ULTAH sebagai NASEHAT – – – –


ULTAH bukan bagian dari tradisi keluarga saya, seperti dengan melakukan ritual tiup lilis diatas TUMPENG EROPA (taart), namun ULTAH selalu diposisikan untuk tumpuhan merepleksikan diri dalam melihat kebelakang untuk maju dan melanjutkan kehidupan yang penuh dengan tantangan dan kebahagiaan.

Mari kita melihat dan mendengarkan MILAD seseorang sebagai bagian dari diri kita, agar kita dapat mengukur diri, sejauh mana diri kita sudah melakukan perbuatan perbuatan yang telah di gariskan Gusti Allah dan telah di contohkan kanjeng nabi Muhammad saw.

Ulang Tahun sebenanrnya perjalanan makin mendekati KEMATIAN, makin bertambah usia seseorang makin dekat diri kita dengan Sang Kholiq pemilik semua makhluk !.

Usia seseorang bagaikan LILIN, semakin di nyalakan LILIN akan semakin cepat habis, namun kita tak pernah tahu kapan LILIN itu akan habis, karena setiap orang tak pernah tahu seberapa panjang LILIN yang kita miliki, sehingga kita tak bisa menakar KAPAN kita akan PADAM (mati).

Oleh karena itu perlu kita selalu mengingat ayat alquran seperti di bawah ini :

“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu, maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya sesaatpun dan tidak pula memajukannya!” (QS Al-A’raaf [7]:34)

Ingatlah wahai saudaraku, keadaanmu disaat engkau merasakan pedihnya sakaratul maut,yang pada saat menghadapinya, Demi Allah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai makhluk yang paling dicintai Allah Subhanahu wa Ta’aala, bersabda; “Tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, sesungguhnya dalam kematian itu terdapat rasa kesakitan (HR. Bukhari)

Wahai saudaraku, cukuplah kematian sebagai nasehat, cukuplah kematian menjadikan hati bersedih, menjadikan mata menangis, perpisahan dengan orang-orang yang dicintai, berpisah dari segala kenikmatan, pemutus dari segala cita-cita.

Untuk sohib2 dan ponakanKu semuanya yang tak bisa aku sebutkan satu satu, yang telah mendo’akan diriku, semoga mereka diberikan keselamatan, kesuksesan, kesehatan dan keberkahan rejeki, untuk yang telah berumah tangga semoga keluarganya sakinah mawaddah rahma dan yang masih pacaran semoga pacarnya menjadi JODOH yang setia dunia akherat, dan yang masih jomloh semoga cita citanya terkabulkan. Apabila dalam setahun kita FBan ada kalimat yang kurang menyenangkan, menyakiti batin, kesempatan ini mohon maaf yang tulus dari sohib dan ponakan semua. 

 

Perlu kita RENUNGKAN :

Bener kata ibuku : sudahkan dirimu naik satu tingkat ? dari banyak bicara menjadi sedikit saja, biasa ngerumpi menjadi sedikit saja atau malah hilang, dari malez sholat jamaah menjadi istiqomah dan lain lain. Kasihan Ibu dan bapakKU apabila diriku masih sedikit saja membekali diri mendapatkan sangu (bekal) ke akherat, masih males untuk berjuang mengukuhkan hati menyeimbangkan kebutuhan dunia dan Akherat.

Kalimat bapakKU juga sangat bijak : azemi, menuruti napsu dunia tak ada habisnya, karena sifat rakus manusia untuk mendapatkan HARTA bisa menyesatkan diri dan ingkar pada Petunjuk Gusti Allah, padahal “tidak diciptakan jin dan manusia, kecuali untuk mengabdi pada ALLAH”.

Yaa Robbi, jadikan sisa umur ini dapat memberikan manfaat untuk semua manusia, jauhkan diri ini dari sifat sombong, rakus. Bimbinglah dirku untuk dapat mencintai keluarga, teman, ponakan dan seluruh bangsa ini. Tanamkan hidayahMU pada hati kami, agar kami Istiqomah menjalankan perintahMU. aminn

  

27 Mei 2011 Pakde Azemi

Menanti KADO istimewa dari GUSTI  ALLAH

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s