TERNYATA aku TAK Seberapa ?


HUJAN bakal menambah AROMA KAMBING lebih sedep,

yang berburuh hewan kurban  makin seru, yang jual makin lessuh,

yang nawarin nyembelih udah antreee – – – – –

mereka berebut jatah kulit, kaki plus sedekah (selawatan),

seruuu seruuu’, tinggal dua hari lagiiii….

puasa puasa dikasih mendung,  alhamdulillah,

namun berburu kurban takut kepleset . . . . .

berteduh di bawah pohon waru, masih aja kuyup

ya robbi perjuangan untuk tunaikan surat Al-Kawthar ayat 2 : “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah”.

semoga kenikmatan yang telah KAU berikan dapat menyenangkan orang lain, sungguh kesyukuran tak cukup dengan bacaan Alhamdulillah…..

 

Ya rabbi aku malu dengan tukang Becak cak sarip bukan nama sebenarnya) mampu kasih seekor kambing GEDE banget, walaupun itu sudah dipersiapkan 2 tahun lalu, namun keikhlasannya untuk memberikan terbaik untuk sang Kholiq,

Katanya Cak sarip :  saya sudah beli 2 tahun lalu masih murah pak, sekarang di tawar orang 2,5juta saya ga berikan, karena saya pengen kasih untuk Gusti Allah…… Allahu Akbar….

 

kataku : cak sarip, sampean itu ganjarannya sama dengan orang kaya menyembelih onta, karena keterbatasan dan keikhlasan sampean,  Gusti Allah akan menghitung kelipatan gede dibandingkan orang kaya yang beli KAMBING 2.5juta.

 

ya Robbi ya Ghonyy yaaa Rozaq – kekayaanMU tak berkurang karena KAU berikan pada semua manusia dan makhluk lainnya dan rejekiMU akan memberikan kenikmatan pada banyak makhluq.

 

Allahu Akbar – bertahun tahun aku berusaha untuk menabung hingga waktunya kurban akan mendapatkan yang terbaek, ternyata tiap tahunnya aku selalu saja di pertontonkan orang orang yang secara kasat mata masih lebih baek diriku dalam menerima kenikmatan Gusti Allah, namun mereka selalu lebih baek dari apa yang aku korbankan…..

Beberapa tahun lalu, aku dipertontonkan para pemulung mampu berkorban sapi yang begitu besar (sudah saya buatkan notenya), kali ini tukang becak mampu berkorban kambing gede banget, semoga dengan melihat dan merasakan seperti ini, aku akan lebih memacu diri untuk meningkatkan, kualitas dan kuantitas hewan kurban yang ku persembahkan bukan cuman 2 Ekor kambing saja, tetapi bisa meningkat menjadi 2 ekor ONTA ARAB keturunan INDIA, sehingga bener bener  dapat memberikan daging kurban pada banyak orang yang kurang beruntung…………………

 

Allahu Akbar, bener kata orang,  nikmat “sempat” akan membuat orang cepet bertindak dan “cemburu” melihat kekurangannya. Banyak orang yang punya banyak duit, tetapi dirinya tak sempat untuk membeli, banyak yang punya ongkos naek haji, tetapi dirinya tak sempat tunaikan itu.

 

Allahu Akbar, Gusti Allah senantiasa menunjukkan kebaikan, namun manusia kadang membelokkan jalan yang sudah di tunjukkan, Gusti Allah akan memberikan kelapangan setelah diberi kesempitan, namun manusia tak pernah menyadari dirinya sudah dalam keadaan lapang, karena sipat rakus dan pelit, mengemu sipat kikir plus medit.

 

Allahu Akbar, senyampang nyawa masih melekat pada jasad, jangan menunda kebaikan, karena keluarnya nyawa dari jasad tak bisa di prediksi, banyak yang menasehati, namun saling balas pantun untuk menjawab besok, banyak yang memberikan contoh namun kadang kita seneng memaparkan kebaikan orang lain, mengapa bukan diri kita ? katanya takut dikatakan riya’, semua kembali hati masing masing, apakah yang kita perbuat itu riya’ atau untuk memberikan pencerahan pada orang lain ?

 

Dulur, sebagai muslim pantang untuk berkata aku tak mampu, karena muslim itu harus mampu, tak bisa banyak kasih sedikit, tak bisa sedikit lakukan dengan poerbuatan, tak bisa perbuatan mesem ae cukup (tangan di atas lebih baek daripada tangan di bawah).

Kita kembali pada ayat : Dan Tidaklah Aku Menciptakan Jin dan Manusia Kecuali untuk Beribadah Kepada-Ku (Adz Dzariyat : 56).

 

Kita “hanya” diperintah untuk beribadah, artinya semua yang kita perbuatan harus semata mata sebagai perbuatan “IBADAH”, bekerja ibadah, makan ibadah, tidur ibadah, semuanya harus di sandarkan pada perbuatan ibadah, termasuk kemampuan kita untuk berkurban………………

 

Kesimpulan :

  1. Persiapkan diri sedini mungkin dalam pengabdian diri/penghambaan diri pada Gusti Allah
  2. Gusti Allah selalu menuntun diri kita untuk  bisa berbuat lebih baik, apabila kita istiqomah
  3. Jangan memandang orang lain rendah secara kasat mata, karena kemampuan seseorang itu sangat tergantung, ada tidaknya memiliki nikmat “SEMPAT”
  4. Gusti Allah sangat paham niat hambahNYA . . . . sehingga kita jangan takut dikatakan riya’ (pamer) dalam bersedekah maupun beribadah lainnya….. karena beribadah itu selalu dilihat manusia, kecuali puasa . . . . .
  5. Mari kita tunaikan ayat yang selalu kita baca setiap kita sholat  : surat Al-Kawthar

 

 

Sekian semoga bermanfaat

 

Pakde Azemi

Merenungi Cemburu Batin dalam berkurban….

 

 

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s