Introspeksi diri . . .


Cerita PIKSI  MALEM JUMAT ini berangkat dari khayalan tingkat tinggi, crita ini  tak lebih untuk mengingatkan saya, agar lebih berhati hati, lebih sabar, lebih ngerti sebelah sebelah, itu perkiraan, soal kebenaran, wawahualam.

Malam itu masjid sangat ramai, ini bisa ditebak, saat ini adalah malam ganjil, tetapi ga pernah, mengingat malam ke berapa saat itu ?, karena memang tujuan i’tikaf saya bukan untuk mencari LAILATUL QADAR, karena saya sangat yakin, malam LAILATUL QADAR itu sudah pasti ada sesuai ayat

97. Al Qadr –

[97:1] Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan {1594}.

[97:2] Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?

[97:3] Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.

[97:4] Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.

[97:5] Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.

Seperti malam malam sebelumnya, kegiatan rutin melakukan i’tikaf adalah membaca alquran, sholat malam, dzikir  sekali sekali berdiskusi dengan ichwan ichwan disebelah, utamanya anak anak muda yang nampak sangat antusias belajar agama islam. Suasana malam itu sangat sejuk, hujan menambah sejuknya malam itu, usai hujan banyak jemaah yang berhamburan keluar, saya ga tahu kenapa mereka keluar masjid ? tertarik dengan banyaknya orang yang keluar masjid, saya putuskan untuk mengikuti jejak mereka, subhanallah, malam itu bintang bintang begitu terang, langit begitu indah diselimuti awan tipis usai hujan redah. Bisik bisik yang saya dengar mereka sangat yakin, malam itu adalah malam lailatul qadar !, apakah bener kalau malam itu malam lailatul qadar ?, sungguh tak satupun orang diberikan kesempatan untuk mengetahui kapan MALAM LAILATUL QADAR itu !

Saat sahur,  masjid bener bener penuh, dan malam itu jadi pergunjingan orang orang yang sedang i’tikaf, ada yang sangat yakin malam itu adalah malam LAILATUL QADAR, ada yang cuman ngangguk angguk saja, cerita bahwa dirinya panas dingin malam itu, ada cerita doanya kok  sangad khusuk, ada yang cerita seperti nampak cahaya, wahh pokoknya macam macam yang saya dengar  dari ichwan saat itu.

Sambil makan sahur, semua bercengkeramah sembari curhat macam macam, saat itu saya cuma sebagai pendengar saja, karena malam itu saya ga menemukan hal hal ganjil menurut saya, sayangnya mereka yang tadinya sahur bareng bareng, setelah kenyang mereka meninggalkan masjid, saya tanya kemana ?, dijawab : “pulang”, lho kok pulang kan sebentar lagi subuh, apa ga sholat subuh sekalian?. Dijawab : “ntar dirumah aja pak !”, kok aneh yaa, ibadah wajibnya malah dilakukan di rumah, kan enak dimasjid dapat 27x. tapi yaitu, kesibukan orang kan macam macam, saya ga tahu, mungkin mereka punya rencana lain !.

Usai maem sahur, kembali wudhu untuk melakukan rutinitas sholat sunnah tahiyatul masjid, kemudian baca alquran sedikit, untuk menunggu waktu subuh tiba. Setelah wudhu seperti biasa saya langsung ambil shaf pertama, dan solat tahiyatul masjid, saat rokaat kedua, sebelah saya ada orang juga nyusul sholat tahiyatul masjid. Saat rokaat kedua itu saya merasaka ada keanehan pada ikhwan sebelah saya ini, Yaa Robbi, saya katakan dalam hati (saat holat) kenapa sih orang ini kok bau banget, nampaknya orang ini ga mandi 3 tahun kali yaaa, kok baunya begitu menyengat merusak hidungku, ya Robbi, nampaknya sholatku ini kurang khusuk karena terganggu bau ikhwan sebelah ini. Sungguh aku ga kuat mencium aroma bau yang tak lazim, seumur umur tak pernah mencium bau apa ini !.

Usai salam, kuputuskan untuk mundur dari shaf pertama, dengan harapan agar sholatku ga terganggu aroma orang sebelahku. Aku mundur ke belakang dengan bergeser beberapa orang ke kiri, sehingga sangat jauh dari orang tersebut. Dari kejauhan saya perhatikan, kenapa sebelah sebelah ikhwan tersebut ga beringsut, apakah mereka ga terganggu bau ikhwan itu ?, ataukah mereka takut menyinggung perasaan orang lain ? wawahualam 

 

saat sholat subuh dimulai, shaff depan kok yaa kosong, aku tetep ga mau maju, sehingga orang orang di depan geser ke kiri, tahu ga apa yang terjadi ?. ternyata ichwan yang tadinya saya jauhi, ternyata ada di depan saya!, Subhanallah, Ya Gusti ternyata ikhwan yang aku jauhi sekarang malah didepan saya. Pikiran mulai rusak terbawa ke aroma yang tak sedap. Sholatpun dimulai, ada keanehan pada ikhwan ini, dia selalu bersama sama (bareng) imam, saat ruku’ dia bersama sama imam, sedangkan yang lain menyusul (termasuk saya), saat sujud ikhwan ini juga mendahului. Nah saat sujud itulah saya melihat telapak kakinya rusak karena kena KUTU (rangen-bahasa jawanya), nampak hitam tak beraturan, seolah olah menampar mukaku. Ya Robbi, apakah ini pertanda diriku kurang bagus “HATI” malam ini. Ampunilah diriku, yang tak mengerti apa yang harus dilakukan saat saat melihat kejadian aneh seperti ini !. 

Saat itu konsentrasi sholat saya buyar karena melihat kaki ikhwan yang begitu mengerikan, rusak, pecah pecah dan berwarna hitam!. 

 

 

Kesimpulan : 

  1. 1.     Malam lailatul qadar itu tak satupun manusia diberi kesemptan untuk mengetahui, karenanya jangan kita nekat mengambil yang ganjil ganjil saja untuk mendaatkannya. 
  2. 2.     Menurut saya ke masjid itu perlu berpakain yang indah indah dan memakai parfum, agar tak mengganggu jemaah lain 
  3. 3.     Perlu menata hati bila kita sholat berjamaah, karena karakter orang macam macam, sehingga bisa mempengaruhi kita untuk tidak khusuk dalam menjalankan ibadah 
  4. 4.     Mari kita m\ulai bisa menghargai orang lain dengan keterbatasan keterbatasannya. 

 

 

 

Sekian semiga bermanfaat 

 

Dulur, semoga cerita PIKSI ini bisa menjadi perenungan kita bersama, semoga tak tertular sifat jelek dari cerita ini 

 

Pakde Azemi

Bersama orang orang yang bingung

merenungkan Malem Jumat yang Seppi, masjid kurang penghuni

seperti dalam status saya ….

malem JUMAT seppi, tanda tanda kiamat makin dekat, anak muda malez ke mesjid, orang tua seneng shopping, yang STW malah ngajak ngeDISCO – – – untuk apa bangun masjid bagus kalo da jadi penghuninya malah KABUR – anehhhh

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s