Lho Preman kok Nangis Mewek mewek – – – –


Ini hanya cerita Piksi seperti Deodoran dipake aja kalo kita butuh, biarkan kalo ga butuh.

Saat besuk konco, kamar sebelah kok rame tenan, ada yang mewek kenceng banged, huaa huaaa heeeeeeee, hua hua heeeeeeeeeeeeee, yang dengar sebagian mesem sebagian bingung seperti halnya saya saat itu bertanya tanya, ada apa sih kok ribut banget…..

Saat kudekati kamar dengan suara orang mewek, ternyata ada lelaki tegap dengan tato hampir seluruh tubuh, bener  bener mewek sejadi jadinya, sepintas nampak lucu kok gak malu dengan TATO perlambang GARANG dan JANTAN ehhhhh meweekkkkk.

Menurut keluarga yang mendampingi nama lelaki ber TATO itu adalah bang Jono (bukan nama sebenarnya), adalah lelaki yang tak memiliki pekerjaan tetap, hidupnya di habiskan dengan mabuk mabukan bersama kawan kawan, bang Jono tipe lelaki yang malas bekerja, karena dengan kumpul kawan kawan Bang Jono sudah dapat jatah rokok, kopi juga makan minum setiap harinya.

Istri Bang jono mb’ Suci (juga bukan nama sebenarnya) adalah wanita santun, tutur katanya kalem. Disamping giat beribadah, mb’ Suci termasuk wanita yang mandiri, dia bekerja pada sebuah biro perjalanan terkenal di kota ini, karena kesabaran isterinya, bang Jono walaupun malez bekerja dia tak pernah marah pada isterinya, Bang sangat Cinta setengah mati, kalau bicara dengan mb, Suci dengan bahasa yang enak, suara yang lembut, pendek kata Bang Jono sangat perhatian dengan isterinya, bila isterinya minta diantar kemana bang Jono tak pernah menolak, walaupun itu jarang dilakukan mb’ Suci untuk minta diantar Bang Jono.

Saat Bang Jono enak enaknya minum minum dengan kawan kawan, HPnya berdering tut tilut tilut tut tilut tilut, tut tilut tilut tanda sms masuk, saat dilihat sms dari adik iparnya isinya :, mas, isteri sampean di rumah sakit XXXXXXXXXXX, ga bisa melahirkan, tolong sampean datang, mb’ suci minta di temeni. Muka Bang Jono merah, badan sempoyongan Bang Jono nyegat TAXI menuju RS, sesampai di rumah sakit keluarga sudah bergerombol di depan pintu kamar operasi, Bang Jono menerobos kerumunan orang, namun berhenti karena pintu kamar tertutup, tak berapa lama pintu di  buka, seorang suster tanya apa ada suaminya disini ?, bang Jono angkat tangan, silahkan masuk : kata suster. Bang Jono menerobos masuk ruang operasi.

Di kamar Operasi mb’ suci sudah dalam posisi siap melahirkan, namun dokter tak berani, karena mb’ suci pengen suami disampingnya, bang Jono mendekat disebelah kiri tempat tidur sambil memegang tangan mb’ Suci, sesekali berkata : sabar yaa maa, sebentar juga selesai, kuatkan dirimu yaa maaa.

Iya mas, saya akan lakukan semuanya untuk menyenangkan mas Jono, semoga bayi kita menjadi manusia yang di ridhoi gusti Allah. Mendengar kata kata isterinya mata bang Jono mulai berkaca kaca, sambil melirik dokter dan bidang persalinan yang siap mengeluarkan bayi mb’ Suci, sambil memberikan aba aba agar mb’ suci menarik napas panjang keluarkan terus terussss terusssss ayo yang kuat sedikit lagiiiiiii, dannnnnn keluar bayi mungil berkulit putih menangis oweeee oweeeeee oweeeeeeeeeeeeee.

Beberapa jam kemudian, mb’ Suci dan bayinya di pindah ke kamar perawatan. Alhamdulillah, kata mb’ Suci, masih dalam keadaan lemes, mb’ Suci bicara pada Bang Jono : mas, tolong adzani yaaa bayi kita, kan sampean bapaknya, agar anak kita menjadi anak yang sholeh.

Nampaknya Bang Jono Bingung, waduchh kok disuruh adzani anak oleh isteriku, padahal aku ga berani ngebantah isteriku saat dia minta apa apa, dalam hati sebenarnya malu, hatinya berontak, tetapi kenapa dalam hati juga bergelora kalimat kenapa cuman adzan saja kok ga mau, yang cari duit kan bukan kamu jono, ayo lakukan, mata mulai berkaca kaca, antara mau dan tidak mau, namun permintaan isterinya paling tak dapat ditolak bang Jono.

Di dekati bayi yang masih merah, bayi telentang di tempat tidur diamati dalam dalam, dalam hatinya bang Jono berkata : anakku, maapkan bapakmu yaaaa, bapak bukan dari golongan orang baik baik, bapak tak pernah sholat, bapak tak pernah puasa, pokok’nya bapak sangat jauh dari kebaikan, bapak sangat jauh dari gusti Allah, tetapi Kelahiran dirimu bapak berjanji, Bapak akan tinggalkan kesenangan yang semu itu, bapak akan jadi imam untuk ibu dan dirimu.

Allahu akbaarrrr Allahuuu akbar…………Allahu akbarrr allahuuu akbar……………

Ternyata bang Jono tak kuat meneruskan lafal Adzan, bang Jono terjerembab jatuh dan bersujud dengan isak tangis yang sangat keras, suara yang terdengar yaa Gusti yaa Allah, aku bersumpah untuk anak dan siteriku mulai saat ini aku akan tinggalkan yang tidak baik, agar diriku bisa jadi imam untuk anak dan isteriku, Yaa Gusti yaa Allah, berikan aku kekuatan apabila nanti ada godaan yang akan menarik diriku kelembah kesesatan, Yaa Gusti ya Allah, rahmatilah diriku dan keluargaku agar menjadi keluarga yang penuh dengan kasih sayangMU, bimbinglah diriku agar kuat menerima cobaan dan hinaan dari temen2 ku yang hingga kini masih berbuat salah, Ya Gusti yaa Allah, hanya kepadamu  diriku mohon ampun dan hanya kepadaMu kami mohon pertolongan.

Tangisan bang Jono makin lama makin keras, tak ada yang berani mengingatkan agar tak menggangu orang lain, semua keluarga sangat bijak melihat tekat bang Jono berbuat itu, semua menyadari dan membiarkan sampai kepuasan untuk bermunajat kepaga Allah tuntas.

Kesimpulan :

  1. Kecintaan dan kesabaran isteri dbarengi dengan doa doa, akan selalu didengar Gusti Allah
  2. Bang Jono salah satu contoh orang yang mendapatkan hidayah melalui kesenangan mendapatkan putra
  3. Hidayah Gusti Allah bisa datang dan tercerabut, maka peliharalah bila anda sudah mendapatkan hidayah Iman sekarang ini.
  4. Menangis itu bukan berarti cengeng, menangis itu bisa berarti kebahagiaan, menangis itu bisa berarti kesedihan, expresi seseorang yang sedang menangis bisa kita tebak apa yang terjadi……..

Semoga yang sedikit ini bisa menjadi pencerahan buat kita

 

 

Pakde Azemi

pengen punya mantu dan punya cucu

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s