Kok BERANI ya ngeBOM BAITULLAH – – – – – –


Note ini sekedar repleksi diri, kenapa banyak cibiran pada orang islam, katanya orang bisa sesuka hati berbuat sesuatu tanpa rujukan Alquran dan Hadits, sehingga sesama muslim berantem bahkan bertempur seperti yang kita lihat di negara negara islam : Tunisia, Mesir sekarang masih terjadi di Libya.

Yang saya ga bisa mikir adalah sifat membabi buta pada sebagian orang yang mengaku islam, tega teganya melakukan pengrusakan dengan mengeBOM masjid.

Padahal Masjid itu BAITULLAH artinya Rumah Allah, astaghfirullah, bagaimana mereka berani mengotori rumah Gusti Allah, bagaimana mereka nekat merusak rumah Allah. Padahal ada adab bila seseorang ingin masuk masjid.

Seperti , di dalam masjid kita dilarang mengeraskan suara saat membaca alquran, kenapa?, agar kita tidak menganggu orang yang sedang sholat. Bagaimana dengan BOM ?, apakah tidak menganggu ?, bukan cuma mengganggu tapi membuyarkan ibadah itu sendiri karena semua pada kabur.

Mari kita repleksi diri tentang, peran rosulullah saat pertama kali beliau lakukan saat hijrah, yaitu menyatukan dua kaum Anshor (masyarakat desa) dan Kaum Muhajirin (masyarakat metropolis mekkah) saat itu, karena itu dua kaum ini harus di satukan dalam ikatan sodara seperti yang tertulis dalam alquran . surat Al-Hujurat  ayat 10

[49:10] Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.

Mari kita Pikir Ulang tentang Sahadat kita :

“Ashadualla Ilaha Illa al-Allah”  artinya kita telah sepakat/mempersaksikan, bahwa tiada illah (tuhan) kecuali Allah yang patut di sembah.

Dengan persaksian ini kita wajib tunduk dan patuh pada aturan aturan yang telah di gariskan Gusti Allah, bukan hanya tak mempersekutukan gusti Allah saja, tetapi kita wajib mentaati dan mengimani segala bentuk perintah dan laranganNYA.

Sedang Wa Assahadu anna Muhammadar rasulullah, artinya kita sepakat bahwa nabi Muhammad adalah Utusan Gusti Allah, maka kita wajib mengimani beliau dengan sami’na wa ato’na, mendengar dan siap melaksanakan, segala apa yang diucapkan rosul itu wajib kita benarkan, segala yang dilakukan Rosul wajib kita ikuti, karena kanjeng nabi Muhammad adalah uswah (teladan) umat islam, nah bagaimana rosul bergaul dengan orang non muslim harus kita rujuk, bukan malah kita menjauhi non muslim, bagaimana rosul bersedekah, bagaimana rosul memimpin perang, bagaimana rosul memperlakukan tawanan perang, itu semua harus kita rujuk, agar Rahmatan Lil Alamin bukan cuman sloga namun sudah menjadi makanan pokok umat islam.

Menariknya, Islam sebagai agama yang sempurna, sudah mengajarkan semua itu, dengan Rasulullah saw sebagai model utamanya. Innama bu’itstu liutammima makaarimal akhlaq, sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq, demikian sabda Rasulullah saw. Akhlaq dalam seluruh bidang kehidupan, bagaimana berinteraksi dengan orang tua, dengan sanak keluarga, dengan tetangga, dan seterusnya.

Mari kita merapatkan badisan agar kita bisa bersodara seperti tertulis dalam beberapa hadits :

”Tidak beriman salah seorang di antara kamu sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari-Muslim)

 

 

”Tahukah kamu kepada siapa api neraka diharamkan?” Para sahabat menjawab, ”Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Lalu Nabi saw bersabda, ”Kepada orang yang lemah lembut, yang selalu memudahkan, dan selalu dekat (akrab)” (HR. Tirmidzi)

 

”Siapa yang ingin dijauhkan dari api neraka dan masuk surga maka hendaklah ia mati dalam keadaan bersaksi Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, dan hendaklah ia memperlakukan orang lain dengan sesuatu yang disukainya jika dilakukan pada dirinya.” (HR. Muslim)

 

”Jika salah seorang di antara kamu bertemu dengan saudaranya maka ucapkanlah, ’Assalamu’alaikum warahmatullah.’” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan an-Nasa’i) ”Tidaklah dua orang muslim bertemu lalu berjabatan tangan melainkan keduanya akan diampunkan (dosanya) sebelum mereka berpisah.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

 

Kesimpulan :

  1. 1.      Tidak semua orang bisa masuk masjid, karena memasuki masjid ada adabnya (tata cara)
  2. 2.      Merusak masjid (Baitullah) pasti membuat Gusti Allah sangat marah
  3. 3.      Perlu rujukan kita dalam beragama sesuai dengan TEKAD kita membaca dua kalimat sahadat, aturan dan garisnya sangat jelas Alquran dan hadits
  4. 4.      Mari kita rapatkan hati kita untuk menjadi bagian dari muslim, muslimah ssatu dengan yang lain (bersodara), sehingga kita tak mencederai, hati, fisik atau harta benda mereka.

 

Semoga peristiwa ini adalah peristiwa yang terakhir, menimal kita berdoa, agar Gusti Allah menunjukkan sesuatu yang gelap jadi terang, yang sulit jadi mudah, yang batil jadi Haq……

Untuk lebih mendalami ADAB DI DALAM MASJID klikhttp://blogkarkun.wordpress.com/author/blogkarkun/ 

Untuk lebih mendalami MAKNA DUA KALIMAT SAHADAT kilik

http://abu0mushlih.wordpress.com/2009/01/07/makna-dua-kalimat-syahadat/

Pakde Azemi

Sakit Hati, melihat Baitullah di buat sasaran Teror

Iklan

1 Komentar

  1. koq bisa bisa nya ya masjid dijadikan sasaran..
    kasihan pelaku pengebom, mungkin dia kena tipu daya muslihat setan.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s