HEBATnya Gusti Allah


HEBATnya Gusti Allah – tak di-imbangi bangsa ini Berfikir
=======================================
banjir jakartamaraknya banjir kota JAKARTA, jangan disikapi dengan keluh kesah, walaupun manusia di ciptakan dengan sifat keluh kesah seperti tersurat dalam :
QS. al-Ma’arij (70) : 19-21. “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir.”

Seharusnya manusia berfikir bukan malah ngga mau berfikir, mangapa alam sebegitu hebatnya menumpahkan aer di kota Jakarta ?
Betapa Gusti Allah menumpah Aer dengan cara yang sopan dan terukur, tidak melukai manusia, coba perhatikan bagaimana aer hujan yang diturunkan dari langit itu dengan cara halus , yang kita namakan gerimis halus, pikirkan siapa atau malaikat apa, yang bertugas untuk mengayak (bahasa jawa) menghaluskan butiran aer itu, bayangkan kalo aer itu ditumpah secara bersama sama tanpa kekuasaan ILAHI, manusia akan tewas karena tumpahan aer hujan itu, setelah manusia siap dengan aer yang halus, kemudian diturunkan agak besar besar, orang menyebut gerimis rintik dilanjut dengan hujan terus hujan lebat. . . .

Benar Gusti Allah mensitir manusia dalam QS al Baqarah: 164
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

Juga Q.S. Ali Imraan 3 : 190-191
yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri, duduk, dan (bahkan) berbaring. Mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata, “yaa Tuhan kami, tidaklah Kau ciptakan ini semua sia-sia, maka peliharalah kami dari azab neraka.”

Dulur, sifat keluh kesah emang sudah di berikan kepada manusia, agar manusia makin maju, bukan malah malas untuk berfikir, sudah sering dibahas tentang AER HUJAN dan ANGIN dinegeri ini, semua berkesimpulan, bahwa aer hujan yang begitu melimpah saat musim rendeng (hujan), kenapa saat musim ketigo (kemarau), aer tersebut tak ditemukan dinegeri super indah ini, apakah negeri ini sudah tidak indah lagi ?, semoga jangan !.

Dulur, aer hujan bila manusia di negeri ini mengerahkan pikirannya dengan sungguh dan ikhlas pengen memberikan kemakmuran pada bangsanya, maka banjir Insya Allah tak akan lagi terjadi di negeri ini.
Kenyataannya manusia di negeri ini seperti tersurat dalam SURAT AL-BAQARAH Ayat 11
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لاَ تُفْسِدُواْ فِي الأَرْضِ قَالُواْ إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُون
[Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kalian merusak di bumi,” mereka menjawab: “Sesungguhnya kami (adalah) orang yang membangun.”]

Berfikirlah DULUR – aer yang di turunkan GUSTI ALLAH itu tidak sia sia, ada HIKMAH di balik peristiwa banjir itu, seperti yang pernah saya tulis, JANGAN SESALI BANJIR JAKARTA – tersurat cara gusti Allah memberikan reski yang tidak di sangka sangka kepada orang papah– yaa melalui banjir itu liat di blog sayawww.pakdeazmi.wordpress.com

Banyak sisi lain yang tak pernah dipikirkan manusia dengan kejadian yang dianggap malapetaka, seharusnya kita sikapi dengan arif, mengapa dan bagaimana ?
Mengapa bisa terjadi . . . . . . . . . . ?
Bagaimana memberi solusi . . . . . ?
Agar kita tak saling menyalahkan, pada dasarnya, kita sendiri sebagai pelaku, ambil contoh mudah, setiap kita beli permen dan kita buka untuk kita kulum, bungkus selalu kita buang tanpa kita sadari, berapa kali kita lakukan yang begituan ?, remeh tapi bisa membuat malapetaka, inget stasiun kereta di Jepang banyak yang buang puntung rokok sembarangan, karena menumpuk ada satu yang belum mati tuntas, akibatnya jaringan kabel listriknya terbakar, fatalnya kereta api listrik tak jalan, inilah malapetaka yang terjadi akibat masalah yang dianggap remeh.

Semoga kita makin arief membaca tanda tanda alam

Kesimpulan :
1. Manusia dicipta dalam keluh kesah, hujan bingung panas apalagi
2. Kepandaian manusia yang tidak sungguh “ ingin mengubah bangsa yaa sia sia juga
3. Kita sebagai pelaku malapetaka kadang tak merasakan
4. Perlu belajar melalui al-quran karena disana banyak sumber ilmu, untuk ngelmu kaweruh kata wong JOWO

Renungan Jumat
Pakde Azmi

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s