Malam 21 atau Ganjil !


Baru nyadar penentuan beda awal puasa sangat terasa saat 10 hari terakhir.

Kenapa begitu ?,   keyakinan malam likuran (dua puluhan dalam bahasa jawa) apalagi malam malam ganjil sangat di buru banyak orang untuk mensetting porsneleng 5 bahkan turbo, untuk menambah amal ibadah  dengan I’tikaf di masjid, seperti yang selalu dilakukan Kanjeng nabi Muhammad.

Dengan beda awal puasa, orang mulai diliputi keraguan (was was), dengan bertanya dalam hati dan tentu berdiskusi dalam forum terbatas bahkan berdebat di saat buka puasa bareng.

Dulur ku cak imam khumaeni bertanya : pakde, menurut jenengan yang bener malam ganjil itu dimulai sekarang apa tadi malam ?

Begini cak, terminal akhir dari ramadhan adalah IEDUL FITRI ?

Pertanyaannya siapa yang menang ?

Karena itu, kita perlu menilai siapa yang menang ? dalam sebuah LOMBA (puasa) tidak semua orang akan menang, ada juara 1, 2,  3 atau juara harapan, ada juga hanya puas sampai finish saja.

Kita Perlu bongkar bongkar sang JUARA,  seperti bagaimana persiapan dirinya menjelang LOMBA, orang orang lama, para sahabat, para wali dan ulama selalu melakukan persiapan sejak bulan Rajab, Sya’ban sampai Ramadhan dilanjut  hingga  Syawal.

Perhatikan hadits dibawah ini :

” Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan . “(HR. Thabrani dan Baihaqi)

Perhatikan juga ayat dibawah :

Allah SWT berfirman, “Katakanlah (wahai Muhammad SAW) Dengan Datang-nya Anugerah Allah Dan Rahmat-Nya, Maka Dengan Itu Hendaknya Mereka Bergembira” (QS Yunus 58)
Sabda Rasulullah SAW, “Barangsiapa yang berpuasa ramadhan dengan menjaganya dengan segenap kemampuannya, maka diampunilah seluruh dosanya yang telah lalu” (HR Bukhari & Muslim)

Gimana cak Imam,  jelas ? – belum pak ? – mana yang belum – yaaa penjelasannya :

Begini saja yaaa saya simpulkan :

  1. Orang yang menang dalam lomba ramadhan yaitu mereka yang mempersiapkan dirinya sejak bulan RAJAB, lanjut bulan Sya’ban, beda dengan kita Cuma ramadhan saja, itupun sudah berharap LAILATUL QODAR ? heee
  2. Menurut surat Yunus ayat 58, mereka yang bergembira itu adalah sangat serius dalam menjalankan ibadah utamanya ramadhan.
  3. Orang akan terhindar dari api neraka apabila puasanya benar benar ikhlas dan menjaga hal hal yang akan membatalkan puasa itu sendiri.
  4. Kita tak perlu memilih milih hari dalam beri’tikaf dalam bulan ramadhan utamanya dalam berburu LAILATUL QODAR, percayalah Gusti Allah itu rahman dan Rahim dan tak pernah meleset dalam memilih siapa yang cocok mendapatkan LAILATUL QODAR.
  5. Jangan itung itung pahala dalam beribadah, pikirkan saja nikmat Gusti Allah itu lebih banyak dbanding ibadah yang telah kita kerjakan “Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu sangat dzalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (Q. S. Ibrahim: 34)
  6. Terakhir mari kita setting 10 hari terakhir ini dengan penuh kekusu’an, dengan keikhlasan, istiqomah tanpa dibebani mendapatkan LAILATUL QODAR, karena makin kita pengen, kita makin kurang ikhlas melaksanakan I’tikaf

Semoga ada manfaatnya

Pakde azmi

@ Al Mabrur ASRAMA HAJI

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s