Ga apa apa MISKIN Harta tapi SUGIH ILMU


Jagad wong kere (orang miskin) emang nganeh anehi, kalo bertanya yaa kadang sesuka hatinya, tapi itu emang jujur banget, karena mereka pengen tahu bukan bermaksud menilai kita dah pinter apa belum.

 

Note ini terinspirasi saat jagongan di depan rumah dengan bakul BAKSO malang dan bakul Pek mPek Palembang, cak kurdi (nama disamarkan) bakul bakso dan bang kohar bakul pek mpek, tak sengaja saya nguping pembicaraan kedua bakul ini, awalnya sih masalah penglaris dan jas hujan saat musim hujan, lama lama sudah masalah agama.

Cak kurdi bertanya pada bang johar seperti ini :

Cak kurdi : bang kohar, tahu ngga, tadi pagi saya dengerin TePe sepulang dari mesjid, ada pertanyaan seperti ini : ustad, apakah betul manusia itu di ciptakan dalam keadaan keluh kesah (mengeluh) terus menerus  ……………………

Bang Kohar : cak, kalo begitu cocok yaa dengan kita, selalu sambat (ngeluh) karena sepih, kalo rame yaa bingung karena mangkoknya dikit, hujan juga ngeluh, pembelinya rewel juga ngeluh, pembeli nyebelin apalagi  ngeluhnya poll, emang bener cak…….

Cak kurdi : andai gusti Allah ga menciptakan manusia dalam keluh kesah, dunia akan sepih kale yaaa bang ?

Bang kohar : wah ga tahu juga yaa, mending Tanya, ama pakde aja biar hatimu bisa plong…

Cak kurdi : pakde, apa bener pakde, andai gusti Allah, menciptakan manusia ngga punya sifat keluh kesah dunia akan seppiiihhh ?

 

Pakde azemi : cak kurdi dan bang kohar…. Pertanya ente itu mirip dialog antara gusti Allah dengan malaikat saat penciptaan nabi ADAM, perhatikan ayat ini :

 

Al-baqarah ayat 30

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

 

Coba perhatikan dan rasakan bersama kandungan ayat itu saat Gusti Allah berkata akan aku ciptakan manusia sebagai khalifah di muka bumi !

Malaikat protes halus, kenapa gusti Allah menjadikan manusia sebagai khalifah, padahal mereka sering membuat kerusakan dan pertumpahan darah ?

 

Maka Gusti Allah menjawab dengan ayat berikut :

 

Al-baqarah ayat 31

Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!”

 

Ternyata manusia lebih pandai dari Malaikat dalam ILMU (menghapal benda benda)

 

Dan malaikat pun menjawab :

 

Al-baqarah ayat 32

Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”.

ini sebagai bukti manusia memiliki derajat lebih bagus dari malaikat  sebagai makhluk ciptaan Gusti Allah

 

dan Gusti Allah melanjutkan dengan ayat :

 

Al-baqarah ayat 33

Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini”. Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku-katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?”’

 

Sifat Maha dari Gusti Allah akan mengetahui apa dan bagaimana yang akan terjadi baik terang maupun tersembunyi, disamping itu kepandaian manusia akan membuat dunia ini makin elok, ada lampu, ada jembatan, ada mobil, ada gerobak dll.

Coba andai protes malaikat itu di kabulkan sampe skarang dunia ini akan sepih, gelap, ga ada aktipitas kecuali dizzir, ga ada kembang api, ga ada orang kena mercon, ga ada rumah sakit, ga yang sakit, ga ada gerobak bakso karena malaikat ga pernah mau jual bakso sebab malaikat ga makan, ga ada mesjid karena malaikat ga bisa bangun masjid dan lain lain.

 

Cak Kurdi dan bang Kohar =  mengenai manusia itu tercipta dalam keluh kesah emang ada dalam al-quran, coba perhatikan ayat di bawah ini surat al-ma’arij :

 

Al-Ma’arij – 19

Inna al-insana khuliqa halooAAa

Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.

 

Ayat ini jelas memberitahukan pada kita kalo kita diciptakan dalam keadaan keluh kesah, gemuk bingung, kurus juga, ganteng bingung buat rebutan orang jelek apalagi, de el el….

 

Al-Ma’arij – 20

Itha massahu ashsharrujazooAAa

Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,

 

Al-Ma’arij – 21

Wa-itha massahu alkhayru manooAAa

dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir,

 

Al-Ma’arij – 22

Illa almusalleen

kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat,

Al-Ma’arij – 23

Allatheena hum AAala salatihimda-imoon

yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya,

 

Cak Kurdi dan Bang Kohar orang yang ga berkeluh kesah itu adalah orang yang selalu mendirikan SHOLATnya – bukan mengerjakan sholat, sebab banyak orang yang mengerjakan sholat tapi maksiat masih jalan istilah sekarang EsTeEmJe (Sholat Terus Maksiat Jalan) masa’ Allah…

 

Orang mendirikan Sholat artinya akan menjaga apa yang telah diucapklan dalam sholatnya, seperti saat menbaca : Inna sholati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi robbil ‘alamin (sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk ALLAH) – ini sebuah perjanjian dirinya dgn Gusti Allah, maka orang yang mendirikan sholat tak akan berbuat selain yang di perkenan Gusti Allah ……………………..

Orang yang istiqomah dalam sholatnya adalah orang ber”taqwa” kepada Gusti Allah, seperti disebutkan pada ayat ini :

 

Dan segeralah kamu mencari ampunan dari Tuhan-Mu dan mendapatkan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa, (yaitu) orang yang berinfak, baik pada waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebajikan (muhsinin).” 

(Q.S. Ali Imran:133-134)

Orang yang bertaqwa itu cirinya ada 3 :

  1. Mau berinfaq dalam keadaan kere apalagi Sugih
  2. Menahan marah
  3. Memaafkan kesalahan orang lain

Dari 3 sifat tersebt dapat kita simpulkan orang yang bertaqwa hidupnya tak pernah “KIKIR” mereka dermawan bik harta maupun hatinya di dermakan untuk orang lain, (sabar dan memaafkan)

 

Kanjeng Nabi Muhammad saw, penah bersabda : Orang kuat itu bukanlah yang menang dalam gulat tetapi orang kuat adalah yang mampu menahan nafsu amarahnya. (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Kesimpulan :

  1. Belajar menggali ilmu itu bisa tidak mengikuti pendidikan formal, dijalan, di TePe, dimasyarakat, kita bisa menemukan ilmu, bila kita mau
  2. Gusti Allah menciptakan manusia menciptakan punya sifat keluh kesah, dengan keluh kesah manusia akan memperbaiki dan menemukan sesuatu untuk bekal hidupnya.
  3. Sifat kikir sudah dimiliki manusia sejak penciptaannya, namun apabila ia istiqomah dalam mendirikan sholat, maka sifat buruk tersebut akan terabaikan.
  4. Mari kita selalu belajar  menimba ilmu tanpa memandang  kepada siapa dan dimana tempatnya, karena ILMU itu betebaran dimana mana, mampukah, maaukah kita mendapatkan ? hanya itu pertanyaan

 

Sekian semoga bemanfaat.

 

Pakde Azemi

Menikmati Liburan Panjang panjang sekali . . . . . . . .

renungan jumat

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s