macet macet, selalu kata itu yang terdengar . . . .


note ini terinspirasi dari status pak @Edy Rizal Panggabean “Serius juga macetnya….”

rasa terima kasih untuk bapak Edy Rizal Panggabean  yang telah memberi inspirasi untuk note ini

 

Negeri ini sudah makmur namun manusianya tak merasakan  . .

dulu banyak yang naek becak kini punya motor

dulu punya motor kini ditambah mobil

sepeda ontel  hanya untuk hobbi belaka, bukan lagi alat transportasi

Makan kini makin suka kulineran  (jajan di luar)

rasa makanan di rumah sudah hambar. Tak terjamah

makan diluar menjadi kebutuhan dan pamer diri

pelan pelan perasaan jadi manusia jetzet sudah ada pada dirinya

 

Rokok jadi alat mendapatkan inspirasi katanya

padahal mereka sadar dan sesadarnya, rokok tak baek untuk kesehatan dirinya

gengsi sudah jadi karakter dalam menjamu kerabat . . .

padahal kesederhanaan dan kesahajaan akan makin mengakrabkan diri mereka

 

Adu gengsi dan pamer jadi tontonan

pakaian dan asesories pernak perniknya menjadi kebanggaan

tas, sepatu, jam tangan, smart phone bukan lagi kebutuhan tapi sudah jadi alat pamer kekayaan

sungguh nalar sudah hilang, mereka tak sadar bahwa tak semua orang bisa kita pameri hal hal mahal,

karena masih banyak kawan dan kerabat hidup dengan kesahajaan dan kesederhanaan

sehingga dirinya salah dalam aduh gengsi  . . . .

 

Macet…. macet……semua berteriak maceeettttt

Tahukah kita bahwa macet itu, penyebab salah satunya adalah diri kita ?

Tentu kita tak mau menyalahkan diri sendiri, bukan ?

Banyaknya kendaraan karena kita tak mampu menahan diri, kita memaksa untuk terus menerus menambah jumlah kendaraan yang berjalan di atas ruas jalan yang tak mampu lagi menerima beban roda kendaraan.

Kita tak mau mengalihkan kendaraan kita menjauh sedikit demi kelancaran, malah kita tertarik untuk mencari tahu kenapa  macet, ada apa gerangan ? ohhh ternyata cuman macet, begitu setelah lewat kemacetan.

 

Kenapa kita mengeluh ?

Kenikmatan yang telah kita dapatkan tak mampu kita rasakan nikmatnya, kita tak mampu menembus dinding rasa nikmat itu sendiri, kita justru marug dengan ketidak nikmatan…..

Bagaimana kita makan di resto resto mahal, dengan tepuk tangan waiternya datang, dengan korek api waitreesnya menghampiri,  namun kadang kita lupa , diluar sana masih banyak sodara kita hidup dengan telanjang dada dan telanjang kaki, apakah kita telah kasih jatah mereka melalui zakat yang telah kita yakini ? apakah kita sudah mampu memberikan sedekah sehingga mereka merasakan kenikmatan juga ?

 

Dulur kemacetan, bukan untuk kita keluhkan, kemacetan harus kita perangi, perangi dari diri sendiri, kurangi keluar rumah bila tak penting penting amat, bila memang harus keluar rumah, jangan sendirian lakukan dengan bersama sama, sehingga tak terkesan satu orang bawa satu.

Sifat keluh kesah manusia sudah di tulis dalam al quran :

 

Annal insanaa khulika haaluuan “

“ Sesungguhnya manusia itu diciptakan bersifat keluh kesah “ surat Al Ma’arij ayat 19

 

“ Idzaa massahussyarru jazuuaan ”

“ Apabila manusia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah “ surat Al Ma’arij ayat 20

 

“ Wa idza massahulkhoiru manuuan “

“ dan apabila mendapat kebaikan (harta) dia akan menjadi kikir ” surat Al Ma’arij ayat 21

 

“ Illal musallin “

“ kecuali orang-orang yang melaksanakan sholat “ surat Al Ma’arij ayat 22

 

“ Alladzinaa hum alaa sholaa tihim da aa imuun “

“ Mereka yang tetap setia melaksanakan sholatnya “ surat Al Ma’arij ayat 23

 

 

Mengeluh macet, memag manusiawi, tetapi kalo kita salah saat mengeluh kita akan kena firman gusti Allah seperti di bawah ini :

 

Jika kamu bersyukur pasti akan Kutambah (nikmat-Ku) untukmu, dan bila kamu kufur, maka sesungguhnya siksa-Ku amat pedih. (QS lbrahim (14): 7)

 

 

Kesimpulan :

  1. Manusia kadang marug dengan kenikmatan, sehingga tak mampu mengontrol mana boleh dan tidak boleh
  2. Sifat menghabiskan sudah menjadi karakter serakah manusia, dikasih satu pengen dua, dikasih dua pengen tiga, sampe segunungpun manusia minta dua gunung
  3. Macet itu akibat bukan sebab, karena macet itu terjadi akibat  kita sendiri yang mau dimacet macetkan
  4. Cobalah introspeksi diri pada keadaan macet, sudahkah kita berbuat sesuatu, mampukah kita perangi macet ?
  5. Sifat manusia selalu mengeluh, perlu kita koreksi dengan SHOLAT yang istiqomah. (sesuai dengan isi surat al ma’arij ayat 22)
  6. Jangan sampai kita  kena GEMPA BESAR – BENCANA BESAR – MASALAH BESAR – akibat kurang bersukur seperti yang tersurat pada  (QS lbrahim (14): 7) :  “Jika kamu bersyukur pasti akan Kutambah (nikmat-Ku) untukmu, dan bila kamu kufur, maka sesungguhnya siksa-Ku amat pedih”.  Karena janji Gusti Allah itu bukan maen maen, karena itu jangan di maen maenkan. Agar kita terhindar dari ayat diatas
  7. Mari kita meniru  pengakuan Nabi Sulaiman yang diabadikan Al-Quran:  Ini adalah sebagian anugerah Tuhan-Ku, untuk mengujiku apakah aku bersyukur atau kufur (QS An-Naml [27]: 40).

 

Berjanjilah dalam bersukur seperti tersurat dalam al quran di bawah ini :

  1.  Adapun terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah engkau menyebut-nyebut (QS Adh-Dhuha [93]: ll).
  2.  “Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku” (QS Al-Baqarah [2]: 152)
  3.   MANFAAT SYUKUR BUKAN UNTUK TUHAN :  Al-Quran secara tegas menyatakan bahwa manfaat syukur kembali kepada orang yang bersyukur, sedang Allah SWT sama sekali tidak memperoleh bahkan tidak membutuhkan sedikit pun dari syukur makhluk-Nya.  Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barangsiapa yang kufur (tidak bersyukur), maka sesungguhnya Tuhanku Mahakaya (tidak membutuhkan sesuatu) lagi Mahamulia (QS An-Naml [27]: 40)

 

 

Semoga bermanfaat

Pakde Azmi

Mengurangi makan banyak Baca dan Menulis

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s