Ayo Kita Cerdas dalam TUNTUNAN bukan TONTONAN


Menjelang iedul Fitri 1432 H.  dapat SMS bunyi isinya : q lihat RAMADHAN dari kejauhan.. lalu ku sapa hendak kemana? dengan lembut ia b’kata q harus pergi, mungkin jauh sangat lama. Tolong sampaikan psan q u/ orang yang bernama MUKMIN.  S(….), (…..), (…..), (…..)

sayang tak tahu siapa pemilik sms tersebut, namun dari kandungan sms tersebut tersurat makna bahwa

sebentar lagi kita akan masuk pada bulan 1 syawal 1432H, artinya bulan peningkatan kwalitas.

Teman . . . .

benar juga isi SMS tersaebut, bahwa setelah kita di tinggal ramadhan kita memasuki Rari raya iedul

Fitri, kita seolah kembali menjadi Fitri, tentu bagi yang menjalankan ibadah puasa di dalam bulan ramadhan, yang tidak menjalankan yaaa hanya sebagai penggembira saja di awal bulan syawal tersebut.

Karena itu pada bulan Syawal kami (pakde Azemi) sekeluarga mengucapkan, Taqoballahu minna wa Minkum, mohon maap apabila selama ini, keluarga besar kami telah mencederai hati yang tak tersengaja, mari kita saling memaafkan sesuai dengan :

 

[3:134] (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang- orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

 

Teman . . . . . .. .

Di dalam surat al-baqarah dibawah menunjukkan bahwa apabila sudah kita anggap cukup waktu (dalam satu  bulan) maka segeralah bertakbir mengangungkan asma’ Allah, mencukup dalam satu bulan maksudnya satu bulan itu adalah bisa 29 atau 30 hari, kemungkinan 29 dan 30 itu tergantung perhitungan, karena apabila ada perbedaan dalam menentukan tanggal 1 syawal, jangan kita saling manyalahkan, banyak orang bertanya  pakde mana yang benar 29 apa 30, saya jawab semua benar,yang salah adalah mereka mereka yang bertanya kapan lebaran, namun mereka tak pernah melaksanakan ibadah wajib dalam bulan ramadhan, sama dengan  mereka mereka yang bertanya pakde mana yang benar taraweh 23 rakaat apa 11 rakaat, tentu saya saya jawab, senmuanya bener yang ga bener adalah orang yang hanya tanya kebanaran namun tak pernah sholat taraweh hheeee

 

mari kita perhatikan ayat dibawah ini :

 

[2:185] (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri

tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau

dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran  bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

 

 

teman :

 

mari kita interospeksi diri dalam merayakan LEBARAN, agar sedikit lebih cerdas daripada hanya mengikuti  ritualnya namun kita tak menempatkan esensi dari perayaan itu sendiri.

Bangsa Indonesia memiliki ragam budaya yang suit untuk di hilangkan begitu saja, karena itu sudah

menajadi akar bangsa ini, namun dalam memposisikan diri kita pada budaya, seharusnya kita bisa menempatkan mana yang menjadi TONTONAN dan mana yang menjadi TUNTUNAN, jangan di balik balik, yang seharusnya menjadi tontonan menjadi TUNTUNAN sedangkan yang Tuntunan dijadikan TONTONAN.

 

contohnya :

 

1. Perayaan HALAL bil HALAL, sudah menjadi sebuah tradisi wajib bagi bangsa ini melaksanakan ritual yang sebenarnya tak ada dalam kamus ISLAM, tetapi karena pelaksanaannya baik yang bisa jalan dan diterima para Punggawa Agama Islam tanpa benturan dan masalah dalam pelaksanaan, semua puggawa agama ISLAM di negara ini sepakat untuk melaksanakan.

Namun yang perlu kita garis bawahi, agar tak salah tafsir oleh orang orang yang kurang mengerti agama ISLAM atau bahkan orang dil luar agama ISlam, seolah permintaan maaf itu bagi orang islam di lakukan 1 tahun sekali, yaa pada saat HALAL bil HALAL, padahal perintah Gusti Allah sangat tegas :

 

“Dan memberi maaf itu lebih dekat kepada takwa”.

(QS. Al-Baqarah: 237)

 

“Jadilah engkau pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh”.

(QS. Al-A’raf: 199)

 

“Dan hendaklah mereka mema’afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu?  Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”

(QS. An-Nuur: 22)

 

Dari ayat tersebut, maka kita harus bisa menjabarkan dan menjelaskan bahwa permintaan maaf bagi orang  Islam harus diseberagakan bukan malah di tunggu hingga 1 tahun, dan bagi orang Islam harus NERIMO dan memberikan maap terlebih dahulu, inilah wujud dari rahmatan Lil Alamin

 

2. Lebaran bagi Agama Islam sudah jelas hanya ada 2 (dua) yaitu : Iduel Fitri dan Iedul Adha, di negeri ini masih di tambah satu yaitu “iedul KUPAT”, nah merambahnya budaya yang kurang di terjemahkan dengan baik oleh orang orang terdahulu bisa jadi sangat menyesatkan bagi orang jaman sekarang ini, Iedul KUPAT atau yang sering kita sebut KUPATAN, tidak di kenal oleh agama ISLAM, namun tradisi dan perayaan KUPATAN sangat di nanti banyak orang, bahwa ramainya tak kalah saat 1 syawal, di desa2 kendaraan (dokar, becak motor ojek dan lain lain) semua pada berhiasdihiasai kupat untuk jadi rebutan yang dilewati, ini merupakan bentuk sedekah yang tak diungkapkan.

Yang menjadi pemikiran kita seharusnya bukan bukan KUPATANnya yang paling penting, namun 6 hari sebelum kupatan itu yang harus kita perhatikan, sehingga kita terjebak pada PERAYAAN, tetapi tidak melaksanakan TUNTUNAN yaitu puasa syawal 6 hari yang di tutup dengan iedul KUPAT.

 

semoga yang sedikit ini bisa mencerdaskan kita dalam beribadah

 

pakde Azemi

menungguh Magrib untuk BERTAKBIR bareng bareng

Allahu Akbar Allahu Akbar La illahaillahu Allahu Akbar . . . . .

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s