HARAP TENANG ADA UJIAN – – – – –


Bismillahirrohmanirrohim..

Saat nulis status seperti di bawah

AROMA UJIAN NASIONAL BAGAI PERANG – di JAGA POLISI, di awasi TIM INDIPENDEN, di KOREKSI PTN – seharusnya di LENGKAPI DALMAS saat diantar dengan PANSER – – – –

oh oh oh negeri Om Pim Pa – seharusnya SISWA merasa seneng saat UJIAN karena akan rampung menjadi siswa berganti menjadi MAHASISWA – namun nyatanya mereka podo DEGDEGAN – – – –

Kok pengen nulis note tentang Ujian Nasional. Bangsa ini memakai tolok ukur apa?, hingga pendidikan di negeri ini menyesakkan dada banyak orang, mulai Pejabat daerah. Takut tingkat kelulusan merosot, akan berdampak buruk “stempel” daerah, Orang tua was was karena banyak siswa yang tak bodoh bodoh amat malah ga lulus, sedangkan yang cuman panjang lehernya malah lulus, aneh kata mereka, Elemen sekolah Kepala sekolah, Guru, juga staff tata usaha ikut sibuk mempersiapakan materi (anggaran) dan tenaga agar sekolahnya sukses 100%. Tak salah memang mereka pengen sukses, yang menjadi pertanyaan sekarang, KENAPA UJIAN KOK MEMBUAT BANYAK PADA “MENDEM” (mabuk).

Coba kita buka beberapa  link yang telah saya baca dan amati, memang semuanya “menyeramkan”

Sekolah Jangan Coba-coba Dongkrak Nilai! 

http://edukasi.kompas.com/read/2011/04/11/10325814/Sekolah.Jangan.Coba-coba.Dongkrak.Nilai

kalimat diatas jelas, ada intimidasi pada lemabaga pendidikan, seolah lembaga pendidikan sudah tak mampu lagi dipercaya sebagai lembaga yang indipenden, sehingga perlu di periksa “KPK” Kelompok Pemeriksa Kasar.

Mendiknas: Kebocoran Mudah Ditelusuri!

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Nasional mengatakan, jika sekolah berlaku curang dengan mendongkrak nilai ujian sekolah, sekolah tersebut akan dikenai sanksi.

“Nilai ujian sekolah bisa dihapus (nol) dan sekolah yang bersangkutan masuk daftar hitam,”kata Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh seusai melakukan inspeksi mendadak ke Percetakan Balai Pustaka, Sabtu (9/4/2011), di Pulo Gadung, Jakarta.

http://edukasi.kompas.com/read/2011/04/11/10581119/Mendiknas.Kebocoran.Mudah.Ditelusuri.

Setingkat menteri, seharusnya beliau mengeluarkan statemen yang menyejukkan, dari kalimat Pak menteri,  sudah terindikasi UN akan bocor, lhooo kalau takut Bocor kenapa di lanjutkan, kan mendingan ga usah saja, agar kita ga menghabiskan energi hanya untuk memikirkan UN.

Kapolda Jawa Timur Jamin Pengamanan Ujian Nasional

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Harung juga memastikan proses distribusi soal UN juga telah dilakukan secara aman. “Dari Jakarta soal dikawal polisi. Masuk wilayah perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah, personil dari Jawa Timur langsung mengambil alih pengamanan,” ucap Harun.

Sesampai di Surabaya, soal UN langsung dibawa ke kompleks TNI Angkatan Laut untuk dikarantina sambil menunggu proses distribusi ke daerah-daerah. “Ada tujuh petugas yang akan menjaga di setiap titiknya,” papar Harun.

http://tempointeraktif.com/hg/surabaya/2011/04/14/brk,20110414-327417,id.html

bagaimana kita tak katakan mirip perang, naskah soal saja harus disimpan di BARAK TNI AL, opo tumon ? kalau bukan untuk berperang untuk apa, pendidikan di kait kaitkan dengan TNI, lucu sekali negeri ini.

Soal Ujian Nasional Dititipkan Di Kantor Polisi

http://tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2011/04/15/brk,20110415-327668,id.html

sungguh luar biasa naskah soal bagaikan terorisa yang harus digotong dari satu pos polisi satiu ke pos polisi lebih tendah, dengan penjagaan yang luar biasa ketatnya, senjata klaras panjang, makin membuat miris yang melihatnya, semua aparat negara disiagakan agar tak ada yang berinisitip mencuri naskah.

Dan, Mereka Menangis Menjelang Ujian…

http://edukasi.kompas.com/read/2011/04/16/1340466/Dan.Mereka.Menangis.Menjelang.Ujian.

Sekolah menambah anggaran untuk melaksanakan doa bersama (istighosah), yang belum terpikirkan bagaimana dengan yang beragama non muslim ?, sampai detik ini belum ada sekollah mengadakan doa bersama dari agama non muslim…..

Guru: Istigasah, Kok, sampai Pagi?

http://edukasi.kompas.com/read/2011/04/11/16432776/Guru.Istigasah.Kok.sampai.Pagi

bayangkan, istighosah yang dilaksanakan sebuah sekolah hingga larut malam, sampai pagi, ini akibat makin tertekannya lembaga pendidikan dengan “ujian nasional”

Berdoa, Siswa Cemaskan “Human Error”

http://edukasi.kompas.com/read/2011/04/16/15282737/Berdoa.Siswa.Cemaskan.Human.Error

disamping berdoa mereka juga takut human error seperti pengawas yang kurang waspada pada siswa karena grogi tak menuliskan nama, tanda tangan, nomor ujian, karena ini sering terjadi walaupun sekolah sudah mewanti wantin (memperrtingatkan), pada siswa masing masing.

Siswa Hadapi Ujian di Sekolah Bambu

http://edukasi.kompas.com/read/2011/04/16/14512917/Siswa.Hadapi.Ujian.di.Sekolah.Bambu

padahal kualitas sarana sekolah diseluruh indonesia tak sama, seperti link di atas, masa’allah, ujian sekolah di kelas yang masih terbuat dari bambu, andai duit untuk UJIAN NASIONAL yang begitu gede, sebaiknya di berikan pada sekolah yang sudah tak layak di tempat, bukan berarti saya anti dengan UN, hanya saja, acara akomodasi soal tak seseram yang kita baca sekarang.

“Stop Ujian Nasional, Laksanakan Putusan MA” 

MA dalam putusan kasasi pada 2009 menyatakan melarang ujian nasional. Alasannya, MA menilai pemerintah selaku pihak tergugat lalai memenuhi kebutuhan hak manusia di bidang pendidikan dan mengabaikan peningkatan kualitas guru. Putusan itu mengabulkan gugatan citizen lawsuit yang diajukan Kristiono. Dia meminta pemerintah meninjau ulang sistem ujian nasional.

Kementerian, kata Ibnu, menghormati segala putusan hukum. Tapi pelaksanaan ujian nasional tahun ini juga memiliki fakta lain, yakni kesepakatan politik antara pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat untuk terus menggelar ujian. “Jadi tentu akan tetap dilaksanakan karena sudah ada keputusan itu,” katanya. Ibnu menegaskan ujian nasional dibutuhkan untuk membuat pemetaan kualitas pendidikan. Melalui hasil ujian, akan diketahui kebutuhan pendidikan tiap-tiap daerah.

http://tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2011/04/15/brk,20110415-327608,id.html

padahal MA sudah memutuskan agar UN  dilarang, dengan alasan sudah jalan dan teranggaran bersama DPR, maka UN harus lanjut. Ya sudah mau apa, kalau lembaga peradilan, yang dapat menilai adil dan tidak adil saja, tak di indahkan, apalagi masyarakat seperti ente nente ini heee

di bawah ini stayus status ponakanku yang bisa memberikan indiokasi bahwa UN sangat menakutkan mereka

El Badri  Haduwhhh,, Qw kog ngedrop gni yhh bdan qw,,, Pnas, greges,,,, Pdahal bzokk unas….

Meilany Anjani  Mau UN berasa seperti lebaran , dari kemaren sms dari temen2 pada minta maap semua –”

ZulVan To A  ‎.kwand”,, .tl0ng maavin smwa ksalahan qwh yyah,, baik yg d sNgaja maupun yg ta’ d sNgaja. .n aqwh mNta d0’a kLiand sm0ga unas nnti lulus 100%..

.amien…

Azmi Sadida Moeniri i hope everybody pray for me……….! and i hope ,,,my national test to be a success,,,,, this is for all my friends,,,,

Pakde Azemi  dapat SMS, pakde berhubung mo UN ku minta maaf pabila ada kesalahan, setelah ku tanya, apakah sudah minta maap pada emak dan bapak kamu ? di jawab belom, heeeee sanaaaa ke emak dan bapak kamu duluan heeee

Coment Ayoe EQiey Maharatri kebanyakan gengsi pakde 😦 Ayoe EQiey Maharatri rencananya besok pagi pas mau berangkat istigosah pakde 😀

Meilany Anjani Setujuuu saama pakdee 😀

Aku sampe skr juga belum sms kesana kemari buat mohon maaf pakde . Hihihi

Susi Reza Andani  Teman-teman,aku menangis bukan karena kita berpisah. Tapi aku menangis karena aku bahagia kalo kelak aku ngelihat kalian jadi orang sukse. SEMANGAT UNAS 2011 !!!

Aya Weasley  Besok UN . Kog malaah tnda” sakiiit giniiiii !! gg bolee sakiiiiitttt……. -.-”

Achmad Agus Wachid  Do’akan agus buk. . Do’akan agus dberi kemampuan,kemudahan serta kelancaran. .

Kegalauan mereka nampak pada status status yang bisa saya rekam, ini hanya sebagian saja, bagaimana, siswa di tempat lain, tentu lebih heboh kaleee yaa, mereka hanya bisa berharap, agar dapat LULUS dan sukses mencapai ciota cita itu saja tak lebih.

Kesimpulan :

  1. Perlu kalimat kalimat yang baku dari banyak kalangan pejabat, elemen sekolah, orang tua, juga dari siswa sendiri, agar UN tidak menyebabkan pembebanan pada pikiran siswa, sehingga malah jatuh sebelum bertempur
  2. Penyederhanaan akomodasi naskah soal, tanpa melibatkan elemen POLISI dan TNI untuk memboyong naskah soal, ini sangat berpengaruh pada image nageri, bahwa untuk mencapai kesuksesan seorang siswa harus dikawal dengan “SENJATA”.
  3. Sebaiknya bangsa ini memikirkan outputnya nanti daripada memikirkan pelaksanaan UN itu sendiri.
  4. Tanpa ujian nasional, siswa teruji saat akan memasuki jenjang yang lebih tinggi, ke PTN mereka harus terseleksi yang kurang pinter akan tereliminasi secara alam, kalau kita pinjem kata kata bijak masyarakat jawa BECIK KETITIK OLO KETORO – kita GANTI DENGAN PINTER KETITIK BODIH KETORO

Note ini tak bermaksud mengurui banyak pihak, tak bermaksud menentang UN, tak bermaksud mencederai hati banyak orang, namun sekedar OMDO (Omong Doang)

Semoga bisa jadi inspirasi para pendekar BANGSA, pendekar muridnya, pendekar rakyatnya dan pendekar putra putrinya

Untuk murid2 seluruh INDONESIA – semoga kalian sukses dan sehat selalu, jadi pemimpin bisa menyenangkan rakyatnya…..

Alhamdulillah…

Pakde Azemi

Semedi mencari SOLUSI tepat untuk bangsa ini.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s