Mengapa mereka balik kucing ?


Menghadiri undangan manten anak teman bojoku, dengan perhelatan yang apik, unik dan mengesankan sohibul hajah adalah seorang punggawa yang punya kepedulian sosial.

Gedung Balai Pemuda sebagai kebanggaan arek Suroboyo, menjadi tempat bersejarah pasangan YAYA dan YANI (bukan nama sebenarnya), mereka bersanding di pelaminan nan anggun dengan warna merah maron, gaseboh super besar membalut gedung yang begitu luas, hingga tak tampak gedung itu bersejarah.

 

Sejak dari parkiran kendaraan, saya sudah melihat ada kejanggalan dari para undangan yang tak segera memasuki gedung, mereka pada mundur (balik kucing) dan sibuk mencari amplop dengan bertanya ke kawan kawan yang mereka kenal, saya tanya ada apa ini ?. Mereka menunjukkan spanduk besar di kanan kiri penerima tamu dengan tulisan hurup kapital jelas “SUMBANGAN ANDA SAYA SERAHKAN PADA YAYASAN INI Al-xxxxxxx” .

Spanduk besar di kanan kiri menunjuk yayasan berbeda untuk menerima sumbangan dari para undangan yang akan memberikan sumbangan untuk MEMPELAI.

Masa’ Allah, ternyata mereka mundur selangkah, mereka ragu untuk memberikan amplop yang sejak dari rumah mereka bawa, apakah mereka mengira /takut sohibul hajah tidak mengetahui siapa siapa saja yang telah memberikan sumbangan ? Sungguh di luar nalar saya.

 

Saya sangat menaruh hormat, dengan rekayasa sohibul hajah, bahwa dirinya bukan tak butuh uang, namun dirinya sudah mempunyai kelebihan harta untuk dimiliki, mereka tentu pengen do’a disamping dari para undangan juga do’a dan terima kasih dari anak anak yatim piatu yang akan menerima segebok uang untuk kelangsungan hidup beberapa bulan mendatang. Saya inget kata kata bapak saya : “azemi, bila kamu selamatan, jangan lupa ditengah tengahnya ada orang miskin, kau akan melihat senyum yang paling tulus adalah senyum orang miskin saat mereka kau jamu dengan kenikmatan ikhlasmu”.

 

Saya juga teringat dengan beberapa ayat sebagai pencerahan :

 

Apa saja yang kamu infakkan atau apa saja yang kamu nazarkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. Orang-orang yang berbuat zalim tidak ada seorang penolong pun baginya. (Al-Baqarah: 270)

 

Orang-orang yang menginfakkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran bagi mereka dan tidak juga mereka bersedih hati. (Al-Baqarah: 274)

 

(Berinfaklah) kepada orang-orang fakir yang terikat dalam perjuangan di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di muka bumi. Orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena mereka menjaga diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu infakkan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui. (Al-Baqarah: 273)

 

Pertanyaannya, kenapa mereka mencabut kembali amplop yang telah mereka rencanakan ?, padahal mereka akan mendapat 2 kebaikan, yaitu kebaikan untuk mempelai yang telah menyumbangkan hartanya dan kebaikan diri anda sendiri karena ikhlas memberikan pada yayasan yatim piatu.

 

Apakah ini tanda dari banyak orang yang memberikan sesuatu pada orang lain dengan mengedepankan “ego” keAKUan karena tercatat dalam buku tamu dan amplop telah mereka kasih nama jelas dan alamat lengkap, sehingga sohibul hajah, punya perhatian lebih pada dirinya, karena sudah mau meluangkan waktu untuk hadir pada acara tersebut.

 

Kesimpulan :

  1. Perlu cerdas kita untuk bersedekah, kepada siapa dan untuk apa kita bersedekah, jangan sampai kita bersedekah untuk keperluan orang beli NARKOBA, karena kita juga akan terkena dosa akibat sedekah kita, sebaliknya apabila kita diajak kebaikan, maka tunaikan kebaikan itu, sehingga kita akan mendapatkan pahala atas kebaikan tersebut.
  2. Gusti Allah akan selalu menjamin bahwa sebesar apa amalan baik atau buruk kita akan di ganjar (Surat Az-Zalzalah ayat 7-8)
  3. Nabi Muhammad Saw berkata : Aku tidak bertanggung jawab kepada orang-ornag yang bersifat Riya’ –

     

    Nabi Muhammad Saw berkata dalam hadistnya yang mulia : Siapa orang yang berpuasa hanya ingin di lihat orang maka itu adalah Riya’,

    Siapa orang yang sholat hanya ingin di lihat orang maka itu adalah Riya’, Siapa orang yang bersedekah hanya ingin di lihat orang maka itu adalah Riya’.( Al Imam Ahmad )

  4. janganlah berpaling saat kita sudah punya keyakinan bahwa yang kita kerjakan adalah kebenaran, jangan kita mundur, apabila kita mengetahui yang kita lalukan adalah kebaikan.
  5. Bila amplop yang telah dibawa dari rumah, di anggap sebagai nazar kita, maka kita di hukumi gusti Allah sebagai orang yang zalim (Al-Baqarah: 270)

 

 

Semoga ada manfaatnya

 

Pakde Azemi

Nyamil jajan pasar – seruputane teh anget

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s