Di negeri Om Pim Pa – – –


Pedagang dan pemerintahan dari negeri Spanyol, Portugis, Belanda, Arab, India, Cina  datang ke negeri ini karena mereka tergiur rempah2 awalnya, kemudian karet, aspal, tembakau, Minyak bumi, terakhir giliran Emas dan spesiesnya pengen mereka jarah melalui tangan INLANDER (pribumi).

 

Setelah Negeri Om Pim Pa Merdeka, perebutan kekuasaan mulai menghinggapi para INLANDER yang dulu nenek moyang mereka sebagai ROMUSHA (pekerja rodi), kini anak cucunya menduduki jabatan jabatan penting ?.

Dulu eyang eyang mereka selalu kasih nasehat : anak anakku, apabila bapakmu tak dapat meneruskan perjauangan ini lanjutkan, jangan kau nodai perjuangan kawan kawan bapakmu, bantulah saudara negerimu, jangan kau biarkan mereka miskin, usahakan semua dapat jatah makan, karena negeri ini makmur!

Rupanya kata kata eyangnya tak sampai pada dirinya, karena bapaknya tak pernah menasehati seperti eyangnya menasehati bapak bapak mereka !

Pastas saja, bila cucu cucu mereka jadi rakus, AJI MUMPUNG mereka pegang, dlu eyangku menderita sekarang saatnya keluarga kami bangkit mendapatkan itu semua.

Penjarahan bukan hanya TANAH yang mereka JUAL, KAYU, TIMAH, MINYAK, EMAS, batu bara, semua tak berbekas, semua sudah milik bangsa asing, kita berada di negeri MERDEKA, tetapi kita tidak MERDEKA  secara secara HAK kepemilikan, karena semua aset dan MODAL sudah beralih “PEMILIK”.

 

Negeri yang hanya nampak nampak saja “MAKMUR”, namun kemakmuran rakyatnya tak boleh memilik sesuatu dengan membeli KONTAN, semua harus mereka HUTANG/kredit, ini nyata dan tak maen maen, Negeri sudah menjadi negeri RIBA’/rentenir, jelas jelas bangsa ini tak boleh menabung di BANK, karena apbila mereka menabung di bank duit mereka akan lunas kena biaya administrasi, yang jelas bila mereka rajin nabung mereka tak akan kredit, camkan ini !.

 

Wahai TUAN PEMILIK negeri Om Pim Pa, siapakah anda, siapakah teman anda, ga tahukah, bahwa negeri ini sudah berlayar jauh ke tengah laut, sedangkan mesin kapalnya mati,  jangkarnya putus, buritannya bocor, nakodahnya mabug, sebentar lagi kapal akan tenggalam saat penumpangnya semua pada mabug, pelampung pelampung sudah tak berada du tempat.

 

Tahukan anda, siapa penolong kalian dan penumpangnya ?

Mereka mereka itulah yang mencari keuntungan dari tragedi Om Pim Pa !

Sadarkah kalian, siapakah mereka mereka itu ?

Mereka itulah yang saat ini menjadi kawan kawan kalian untuk mencederai HATI bangsa Om Pim Pa.

Kalian ga sadar cepat atau lambat kalian juga menjadi sasaran tembak mereka, karena mereka sadar, bahwa kalian juga lambat atau cepat akan melawan mereka…..

Banyak pemimpin dunia yang mereka hancurkan karena melawan kekuasaan mereka, bang Saddam Husain, Eyang Suharto,  cak kadhafi, bang Hosni Mubarak, sebentar lagi mungkin diri ente sendiri…

 

Negeri kekurangan AER, kemana air di negeri ini berpindah ?, eyang eyang bangsa Om Pim Pa dulu minum dengan air sumur, sekarang aer sumur tak dapat di minum karena sudah tercemar, dulu air sungai bisa untuk mandi sekarang tak bisa lagi, saat hujan air meluap sampai kekota kota, banjir dimana mana, belum 1 bulan hujan berhenti, sudah terdengar berita di daerah ini itu kekeringan dan puso gagal panen….

Masa’ Allah kemana air setelah banjir, apakah pertanda air bawah tanah sudah habis ?

Sementara sohib ente seenaknya ambil aer bawa tanah tanpa peduli akan kelangsungan hidup masyarakat sekitar, perhatikan PRIGEN, masyarakat sudah mengeluhkan kekurangan aer, padahal aer aer kemasan semua berasal dari PRIGEN ? OPO TUMON ?

 

Pantaskah kita menjuluki negeri MAKMUR penuh “kesemuan” ? atau negeri tanpa KEADILAN ?

Semua masyarakat sudah tak peduli pada sekitarnya, buang sampah sembarang menjadi kebiasaan  dan sudah menjadi karakter,  keamanan sebelah sudah bukan tanggung jawab dirinya, semua rumah sudah pasang satpam sendiri sendiri, nyata sudah kalo yang banyak masalah adalah WONG cilik, pencurian paling banyak di perkampungan kumuh, perkosaan juga, penculikan bayi juga di kampung kumuh, apakah tak ga ada hak senang untuk WONG CILIK ?

 

Aku bukan tukang insinyur, aku “pemilik” yang tak punya kemampuan untuk mengusahakan lahan kering jadi basah, apakah kita menunggu sampe kambing2 mereka makan blik bilik mereka karena kekurangan makan, apakah mereka menunggu sampe monyet datang merampas makanan mereka (buah buahan dan sayuran), apakah mereka menunggu sampe harimau turun gunung mencari makan di kampung ?

Sungguh sodara sodara kita akan jadi mangsa binatang binatang yang sebenarnya bukan habitatnya, karena habitat mereka rusak, maka mereka mencari habitat baru di kampung sodara sodara kita.

 

 

Semoga ini bukan jadi IMPIAN ku saja, tapi JADI IMPIAN bangsa Negeri Om Pim Pa

 

Selamat Sore

Pakde Azmi

Iklan

1 Komentar

  1. Very shortly this webb paǥe willl be famous amid аll blog users, due to it’s
    nice articles


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s