posisi kencing lelaki


oleh -Mukhammad Burhanuddin- pada 01 Mei 2011 jam 0:55

di face book

Berawal dari ketika saya menulis note tentang kesehatan prostat, http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150155517642461 , muncul pertanyaan dalam diri saya bagaimana posisi ideal untuk kencing bagi kaum lelaki.

Secara medis saya belum nemu referensi yang layak buat di copast, nih nemunya baru yang secara tuntunan agama kita… Monggo kalo ada yang berminat menyimak.

Pendapat bahwa hanya posisi kencing jongkok yang diperbolehkan (baik bagi pria maupun wanita) agaknya menggunakan dalil berikut: Dari Aisyah ra. berkata, “Siapa saja yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW kencing berdiri, maka jangan dibenarkan. Beliau tidak pernah kencing sambil berdiri.” (HR Khamsah/Lima Imam Besar Periwayat Hadist kecuali Imam Abu Daud dengan sanad yang shahih).

Namun, melihat kondisi di lapangan, nampaknya sulit menemui/mendapatkan tempat untuk kencing jongkok di toilet-toilet pria. Yang seringkali kita temui adalah tempat kencing berdiri, dengan segala variasinya. Sedangkan tempat untuk kencing jongkok, nyaris tidak ada. Jika kita ingin kencing jongkok, maka kita mesti antri/masuk ke ruang buang air besar, baru kita bisa kencing jongkok/duduk.

Berarti, kencing berdiri HARAM dong? Dan kita selama ini TIDAK MENCONTOH SUNNAH RASUL? Upss…tidak semudah itu menyatakan kencing berdiri sebagai sesuatu yg haram dan ‘mencap’ kita tidak mencontoh sunnah Rasul…

Ternyata, KENCING BERDIRI ITU BOLEH…!!! Dalilnya: Dari Huzaifah ra. bahwa beliau berkata,“Rasulullah SAW mendatangi sabathah (sebuah tempat yang tinggi untuk bertabir di belakangnya) pada suatu kaum dan beliau kencing sambil berdiri. Kemudian beliau meminta diambilkan air dan mengusap kedua khuff-nya (sepatu). Maka aku pergi menjauh namun beliau memanggilku hingga aku berada di belakang beliau.” (HR Bukhari dan Muslim)

Lho, kok ada 2 dalil yg bertentangan? Jika begitu, ada pihak yg SALAH, dan ada yang BENAR? Lalu, siapa yg salah dan siapa yang benar? Sebagai umat Islam, mana yang mesti kita ikuti?

Pertama-tama, kita mesti YAKIN bahwa ajaran yg dibawa Rasululloh SAW TIDAK BERTENTANGAN. Dengan kata lain, Islam adalah agama yg konsisten. Jika ada hadits/ayat yg MENURUT KITA bertentangan, maka kemungkinannya adalah kita yg kurang ilmu untuk mengerti (kita mesti cari referensi) atau ilmu manusia yg terbatas.

Lantas, untuk kasus di atas, yg SEPINTAS nampak BERTENTANGAN…kemungkinan penjelasannya adalah sebagai berikut:: istri Rasululloh SAW, Aisyah, meriwayatkan hadits di atas karena sikap Rasululloh SAW selama di rumah TIDAK PERNAH KENCING BERDIRI. Sedangkan untuk hadits tentang Rasululloh SAW kencing berdiri, didapat dari kegiatan Rasululloh SAW di luar rumah.

berarti KENCING BERDIRI TIDAK DILARANG (untuk laki-laki). Adapun untuk perempuan, kencing berdiri nampaknya TIDAK MUNGKIN DILAKUKAN, karena struktur kelamin perempuan jelas berbeda. Jika perempuan kencing berdiri, maka kemungkinan besar air kencing, yg termasuk najis, akan terpercik ke pakaian.

Namun, meski kencing berdiri tidak dilarang, ada beberapa hal yg mesti kita perhatikan apabila kita (kaum laki-laki) hendak kencing berdiri:

1. Tidak dilakukan di pinggir jalan, terutama di belakang pohon. Seringkali kita lihat, terutama di pinggir jalan, baik di kota besar ataupun kota kecil….banyak laki-laki yg kencing di pinggir jalan, di belakang pohon. Kenapa SEBAIKNYA TIDAK DILAKUKAN di pinggir jalan? Karena ada kemungkinan AURATNYA TERLIHAT.

2. Memperhatikan tempat kencingnya. Di kota-kota besar, terutama di gedung-gedung perkantoran, sudah banyak tempat kencing (berdiri) yg sudah canggih dan bagus bentuknya. Pada umumnya, tempat kencing berdiri berbentuk porselen (keramik) menjorok ke dalam, yg memudahkan laki-laki untuk menuaikan hajatnya. Tempat kencing seperti ini RISKAN percikan najis. Mengapa? Karena (maaf) aliran kencing yg terlalu deras bisa mengakibatkan percikan air kencing mengenai celana kita. Akibatnya pakaian kita menjadi terkena najis dan TIDAK BOLEH dipakai sholat.

3.Jangan Lupa Membasuh kemaluan. Salah satu kekurangan/hal yg terlupa apabila kita kencing adalah MEMBASUH KEMALUAN. Padahal biasanya masih ada air kencing yg tersisa di ujung kemaluan kita. Tidak sedikit diantara kita yg langsung memasukkan kemaluan kita ke dalam celana, segera setelah kencing. Walhasil celana dalam kita terembes air kencing. Akibatnya, otomatis celana dalam kita terkena najis.

Bersungguh-sungguhlah menghilangkan najis setelah selesai buang hajat, berdasarkan sabda Rasulullah yang memberi peringatan keras terhadap orang-orang yang menganggap remeh perkara bersuci ini.

Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Mayoritas siksa kubur itu akibat tidak membersihkan air seni”

(H.R Ibnu Majah no: 342 dan dicantumkan dalam Shahihul Jami’ no: 1202)

Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘Anhu bahwa ia bercerita: “Suatu kali Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melewati dua kuburan lalu berkata:

“Sesungguhnya kedua penghuni kubur ini sedang disiksa, bukanlah karena kesalahan yang besar. Salah seorang dari keduanya karena tidak beristinja’ setelah buang air, dan satunya lagi berjalan ke sana kemari menyebar namimah (mengadu domba).”

(H.R Al-Bukhari no:5592)

infonya sebagian besar ane copast dari http://archive.kaskus.us/thread/2633174

Moga Bermanfaat dan Tolong Dikoreksi bila ndak pas…

1 Komentar

  1. sebenanya cara kencing memancut zaman kini bagi lelaki adalah cara org kafir & sekular..lelaki mereka memang semuanya memancut & xcebok..buka zip,pacut..habis je terus tutup semula..belah..tapi bagi org islam,pengaruh itu diterapkan dlm kehidupan kita..& mnjd budaya semua lelaki yang xtahu tntng budaya itu…kerana tlh diterapkan sejak kecil..krn budak kecil mudah utk ikut apa2 yg dilihat & diajarkan sesuatu perkara..ia xdpt bezakan mana yg baik & buruk..abis bila memang suasana sekeliling memang bgtu sehingga xtahu kencing cangkukng..hanya tahu memancut dan & di sekolah bermula sekolah rendah utk tandas lelaki disediakan tmpat kencingnya yg hanya tembak kat dinding & ada longkang kecik je utk air kencing tu ngalir..hanya didning utk tmpat memancut..buka zip & lepaskan saja..jd budaya ni tlh mnjd amalan mereka..jika org bukan muslim ya..memang kesemuanya..krn mereka x bersolat..ttpi,org islam itu bersolat..jd bila kita kencing memancut tanpa cebok,maka solat kita xditerimaNya..krn kita dlm bernajis..ya,krn budaya barat tlh menular ke dlm masyarakat islam sejak kecil..& bagi mereka yg x fhm & jahil agamanya,x tahu tntng ini & menganggap itu adalah normal & memang cara lelaki kencing..jd semua golongan mnjd pengaruh budaya..


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s