Pilih mana, Qabiel atau Habiel?


oleh Nasrudin Djamil pada 30 Maret 2012 pukul 2:44

Kita menyembah Allah dan hanya bergantung kepadaNya…meskipun kasat mata tak melihatNya, namun keberadaanya, amatlah diyakini :  Sebagai yang Maha Kuasa atas segalanya..Dialah yang Maha Menghakimi

Kepada Rasulullah dan para Nabi, kita amat meyakininya. Meski kita juga tak pernah berjumpa melihat langsung raganya. Bukan iman namanya, kataku, kalau hanya kata buku. Setelah kitab dalil menjadi referensi, PeDelah kita bilang, mengikuti cara shalatnya nabi, puasanya nabi, juga yang lain..cara nabi. Ya lagi-lagi toh sesuai keyakainan. Berdasar  dalil yang rinci dan pastinya, logis, masuk akal.

Bagi yang berbeda, kita ngga boleh usil juga. Mereka punya alasannya sendiri.  Mengikuti tatacara peribadatan Nabi, seperti juga kata kita. Tentu, dengan alasannya sendiri. Itulah watak karakternya fiqh, yang menjadi biasa dengan berbeda. Bagi kaum  muslimin yang tak boleh beda hanyalah  akidahnya, Tauhid syahadatnya! Baca lebih lanjut

REPLEKSI diri menjelang PEMILU dan SEKOLAH ANAK


note ini berasal dari pesan nyasar. sehingga saya ga bisa minta ijin untuk posting, namun karena tujuannya untuk memberikan pencerahan insya’ Allah pemliknya tuan/wati NN mengijinkan

 

 

SUAP

Dan Janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui (QS al-Baqarah [2]: 188). 

Allah melaknat penyuap dan penerima suap dalam hukum (pemerintahan)(HR Ahmad, Abu Dawud dan al-Tirmidzi) Dari Abdullah bin Amru, Rasulullah saw juga bersabda: Laknat Allah bagi penyuap dan penerima suap (HR Khamsah kecuali al-Nasa`i dan di shahihkan oleh al-Tirmidzi). Dari Tsauban ra:Rasulullah saw melaknat penyuap, penerima suap, dan perantaranya (HR Ahmad).

Yang menyuap dan yang disuap sama-sama masuk neraka, begitulah kira-kira sabda Nabi Muhammad SAW. Semua

orang juga sudah tahu. Mengapa suap-menyuap terus saja merajelela? Bahkan, dari segi istilah pun, suap-menyuap

telah berkembang semakin canggih: uang  pelicin, kickback, feedback, uang rokok, uang terima kasih, uang setoran, malah ada yang nekad memberi nama “syukuran”, tali kasih dan sebagainya. Masyaallah!

Baca lebih lanjut

Focus kalo di Gendam


Saat di mall di sapa orang dengan meneepuk pundak, hey jay, tekan ngendi (darimana) ?
saya tanya : emang anda kenal dengan saya?
lah kenal jay, mosok anda lupa, waktu di jember dulu?
saya jawab : saya tidak pernah ke jember, maap anda salah orang!
dilanjutkan; masak sih aku salah
saya balas nama saya bukan jay?
lhoo sapa nama anda jay?
nahh iki penyebab anda ga kenal dengan saya.
ati ati kalo mau gendam lihat manusianya dulu yaaa……. maap saya pergi.

dalam hati
aku juga takut kena gendam
alhamdulillaj gusti allah masih menjaga.
waspadalah waapasalaahhhhhh

ngomong LAPAR tapi minta DUIT


BANG mengertilah DIKIT aku LAPAR – – – –
Bang AKU bukan minta tapi aku LAPAR . . . .
Bang perhatikan mukaku – pucat begini – – – – – –
Bang apakah Abang mau uang untuk beli MAKANAN ?

Walah dik dik trik seperti ini sudah lama di pake orang…..
sekarang masuk untuk ambil sepiring nasi plus lauk yang enak tentunya . . . .
selesai piring terisi, saya berikan kepada dia….
yaaa, ini makanan porsinya juga JUMBO, menu ISTIMEWA . . . . habiskan . . .

bang saya buru buru bang…..
buru buru kemana ?
saya mau pulang, terima kasih makanannya . . . . saya ga bisa terima….
lhoooo , katanya tadu LAPAR kok dikasih makanan menu enak ga mau….
ente BERHARAP duit YAAAA…..
DIA MENGANGGUK……
sampai kapanpun saya ga pernah, kasih DUIT untuk orang yang kelaparan . . .
kalo ENTE tadi butuh DUIT untuk bayar UTANG tentu saya kasih DUIT….

sekarang ente keluar dari rumah ini . . . . . .
saya akan TUTUP RAPAT ini pintu . . . .. . . . .

tamuku hari ini bikin pusing…..
dikira aku gampang di KIBULI…
eh malah dirinya KENA perangkap .