Ini KDRT apa KLB – – – –


Baca statuse bu atiek :

Smalem trima telpon dri se2orang ktx Kss KDRT, rupax mrk psangan muda yg bru 1th mnikah, nelpon ama nangis2 bilang gini:”Bu.Atiek sy diusir & ditlantarkn suami “, Lhaah koq suamix bisa stega itu knapa?”~”critax brusan sy brantem gra2 suami sy tlat pulang, Sy ksel trs ngomel2 smbari pura2 masukin baju ke Tas brlagak mo kabur?! eh bukanx suami menahan atau minta maaf.. malah sy diusir dikunci’in pintu suruh pergi!! Hhh

Kok pengen nulis note KDRT apa KDMS heeee

10 tahun lalu ada pasangan muda yang baru kontrak depan rumah, pasangan muda ini nampak mesra sekali sebut saja nama, Lusy dan Lukito, setiap pagi Lukito rajin sholat subuh bareng saya, saat pulang dari masjid Lukito selalu minta nasehat tentang rumah tangga, macem macemlah hyang dibicarakan, mulai dari belanja sampai sampai soal lembur.

Semua pertanyaan selalu saya jawab dengan santai, karena memang suasana subuh yang dingin yaaa jawabnya sesuai dengan apa yang saya lakukan pada keluargaku.

Suatu hari Lukito bertanya soal hubungan suami isteri, pakde jenengan (anda) kan sudah lama berumah tangga, tentunya sudah banyak menikmati malam malam bahagia dengan budhe, betul ngga’ pakde, nah maap maap yaa pakde, apakah pakde selalu rajin kunjungi budhe setiap malem ?, weleh weleh mas Lukito, kok pertanyaan dalam amat sih ?.  Kebutuhan seseorang orang itu ga sama, ada yang kunjung mengunjung sehari 2 kali, ada yang semalam malah 3 kali, ada yang cuman sebulan sekali, kalo pakde bagaimana ? waduch buka rahasia nich, saat muda dulu pakde sangat rajin bekerja hingga kadang lembur hingga larut malam, sehingga frekkuensi kunjung mengunjungi yoo terbatas saat da nyantai paling seminggu kadang 10 hari baru dapat berkunjung, heee, yang seperti itu pasangan harus mengerti dan menyadari, sebab bila salah persepsi bisa fatal dalam berumah tangga. Ohh gitunyaa pakde.

Belum 3 bulan menempati kontrakan keluarga muda ini, terjerat masalah yang sangat pelik. Begini ceritanya, saat hujan deres mulai redah malam itu kira kira jam 23.** kampung digegerkan oleh suara jeritan wanita yang begitu hebaaattt, toloongg mas ayoo lakukann, sekejab kampung yang tadinya sunyi dengan dinginnya air hujan sontak warganya berhamburan keluar rumah, ternyata Lusi diseret suaminya keluar rumah dan ditendangi hingga terguling guling di tengah kampung, warga spontan menolong Lusi yang terguling guling, ada yang akan berkelahi dengan mas Lukito, ehh kata mbak lusi, biarkan suamiku melakukan itu, sampean jangan ikut campur urusan keluarga kami.

Setelah mas Lukito memberitahukan hal yang sebenarnya, maka warga cekceckcewkcdekkkkk dan pulang ke rumah masing masing.

Esok pagi mas lukito yang begitu rajin shubuhan ke masjid, pagi itu tak nampak berjamaah, sedangkan para emak mulai ngegosip di bakul sayur dadakan setiap subuh, mereka membicarakan kejadian semalam antara Lusi dan mas Lukito. Mereka menganggap itu sebuah kesalahan dari mas Lukito, karena tak bisa memberikan kepuasan saat mengunjungi dik Lusi, pokoknya macem macem berita yang tak jelas sumbernya.

Mas Lukito yang biasanya selalu pamit saat akan berangkat, ehhh malah ga tahu kapan mereka berangkat, ini berulang ulang beberapa hari. Saya tak punya keinginan untuk bertanya pada keluarga muda tersebut, saya menahan diri agar tak ada pencederaan hati pada pasangan muda ini.

Saat subuhan sudah rokaat pertama, lelaki terlambat datang persis berdiri disebelahku, konsentrasi sholat menyebabkan saya tak berkeinginan untuk mencari tahu siapa sebenarnya lelaki yang terlambat datang ini, setelah salam, lelaki sebelahku meneruskan rokaat berikut, sedang saya mendongak untuk melihat siapa gerangan ?, haa mas Lukito rupanya sudah mau kembali subuhan berjamaah lagi, namun banyak mata memandang pada dirinya, seolah pesakitan yang sedang di buru densus 88, setelah salam, tangan saya ditarik mas lukito sambil berkata: “pakde, kita pulang duluan yaa, saya mau bicara dengan pakde dirumah pakde?, ohh ya ya, apa ga sebaiknya kita tunggu wiridan dulu, saya ga enak pakde banyak yang melihat saya seolah banyak salah, yaa sudah anda turun dahulu, pakde nyusul dibelakang.

Saat perjalan puang dari masjid, rupanya mas Lukito tak bicara sepatahpun, saya tanya, ada apa mas lukito kok diam saja ?, ia nanti saya ceritakan saat dirumah pakde !.

Saat di rumah, mas Lukito, menumpahkan semua keinginan untuk disampaikan :

Mas lukito              : pakde saya dan isteri saya minta maap tentang kejadian beberapa waktu yang lalu

Saya                        : oh itu, memang salahnya apa ?

Mas lukito              : yaaa, membuat warga kaget dan berhamburan keluar malam hari, padahal itu enak enaknya tidur, bukannya begitu ?.

Saya                        : ga papa mas, itu pertanda bahwa orang kampung ini siap apabila ada kejadian mendadak, anggap ini sebagai tester untuk warga agar ga nyenyak bener saat tidur, heeee tul ga?

Mas lukito              : hee, yaa ga begitu pakde !

Saya                        : yaa sudah anggap itu sebagai bentuk kepedulian warga pada keluarga mas Lukito

Mas lukito              : begini pakde, isteri saya, sekarang punya kebiasaan aneh, setiap minta kunjungan, selalu minta digebuki, disiksa, ditendang tendang begitu, katanya kalo ga begitu kurang greng !

Saya                        : masa’ allah, kok bisa yaaa, apakah sudah sampean bawa ke dokter jiwa

Mas lukito              : sudah saya bawa ke psikiater, katanya hanya tekanan pikiran saja, sudah dikasih obat, disuruh mencari kesibukan agar pikiran ga kosong.

Saya                        : yaaa mas lukito harus sabar, menerima cobaan yang beginian

Mas Lukito             : saya bisa menerima isteri saya pakde, cuman saya malu dengan warga disini terganggu karena keluarga saya, ya sudah pakde makasih yaaa, saya pamit, doakan semoga keluarga saya baik baik saja.

Saya                        : insya’ allah.

Kejadian itu terulang kembali, saat enak enaknya orang tidur kira kira jam 01.48, mb Lusi menjerit jerit lagi mas Lukito menendang menempeleng hingga mb Lusi tersungkur ke tanah, warga berhamburan, kali ini hanya nonton, adegan yang memalukan tersebut, karena mb Lusi pakaiannya sudah compang camping, dengan histeris minta di tendang dan ditempeleng lagi, Ga kuat rasanya saya melihat kejadian seperti ini, maka mas Lukito saya pegang tangannya, saya katakan, mas ini setan” jangan dilanjutkan, sampean makin terjerumus pada kesesatan. Spontan mas Lukito manyadari dan menangis di pundak saya, maapkan saya pakde, saya sudah membuat banyak oran terganggu. Daripada jadi tontonan banyak orang mas Lukito dan mb Lusi saya seret masuk rumah saya. Lampu rumah saya matikan sebagai tanda bahwa penghuninya sudah tidur. Saya keluar ke depan (rumah pasangan muda itu), pintu saya kunci dari luar dan kembali lagi ke rumah.

Karena saya acuh pada warga yang bergerombol ada yang tanya gimana pakde apakah apakah apakahhhh, semua tak saya jawab, saya masuk rumah dan pagar saya kunci sebagai tanda besok saya akan bicara.

Di rumah, di ruangan tengah, pasangan muda ini saya tanya, apakah sampean malu dengan kejadian yang barusan sampan lakukan ?, mereka bersamaan mengangguk, alhamdulillah, berarti sampean ini masih punya iman. Begini mas dan mb maap bukan saya mencampuri urusan kalian berdua, tetapi saya pengen sampean berdua dapat berkeluarga seperti yang dituntunkan agama sampean (islam).

Saya ga tahu apakah sampean sebelum mengunjungi sudah berdoa seperti ini :

Bismillahi, Allahumma jannibnasy syaithana wajannibisy-syaithana maa razaqtanaa

[Dengan Nama Allah, ya Allah jauhkan setan dari kami dan jauhkan setan dari (anak) yang Engkau berikan kepada kami],

Apabila sampean sudah insya’ allah perbuatan yang memalukan tersebut ga akan sampean lakukan berulang ulang. Dalam agama sampean soal berkunjung suami isteri sudah dituliskan dalam alquran (diatur) seperti :

Isteri-Isterimu adalah ladang bagimu, maka datangilah ladangmu itu kapan saja dengan cara yang kamu sukai. Dan utamakanlah (yang baik) untuk dirimu. Bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu (kelak) akan menemui-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang yang beriman? [Al-Baqarah : 223]

 

Nah dari isi alquran tersebut kita ga boleh seenaknya melakukan kunjungan seperti halnya binatang melakukan : dimana saja, gimana caranya, dan boleh ditonton siapa saja. Gusti Allah sendiri katakan utamakan dengan cara yang baik. Mosok sampean ga malu dengan malaikat disebelah kanan kiri pundak sampean.

Yaa sudah malam ini sampean tidur disini dulu, besok pagi sampean baru boleh kembali kerumah.

 

Beberapa hari setelah kejdian tersebut keluarga muda ini pindah yang tak memberitahukan kemana mereka pindah, semoga mereka menjadi keluarga yang sakinah mawaddah wa rohmah

 

Kesimpulan

  1. Tidak setiap perkelahian di dalam rumah tangga itu pasti KDRT bisa juga SUAMI TAKUT ISTERI
  2. Penyimpangan sek pada keluarga harus secepatnya di urus oleh yang ahli, bukan malah minta jampe jampe dukun
  3. Perlu menata diri dalam berumah tangga dengan banyak belajar ilmu agama agar kita dalam berumah tangga tidak “SESAT”
  4. Jangan asal pengen kita pake, tapi berdoalah agar gusti Allah membukakan pintu rahmatNYA pada keiginan kita

 

Semoga bermanfaat bagi pasangan muda yang tua juga bisa, makasih khususon untuk Bu Atiek, statusnya telah menginspirasi note ini.

 

Pakde Azemi

Menunggu emak emak pulang aerisan di rumah

Mungkin lagu ini cocuk kita simak :

Teruskanlah

Pernahkah kau bicara

Tapi tak di dengar

Tak di anggap

Sama sekali..

Pernahkan kau tak salah

Tapi disalahkan

Tak di beri

Kesempatan

Reff :

Kuhidup dengan siapa

Ku tak tau kau siapa

Kau kekasihku tapi

Orang lain bagiku

Kau dengan dirimu saja

Kau dengan duniamu saja

Teruskan lah.. Teruskan lah

Kau begitu

Kau tak butuh diriku

Aku patung bagimu

Cinta buta

Kebutuhan mu

Back to reff.

Hoo.. Hooo

Kau dengan dirimu saja

Kau dengan duniamu saja

Teruskan lah.. Teruskan lah

Kau.. kau begitu

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s