Menjelang Anak MENIKAH


26 tahun lalu lahir bagi laki laki, Airlangga Bayuseto begitu nama anakku, nampaknya seperti anak bangsawan jawa, padahal bapaknya ga nge sama sekali dengan adat jawa, tetapi keputusan kasih nama jawa agar anakku kelak panggil aku dengan menyebut BAPAK bukan papa, papi, abah, abi atau abuyah, sayangnya pertumbuhannya Erlangga tak kubekali dengan kebiasaan “jawa” seperti berbahasa jawa “alus” apalagi adat istiadat jawa wes gab blaaaaass.

Kini bayi itu sudah akan melepas masa indahnya memasuki masa indah yang berbeda dengan masa indah saat bersendirian (menikah).

Ada nasehat yang aku berikan pada anakku (Erlangga) sebelum tekad berumah tangga itu  terlaksanan, nasehat nasehat yang pernah diberikan bapakku kepada diriku saat beliau masih sugeng (hidup) :

  1. Berikan Mahar yang berharga baik untuk isterimu kelak, karena mahar itu menunjukkan kemampuan seorang suami (tanggung jawab), setelah berumah tangga kelak. jangan kasih al-quran dan seperangkat alat sholat menurut bapak terlalu murah harga belinya. beri emas atau uang yang besar nilainya, akan menunjukkan kamu adalah orang yang mapan secara ekonomi sanggup untuk menafkahi isterimu kelak
  2. Jangan kamu berbicara melebihi suara isterimu saat berumah tangga, karena berbicara sampai urat lehernya Nampak akan menampakkan dirinya kurang pandai mengontrol diri
  3. Jangan kamu berdoa minta kaya (sugih), apabila itu terpaksa kamu panjatkan, maka kamu harus menata hati sebelum diijabah Gusti Allah, karena orang kaya itu sulit ?, kenapa Tanya anakku ?, bisanya orang kaya itu yang ga saudara mendekat mengaku saudara, yang bukan teman ngaku teman, tetangga, semua akan tertumpu pada dirimu, bila kamu ga siap, maka kamu akan : pertama makin menjauhi orang yang sebenarnya mendoakan akan keberhasilan (kaya) dirimu, dua : mreka akan menyumpahi dirimu, karena harapan mreka kamu padamkan
  4. belajarlah seperti sifat tangan kamu yang kanan dan kiri tak pernah iri dalam menerima takdir ILAHI (nerimo ing pandum). Tangan kanan selalu mendapat giliran yang enak enak, makan pakai tangan kanan, terima gaji pake tangan kanan, salaman pake tangan kanan. Giliran yang gak enak enak kok tangan kiri, membersihkan puph pake tangan kiri, tetapi karena kesabaran tangan kiri saat Tunangan kok di sematkan di tangan kiri, itulah Gusti Allah tak pernah menyianyiakan ciptaanNYA.
  5. jangan kamu seneng melihat kekayaan orang lain tanpa kita tahu bagaimana sebenanrnya mereka berada dalam rumah mereka, menilai luarnya saja kadang kita akan kecewa setelah kita mendapatkan seperti yang mereka dapatkan, punya mobil seperti mereka setelah kita punya malah berantem dengan anak karena di pinjem terus anak
  6. jadi orang rusak itu gampang, tetapi jalan hidupnya penuh dengan kesulitan. Jadi orang baik itu sulit, namun lebih mudah menjalani hidup”.

 

Begitulah eyang kakung kamu pernah menasehati bapak, karena itu bapak wariskan kepadamu hingga saatnya nanti kamu juga mewariskan kepada anak anak kamu

 

Semoga anakku ERLANGGA, bener bener bisa memposisikan dirinya seperti muadzin, kalo dia menyeruh, marilah kita sholat maka dirinya ikut dalam barisan sholat,  bukan seperti AMTENAAR (penguasa) selalu berkata biasakan dengan budaya antri ehhhh malah MOBILnya ngueng ngueng minta nyalip……

 

Pakde Azmi

Berdoa untuk anak insya’ Allah besok minggu 10 juni 2012 nikah

Mohon map UNDANGAN ga NYAMPE untuk ENTE PADE

Mohon sambung doanya yaaa dulur, sohib, prend, ponakan2ku

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s