di lapangan (dunia Barat) menunjukkan telah terjadi perubahan yang amat signifikan terhadap bentuk tubuh wanita karir secara biologis, sehingga menyebabkannya kehilangan naluri kewanitaan, tetapi tidak berubah jenis kelamin menjadi laki-laki. Jenis wanita semacam ini dijuluki sebagai jenis kelamin ke tiga.

2. Menurut data statistik, kebanyakan penyebab kemandulan para istri yang bekerja sebagai wanita-wanita karir tersebut bukan karena penyakit yang biasa dialami oleh anggota badan, tetapi lebih diakibatkan oleh ulah wanita di masyarakat Eropa yang secara total, baik dari aspek materil, pemikiran maupun biologis lari dari fithrahnya (yakni sifat keibuan).

3. Para wanita karir yang menjadi ibu rumah tangga tidak dapat memberikan pelayanan secara kontinyu terhadap anak-anak mereka yang masih kecil, karena hampir seluruh waktunya dicurahkan untuk karir mereka.

4. Berkurangnya angka kelahiran, sehingga pemerintah negara tersebut saat ini menggalakkan kampanye memperbanyak anak dan memberikan penghargaan bagi keluarga yang memiliki banyak anak. Hal ini tentunya bertolak belakang dengan kondisi yang ada di dunia Islam.

Kesimpulan :

  1. Wanita kudu cerdas sebelum memutuskan untuk berkarir, karena mencari harta berlebihan bukan cuman akan membebani diri kita saat mencarinya, namun harta itu bisa menimbulkan pitnah dan kehancuran apabila salah dalam pencariannya dan salah dalam penempatannya (Al-Anfal ayat 28 dan surah At-Taghabun ayat 15)
  2. Banyak rumah tangga yang berantakan akibat kurang focus seorang wanita dalam hakekat berumah tangga
  3. Kerasnya godaan dunia dapat memposisikan wanita keluar dari sifat/ kodrat kewanitaan
  4. Perlu membaca QS. Al Hadiid, 57: 20 – sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan bisa melalaikan – – – – – –
  5. (QS. Al Humazah, 104: 3) Dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya. Dunia ini cuman sebentar perlu dipikirkan
  6. Apakah manusia mengira, dia akan dibiarkan begitu saja (tanpa ada perintah, larangan dan pertanggung-jawaban)?!” (QS. Al-Qiyamah:36, lihat tafsir Ibnu Katsir 8/283).

Semoga isteri isteri kita, anak anak kita, temen temen kita, ponakan ponakan kita khususnya yang wanita (perempuan) yang berkarir, dapat  belajar banyak dari ‘PERISTIWA” yang kerap terjadi dilakukan kaum Hawa.

Semoga tidak ada yang tercederai, bermanfaat. . . . . . . .

Pakde Azemi

Menanti Kerupuk Tahu…..

 

Iklan

1 Komentar

  1. Blogs.21Rs.es

    UNTUK WANITA KARIR, Renungkan yang satu ini – – – – | Pakde Azmi


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s