POTRET LEBARAN 2012


Lebaran identik dengan bersenang senang, sudah jadi tradisi rakyat negeri ini, pelampiasan setelah ramadhan dengan melepas ikat pinggang sehingga dapat makan sepuas puasnya, seolah hari kemerdekaan telah tiba, mereka boleh dan bebas berbuat apa saja, suara mercon tak henti hentinya, kembang api, tak ketinggalan yang suka MIRAS mereka tenggak hingga tak sadarkan diri, apakah ini semua yang di namakan IED MUBAROK ?, tentu bukan itu esensi dari syawal yang di definikansebagai bulan peningkatan, artinya setelah kita keluar dan usai menjalankan ibadah di bulan ramadhan, saat syawal kita harus lebih tawadu’ menjalankan ibadah, bila saat ramadhan kita membaca al quran sekarang kita lajutkan baca al quran, saat ramadhan kita lakukan sholat sholat sunnah qobliyah dan ba’diyah, sekarang masih kita lakukan juga sedekah kita meningkat saat ramadhan sekarang kita pertahankan selalu bersedekah,  bukan malah kita kotori dengan membelanjakan ibadah dengan perbuatan mudhorot, perbuatan yang merugikan banyak orang.

Iedul Fitri, memang patut bergembira, itu wajar dan manusiawi, namun kali ini POTRET LEBARAN menyorot orang yang kita fikirkan menderita, tetapi dugaan itu salah. Inilah kisah manusia yang sabar di saat banyak orang bergembira mereka di coba/di uji Gusti dengan kesabaran.

 

1. PENJAGA PINTU LINTASAN KERETA API, disaat takbir menggema, umat islam berbondong ke lapangan atau mesjid, pria paruh baya, sebut saja “MADDIEN” tak dapat/ bisa ikut beranjak dari tempat dirinya bekerja, maddien harus selalu konsentrasi menerima sinyal kedatangan dan keberangkatan kereta api, hilang sedikit saja konsentrasinya, maka banyak nyawa yang tercerabut dari badannya.

MADDIEN  seharusnya mendapatkan dispensasi atau mendapatkan hak CUTI bersama selayaknya PNS atau pegawai pegawai kantoran lainnya, namun karena dirinya hanya berdua, yaaa mau atau ga harus tetap bekerja sebagai PENJAGA PINTU LINTASAN KERETA API.

Sepulang sholat ied, di pos penjagaan yang selalu di tempati MADDIEN bekerja nampak dikekrubuti perempuan dan beberapa anak anak, mereka saling bercengkeramah senda gurau ketawa ketawa, nampak raut kebahagiaan terpancar pada diri mereka.

Saya dekati pak MADDIEN, seraya bertanya : assalamu;alaikum bapak ? di jawab wa’alaikum salam, minal aidin wal faidin yaaa, sama sama pak, kalo saya ada kesalahan mohon dimaapkan, iya demikian juga saya pak.

Maap pak, ini siapa yaaa pak ? ohhh ini isteri saya dan anak anak, ohhh alhamdulillah, rupanya mreka berkumpul di pos jaga yaaa pak, iya karena kami ga bisa lebaran di rumah, yaaa disini ini kami setiap tahunnya berlebaran, untuk saling minta maap, setelah ini anak dan isteri ssaya pulang dan saya kembali sendirian disini hee sambil senyum yang tulus.

Dulu saya iri pada mereka yang bisa libur lebaran, lama lama saya dapat pelajaran berharga saat lihat siaran agama islam di TePe, bahwa semua pekerjaan punya resiko, lhaa ini resiko yang harus saya terima, kata ustad itu, apabila saya sabar dalam menjalankan tugas, insya’ Allah saya dapat pahala yang telah dijanjikan Gusti Allah untuk keluarga kami, amiin

 

2. SABARnya eyang PUTRI, saat besuk teman di rumah sakit, di dalam lift bertemu seorang nenek, bercerita bahwa 4 cucu dan suaminya kecelakaan saat malam lebaran, masa’ Allah, eyang putri ini begitu tabah menerima cobaan yang begitu gede, kalimat yang beliau katakan, beginilah nak, kalo Gusti Allah menggariskan, manusia tak dapat menolak, saya sebagai manusia hanya pasrah dan berusaha untuk dapat mengusahakan cucu2 dan suami saya agar cepat di operasi, kaki, tangan, batok kepalanya agar mereka dapat tersenyum kembali, saya sudah terlalu banyak di berikan kenikmatan Gusti Allah, bila hari ini saya diberikan kesedihan, maka saya tak boleh menyalahkan Gusti Allah, saya harus tabah dan sabar menerima takdir Gusti Allah.

 

3. POLISI di POS JAGA tengah KOTA,  sebut saja namanya BRIPKA sugeng (bukan nama sebenarnya), pak POLISI ini juga tak dapat merayakan lebaran di rumah, karena harus JAGA, saat banyak orang kirim parcel berupa lontong kupat, roti amanda juga banyak dech masyuarakat yang simpati untuk berbagi kesenangan pada sang Bripka, mas Bripka sugeng ini terseyum seraya berkata, terima kasih yaaa atas semua ini, saat ditanya apakah ga rindu keluarga, dijajwab tentu saja, tetapi sebagai POLISI milik warga, saya tetep mengutamakan kepentingan warga (rakyat) ketimbang saya harus mudik, toh semua itu insya’ allah dapat saya lakukan setelah lepas dari tugas OPERASI KETUPAT ini, semoga tahun ini ga banyak CURAS, KECELAKAAN di kota ini, amiinnn

 

 

Kesimpulan :

–       Tidak semua orang dapat dengan ikhlas mau tidak berLEBARAN RIA

–       LEBARAN bisa dilakukan dimana saja, bila hati ikhlas di tenpat yang kurang layak menurut orang, akan menjadi nikmat bagi mereka yang tulus

–       Kontrol manusia sebenarnya adalah  al quran yang paling MANJUR seperti diingatkan pada ayat seperti :  “Adapun manusia apabila Tuhannya mengoujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata:” Tuhanku telah meMULIAkanku “,”Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya maka dia berkata:” Tuhanku menghinakanku “. (QS Al-Fajr: 15-16)

 

 

Semoga ini jadi renungan bagi kita

Siapa tahu tahun depan mungkin akan menimpa diri kita,

Nadubillah minzdalik.

 

 

Pakde Azmi

Menunggu saat JUMATAN

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s