Mengapa mereka balik kucing ?


Menghadiri undangan manten anak teman bojoku, dengan perhelatan yang apik, unik dan mengesankan sohibul hajah adalah seorang punggawa yang punya kepedulian sosial.

Gedung Balai Pemuda sebagai kebanggaan arek Suroboyo, menjadi tempat bersejarah pasangan YAYA dan YANI (bukan nama sebenarnya), mereka bersanding di pelaminan nan anggun dengan warna merah maron, gaseboh super besar membalut gedung yang begitu luas, hingga tak tampak gedung itu bersejarah.

 

Sejak dari parkiran kendaraan, saya sudah melihat ada kejanggalan dari para undangan yang tak segera memasuki gedung, mereka pada mundur (balik kucing) dan sibuk mencari amplop dengan bertanya ke kawan kawan yang mereka kenal, saya tanya ada apa ini ?. Mereka menunjukkan spanduk besar di kanan kiri penerima tamu dengan tulisan hurup kapital jelas “SUMBANGAN ANDA SAYA SERAHKAN PADA YAYASAN INI Al-xxxxxxx” .

Baca lebih lanjut

Iklan

Isro’ Mi’raj – Ingat Sholat . . .


Note ini sekedar merefleksi kembali, perjalanan Spiritual Kita khususnya tentang Sholat

apakah sudah kita lakukan dengan baik sesuai dengan keinginan Sang Kholiq ?

kalau belum mari kita perbaiki kalau, kita baca Alhamdulillah . . . .

 

Perjalanan Nabi Isro’ Mi’raj, dengan kendaraan yang memiliki kecepatan tak terhingga, tentu untuk mengukur kadar keimanan pengikutnya waktu itu, apakah masih iman atau sudah bergeser ?

Karena perjalanan yang dilakuakn baginda nabi Muhammad saw. Tak dapat di nalar dengan akal manusia, karena perjalanan ini, adalah perjalanan yang di skenario langsung Gusti Allah.

Baca lebih lanjut

Mengenal Shutter Speed atau Kecepatan Rana


sumber : //tukangMoto : Belajar Fotografi

seri :  4

a.k.a Kecepatan Rana dalam bahasa indonesia . Shutter adalah semacam layer yang menutup sensor . Pada waktu kita men-jepret , Shutter ini akan terbuka selama bbrp waktu sehingga sensor bisa merekam cahaya yang masuk melalui lensa . Durasi pembukaan shutter inilah yang dikenal sebagai Shutter Speed . Logikanya , semakin lama shutter dibuka akan semakin banyak cahaya yang masuk . Dan sebaliknya semakin cepat shutter dibuka maka makin sedikit cahaya yang terekam .

Satuannya detik . Satuannya lebih mudah dipahami ketimbang satuan Aperture . Untuk mengurangi banyaknya cahaya yang masuk menjadi setengah sebelumnya (-1 stop ), waktu Shutter Speed tinggal di bagi 2 . Dan sebaliknya , untuk menambah cahaya menjadi 2x sebelumnya ( +1 stop ) tinggal di kalikan 2 . Pada kamera Nikon D50 , nilai Shutter Speed yang dapat digunakan pada kamera adalah 60 , 32 , 16 , 8 , 4 , 2 , 1s , 1/2 , 1/4 , 1/8 , 1/16 , 1/32 , 1/64 , 1/125 , 1/250 , 1/500 , 1/1000 , 1/2000 , 1/4000 . 1/4000 . Range nilai Shutter Speed pada kamera tipe/merk lain kurang lebih sama . Pada beberapa kamera pro , kecepatannya bisa sampai 1/8000s . Cukup cepat untuk memotret peluru yang melesat !! Baca lebih lanjut

Mengenal ISO


sumber ://tukangMoto : Belajar Fotografi

Seri : 3

ISO pada fotografi digital , bagi saya , lebih dipahami sebagai kemampuan teknologi sensor untuk menangkap cahaya . Semakin tinggi nilai ISO , semakin besar pula cahaya yang dapat ditangkap oleh sensor . Namun , kekurangannya adalah timbulnya noise seiring bertambahnya nilai ISO yang disetting . Noise ini tampak seperti bintik – bintik butiran kecil yang bersebaran pada foto . Jika foto di zoom hingga 100% akan terlihat jelas noisenya . Selain menimbulkan noise , penambahan nilai ISO juga dapat menyebabkan berkurangnya kualitas foto yg dihasilkan misal : warna jadi tidak muncul , detail jadi hilang dsb. Baca lebih lanjut

Mengenal Aperture


sumber : //tukangMoto : Belajar Fotografi
seri : 2

Aperture mendefinisikan besarnya bukaan diafragma sebuah lensa . Gunanya untuk mengontrol cahaya yang masuk ke sensor pada kamera lewat bukaan pada lensa . Perhatikan ilustrasi lensa berikut :

Dari bukaan paling besar ( f/1.4 ) sampai bukaan paling kecil ( f/16 ) atas mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke dalam lensa . Perhatikan bukaan lensa di tengah-tengah ! makin besar nilai f-nya , makin kecil diameter / diafragmanya dan sebaliknya . Notasi pembagi “/” pada nilai f , mgkn untuk mempermudah pemahaman user bahwa semakin besar nilai pembagi (1.4 , 2.8 , … dst ) semakin kecil hasilnya / bukaan lensa . Meski pada Nikon , notasi yang umum digunakan adalah menggunakan F besar dan tanpa pembagi “/” misalnya F1.4 , F2.8 , … dst . Ga usah bingung , cukup ingat-ingat saja angka-angkanya dan ingat ketentuan diatas (tebal) . Di fotografi , memang banyak notasi / istilah yang berbeda antar satu vendor dengan vendor lain . Biasalah .. mgkn urusan marketing :) . Baca lebih lanjut

Belajar fotografi yuk …


sumber : //tukangMoto : Belajar Fotografi

Seri : 1

Pada dasarnya sama seperti belajar ilmu-ilmu yang lain , perlu pengetahuan dasar lalu praktek . Porsi praktek harus lebih banyak dibanding porsi untuk mempelajari teori teknisnya . Dan dua-duanya sebaiknya dijalani secara paralel . Baca praktek baca praktek baca praktek baca …

Apa yang harus dipelajari ? Secara garis besar , menurut saya sih cuman dua . Teknis dan Komposisi .

  1. Teknis ? adalah memahami kamera dalam cara kerjanya menangkap cahaya untuk direkam. Tidak kamera saja sih , tapi tercakup juga aspek lain dari asesoriesnya , proses pencetakan , editing dll. Intinya hal yang berbau teknis .
    Di fotografi , lumayan banyak istilah teknis yang dipakai . Belum lagi setiap vendor memiliki nama-nama yang berbeda untuk sebuah teknologi . Banyak ! tapi jangan terlalu diambil pusing . Belajar memang seperti itu . Lambat laun , setiap istilah akan terkuak maknanya dan kita jadi lebih mengerti . Tetap konsisten belajar ! .Beberapa ilmu teknis diantaranya :  Baca lebih lanjut

Cahaya Buatan (Artificial Lighting) dalam Fotografi


Posted on 29. Apr, 2010 by Denbagus in ArticlesLearningMateri Kuliah

Teknologi foto digital terus berkembang, berbagai alat bantu fotografipun bermacam-macam pula bentuk dan fungsinya. Dalam teknologi digital seperti sekarang, dibutuhkan segala hal yang praktis dinamis tapi bagus. Salah satunya adalah peralatan-peralatan fotografi, dalam hal ini adalah lampu untuk menghasilkan cahaya/lighting buatan (artificial lighting). Saat pertama belajar fotografi, memang sering dibingungkan dengan berbagai peralatan lampu studio. Di sini saya akan sedikit berbagi membahas tentang macam-macam lampu untuk menghasilkan cahaya buatan tersebut. Baik untuk indoor fotografi maupun outdoor fotografi. Baca lebih lanjut