Ayo bangkitkan Ghirah bersedekah – – – –


ilustrasi

ilustrasi

Renungan Jumat sekaligus peringatan KEBANGKITAN NASIONAL – semoga hati kita bisa bangkit setelah membaca note ini.

Crita ini hanya pixi seperti hal sepeda yang saat ini lagi ngetren, tanpa rem tanpa asesories lainnya namun harganya mahal, apakah seperti itu hidup ini, ga perlu asesiories (amalan), namun kita dapat memasuki suarganya Gusti Allah ? tentu saja tidak bukan ?

Hujan lebat selepas  sholat jumat, karenanya banyak jamaah  yang urung untuk segera pulang, mereka membentuk komunitas (kabilah) sendiri sendiri yang jumlahnya tak begitu banyak, ada yang mengabarkan masalah politik negeri Om Pim Pa ini, ada juga yang agak serius mengamati kasus kemenpora tentang  proyek pembangunan Wisma Atlet Sea Games di Palembang.

Yang menarik adalah sebagian komunitas memperhatikan takmir masjid yang sedang mengumpulkan celengan (kaleng) yang biasa untuk mengumpulkan duit dari jamaah jumat, kira kira jumlah kaleng yang terkumpul saat itu sekitar 25 kaleng, karena masjid ini termasuk masjid besar.

Dari dekat mereka perhatikan bagaimana para ikhwan takmir masjid ini dengan sabar mengumpulkan kaleng kaleng/celengan yang letaknya berjauhan, mereka kumpulkan di dekat kami yang sedang ngobrol nyantai sambil sekali sekali memperhatikan takmir masjid yang hilir mudik berburu kaleng.

Semua kaleng/celengan sudah terkumpul ikhwan takmir masjid yang jauh memberikan kode, bahwa sudah tak ada lagi kaleng di sudut sudut masjid, mereka berkumpul untuk bersama sama membuka kaleng/celengan, satu satu mereka buka, duit di keluarkan, ternyata satu kaleng isinya tak banyak hanya 9 lembar sampai  12 lembar saja itupun kebanyakan lembar ribuan, suhanallah.

Salah satu dari komunitas yang sedang mengamati tersebut berkomentar : “kok nemen ya (keterlaluan), masak jamaah masjid ini mayoritas pegawai PNS, pegawai swasta, ada juga pengusaha, namun isi kaleng/celengan kok sedikit amat, padahal tiap shafnya tak kurang dari 100 orang, kenapa isinya kok dikit amat ? apakah mereka ke mesjid ga bawa duit ? tidak juga rasanya, mereka banyak yang bawa roda 4, roda dua, yang pakae ontel ga ada, ini kan pertanda mereka yang datang pasti punya penghasilan lumayan, tak puas dengan melihat, salah seorang komunitas memanggil ikhwan takmir masjid yang nampak tidak banyak aktipitasnya : “mas, kemarilah, kami mau bicara, boleh ngga’ ?”, “ya boleh boleh” : jawab ikhwan,.

“Kenalkan nama saya mansyur” : kata salah satu komunitas, sampean ? “nama saya abdullah”,  kemudian disambung dengan pertanyaan sbb :

Mansyur              : mas, saya mau tanya, emang setiap jumat kaleng kaleng itu isinya berapa sih ?

Abdullah              : wah, ngga’ tentu pak, kadang banyak, kadang dikit kadang malah dikit sekali, yang sering dikitnya, heee sambil meringis kecut, mas Abdullah ini.

Mansyur              : apa ga pernah ada himbauan dari takmir masjid agar jemaah mau menyisihkan rejekinya,  untuk dimasukkan kaleng, atau mengetuk hati jemaah agar memiliki Ghirah (semangat/cemburu positip).

Abdullah              : maap pak, kita ga berani melakukan seperti itu, khawatir jemaah disini malah kabur, masjid ini hanya penuh kalo jumat saja, saat hari hari biasa, yaaa satu dua saja jemaah yang datang.

Mansyur              : terus perawatan masjid dan biaya biaya lain lain darimana ?

Abdullah              : nah itulah pak, kami harus berjuang semampunya untuk mendatangi orang orang yang kami anggap mampu, agar mau sedekah membayar listrik, bayar air, dan untuk belanja rutin keperluan masjid, disamping kami juga dapat bantuan dari kemenag namun tak seberapa jumlahnya dibandingkan dengan pengeluaran yang harus di tanggung masjid sebesar ini.

Mansyur              : terima kasih mas Abdullah, maapkan kami kalau mengganggu pekerjaan anda

Abdullah              : iya sama sama, ga papa kok pak.

Dari perbincangan pak Mansyur dengan mas Abdullah, menambah komunitas itu untuk berdiskusi masalah kotak amal masjid tersebut. Datang dari yanto, “saya kira orang orang islam pelit pelit, karena masalah seperti ini bukan hanya di masjid ini saja, banyak masjid masjid besar juga harus menggali dana dengan cara spesialis “menodong” pada orang orang kaya”, ini yang saya ngga’ abis pikir, kenapa penyakit ini selalu dipelihara oleh umat islam ?

Mas Ardi juga menimpali pendapat mas Yanto : “saya setuju dengan pendapat mas Yanto, coba kalo jemaah disini mau berpikir sedikit saja, mereka sudah disediakan tempat yang sejuk (ber-AC), air PDAM, mereka buang air kecil (pipis) ga’ ditarik bayar, andai setiap jemaah di masjid ini taruh saja “seribuan”, insya’ Allah sudah banyak isi kaleng di masjid ini, namun kenyataannya mereka seneng beli rokok daripada memberi jariah yang jelas jelas amalannya tak putus2 walopun dirinya sudah meninggal.

Cak Markom lain lagi, bener semua saya juga setuju, yang saya bayangkan, andai cara cara sedekah dipaksa seperti yang dilakukan NII, (https://pakdeazemi.wordpress.com/2011/05/11/kini-ber-sodaqoh-harus-cerdas/) wuihhhh ,masjid ini pasti jadi masjid terindah, wanginya sepanjang waktu, bukancuman jumatan saja seperti kata takmir tadi, bisa seperti bunyi iklan wangi sepanjang hari, sayangnya cara cara seperti itu kan ga diperkenankan oleh agama islam, kenapa saya katakan seperti ini ?, karena saya jengkel sekali melihat kenyataan yang ada. Saya melihat sebuah masjid idaman masyarakat kota surabaya ini, dulu ga ada yang namanya kotak amal jalan di depan jemaah, mereka tanpa disuruh, saat masuk sudah memasukkan sendiri sedekahnya pada kotak kotak yang di pasang di depan pintu, namun apa yang terjadi sekarang ini ? kotak besar di depan pintu kosong melompong kalo ada isinya yaa duit duit kecil, karena itu takmir berinisiatip untuk menjalankan kotak amal berjalan di depan jemaah, menurut sampean semua gimana ? semua pada angkat bahu sebagai tanda ga bisa memberikan jalan keluar, karena ini masalah hati.

Kesimpulan :

  1. Beragama itu tak cukup hanya sholat, karena rukun islam itu bukan cuman sholat tapi bisa zakat (bila cukup) dan puasa juga haji (bila mampu) disamping sahadat untuk mengawali dirinya sebagai muslim
  2. Apakah surga itu harus dimonopoli orang sugih (kaya), kan kenyataan di tulis diatas orang kaya banyak sedekah, sedang yang sedang malah enggan keluarkan sedikit saja, eman juga yaaa !
  3. Perlu ada kiyai kiyai / ulama ulama yang dapat membangkitkan ghirah (semangat/cemburu positip) untuk mengeluarkan sedekah
  4. Perlu kita pikirkan, tak boleh kita acuh tak acuh, bagaimana takmir masjid bisa memberikan serpis sebaik mungkin untuk jemaahnya, agar betah berlama lama di dalam masjid
  5. Mari kita biasakan diri untuk selalu membawa duit saat kita memasuki masjid, bukan hanya saat hari jumat saja, sebagai tabungan kita kelak. (https://pakdeazemi.wordpress.com/2010/08/06/managemen-sodaqoh-bunda-ninik-di-smadaba%E2%80%A6/)
  6. Umat islam perlu wadah yang baik untuk menuntun agar punya gairah peduli pada tempat ibadah, sekarang ini malah terjadi keanehan, tempat ibadah malah menjadi tempat wisata untuk beristirahat, mereka malah ga sholat (https://pakdeazemi.wordpress.com/2010/06/17/ziarah-ke-makam-sunan-%E2%80%A6%E2%80%A6%E2%80%A6%E2%80%A6%E2%80%A6%E2%80%A6%E2%80%A6%E2%80%A6/)
  7. Mari kita mulai cerdas mengerti bahwa masjid itu adalah BAITULLAH = bagaimana kita dikatakan cerdas rumah kita lebih elok dibanding rumah GUSTI ALAH – poemberi rejeki pada diri kita, waallahu ‘alam

Mungkin hadits ini yang bisa memberikan ghirah pada setiap muslim

“Sesungguhnya Allah mencatat kebaikan dan kejelekan”. Kemudian beliau (Rasulullah) menerangkan: Barang siapa yang berniat melakukan kebaikan, tetapi tidak jadi mengerjakannya, maka Allah mencatat niat itu sebagai satu kebaikan penuh di sisi-Nya. Jika ia meniatkan perbuatan baik dan mengerjakannya, maka Allah mencatat di sisi-Nya sebagai sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat hingga kelipatan yang sangat banyakKalau ia berniat melakukan perbuatan jelek, tetapi tidak jadi melakukannya, maka Allah mencatat hal itu sebagai satu kebaikan yang sempurna di sisi-Nya. Jika ia meniatkan perbuatan jelek itu, lalu melaksanakannya, maka Allah mencatatnya sebagai satu kejelekan.

(Shahih Muslim No.187, Diriwayatkan dari Abbas Ra)

Yuk Kita bedoa . . .

Ya Robbi pemilik hati

Ya Robbi yang mampu membolak balikkan hati

Tuhan yang selalu mendengar rintihan dalam getaran saja

Gusti Allah tiada Rob yang kami sembah kecuali ENGKAU yaa Allah

Gumpalan darahku kadang mengeras, maka lembutkan

Ya Roobi pemilik Hidayah, tuntun kami menuju hidayahMU

Tuhan Pemberi Rejeki, arahkan rejeki kami agar sebagian kami sedekahkan untuk beramal sholeh

Buka dan terangilah hati kami agar selalu melihat indahnya surgaMU, maka arahkan wajah kami untuk berlama lama bersimpuh, bermunajad kepadaMU.

Amin

 

Surabaya, 20 mei 2011

Semoga bermanfaat

 

Pakde Azemi

Sedang makan nasi kuning nyeruput Teh Ijo 

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s