TRAGEDI MALAM JUMAT


bulan tak tampak, diselimuti mendung

cahaya bintangpun samar tak nampak bercahaya

kelelawar sudah pada memangsa buah buahan segar menjadi ranum

nyamuk menari nari, melihat manusia  kegerahan tanpa busana

acara menghisap darahpun di mulai……

bentol bentol bekas gigitan tak dirasakan ……

nyamuk yang rakus, tak sanggup lagiu terbang kembali ke habitat

mengerang minta tolong, namun kawan kawannya tak sanggup memikul beban,

tergelepar nyamuk yang rakus tak berdayah di kasur dan lantai . . . . . .

nasibnya tragis terinjak manusia yang telah dihisap darahnya….

impas sudah nyamuk dapat darah, namun mati terinjak mangsanya

di sudut kamar yang tak diterangi lampu “mercuri”

nampak sesosok bayangan sangat kusuk, kepala menengadah, tangan terangkat,

tak menghiraukan suara nyit nyit kelewar, nging nging nyamuk

dia asik bercengkerama dengan Sang Kholiq . . . .

air matanya menetes halus tak dia rasakan . . . . .

malam makin larut, dingin mulai merasuki kulit dan tulang

namun sesosok bayangan yang khusuk tetep tak beranjak dari sajadah malam itu,

doanya makin tak jelas di panjatkan, karena diiringi dengan isak dan airmata

wahai TUHANku, malam ini aku pasrahkan diriku untuk menjadi budakmu

andai MALAM ini tak kau AMPUNI dosa dosa ini, niscaya esok makin banyak

tumpukan dosa yang akan ku perbuat.

wahai DZAT yang MAHA PERKASA, bimbinglah diriku agar memiliki sifat PERKASA untuk menolak perbuatan salah dan nista.

wahai DZAT yang MAHA KAYA, tuntunlah diriku untuk mampu memilih dan memilah rezeki yang Halal dan Toyiban serta Barokah

 

semakin malam semakin elok kata kata yang keluar dari mulutnya

semakin malam semakin khusuk bermunajat dengan sang Kholiq

 

 

PETIRRRRR dan GUNTURRRRR – seolah tak terdengar

asik lanjut bermunajad . . . ..  .

BANJIR memasuki ruangan…….

paginya tetangga pada melihat MAYAT mengapung dalam rumah yang tergenang BANJIR . . . . .

 

 

ckckckckckck keheranan orang kampung bertanya mengapa dia tak lari

saat BANJIR DATANG ?

apakah seperti itu sifat kepasrahan tanpa menghirau akibat…….

 

 

seonggok tanah diberi batu nizan pertanda ada yang berduka

selamat jalan …… semoga doamu —— dikabulkan dan dosamu terampuni

 

Pakde AZEMI

Ngelamuni Orang meninggal tanpa berfikir – – – –

 

 

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s