MENCINTAI Al Qu’ran


note : Elis Jusa

Bagi seorang muslim Al-Quran adalah petunjuk bagi jasad, akal dan qalbu.
……dan (AL Qur’an) menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yg beriman. (QS. Al-Baqarah 97)
Karena itu, merugilah orang yg tdk mengenal Al Qur’an dan sangat merugi orang yg tdk mau mengenal dan mempelajari Al Qur’an.
Sebaiknya, beruntunglah orang yg mau mengenal dan mempelajari Al Qur’an.

Orang yg senantiasa membaca Al Qur’an jiwa dan qalbunya akan tenang dan tentram. Bahkan para Malaikat akan turun dan membawa ketenangan dan rahmat kpd orang yg sedang membaca Al-Quran.

Dari Al Barra’ r.a, katanya: “Ada seorang laki-laki membaca surat Al Kahfi, dan didekatnya ada seekor kuda tertambat dg tali panjang. Sekonyong-konyong datang awan menyelubungi tempat orang itu, sehingga kuda tsb berputar-putar di tambatannya lalu lari. Ketika hari telah pagi, orang itu mendatangi Nabi saw., lalu diceritakannya kpd beliau peristiwa yg dialaminya itu. Sabda Nabi saw., “Itulah ‘SAKINA’ (para malaikat turun membawa ketenangan dan rahmat) bagi pembaca Al Qur’an.” (HS. Muslim 765)

Di akhiratpun mereka akan dimuliakan bersama para utusan Allah.

Dari Aisyah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: “Orang (mukmin) yg mahir membaca Qur’an, maka kedudukannya di akhirat ditemani para malaikat yg mulia. Dan orang yg membaca Al Qur’an, padahal dia gagap sehingga sulit baginya membaca, maka dia mendapat pahala ganda.” (HR. Muslim 767)

Jika membacanya saja sdh demikian mulia apalagi yg menghapal, mentadaburi maknanya, serta mengamalkan isinya dlm kehidupan sehari-hari.
Itulah sebabnya para sahabat menjadikan Al Qur’an sebagai kecintaan. Mereka berlomba-lomba membaca, mempelajari dan mengamalkan Al Qur’an misalnya dg berulang kali menghatamkan Al Qur’an.
Tidak heran jika Rasulullah menganjurkan untuk IRI terhadap orang yg selalu berinteraksi dg Al Qur’an.

Dari Abu Hurairah r.a. katanya: Rasulullah saw. bersabda: “Tiada boleh iri hati selain dalam dua hal:
1. Orang yg diberi Allah pengetahuan tentang Qur’an, lalu dibacanya di waktu malam dan siang. Lalu dia mengatakan: Kalau kiranya saya diberi serupa yg diberikan kpd orang itu, niscaya saya akan berbuat sebagaimana yg diperbuatnya.”
2. Orang yg diberi Allah harta, lalu dinafkahkannya harta itu menurut mestinya. Lalu dia mengatakan: ” Kalau kiranya diberikannya kepada saya serupa yg diberikan kpd orang itu, saya akan memperbuat pula sebagaimana yg diperbuatnya.” (HR. Muslim 1932)

*) iri hati disini berarti bukan dengki, melainkan tdk mau ketinggalan dan ingin memperoleh seperti yg diperoleh orang lain.

Mendengarkan orang yg sedang membaca Al Qur’an pun mereka akan mendapatkan rahmatnya.

“Dan apabila dibacakan Al Qur’an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dg tenang agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al A’raaf: 204)

Betapa banyak manfaatnya bagi seorang muslim dari membaca Al Qur’an: sebagai petunjuk, menjadikan hati tenang dan tentram, di rahmati malaikat, dimulikan di akhirat bersama para utusan Allah.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s