ini isi Kertas Kumal yang tercecer


Rupanya Gusti Allah mencegah
Untuk cintaa yang biasa kupanggil sayang,
selalu aku panggil mamah.
Rupanya ruang hati yang selalu terisi
senyum dan keriangan kini sudah tetutup
Rasa itu tlah berganti,

Gusti Allah selalu mencegah
Segala usaha untuk membesarkan jiwa
Tak mampu aku lewati
Kini hanya kepingin rindu
Yang tak ada ujungnya

Rasa nyaman itu makin lama makin pudar
Komunikasi terputus lama
Apa yang kurasa berganti semu
Waktunya insterospeksi diri
Bahwa kita emamg tak mungkin bersama

Saatnya hati mulai berbicara
Bahwa rasa itu kini mulai jauh
Rasa rindu mulai pudar
Tawa dan tangis harus kita tahan
Biarkan jadi cerita kita

Gusti Allah rupanya menyelamatkan kita
Dari semua impian yang tak mungkin ada
Gusti Allah tahu kita salah
Jangan lanjutkan itu bahaya
Aku sadar bahwa semua itu takdir
Gusti Allah senang pada kita
Angan angan salah selalu dicegah
Kini aku menyadari, tak ada lagi itu
Kembali . . . . . dan kembali . . . . . .
Pada asal kita masing masing
Maafkan . . . . .

den kunkun
Yang pernah mengisi jiwamu
Kini kita hrus bersahabat saja
Daripada ada yang terluka
Bila kita memaksa . .

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

  • TOPIC

  • Komentar yang masuk

    Mohd khair othman di Mungkin ini yang Anda CARI…
    Kusuma di menangis saat SAKIT
    herdiansyah di Doa Pemuda yang Ingin Mencari…
    Dani di Memberi Kehidupan
    Lampung Jobs di Bilangan dalam bahasa Jaw…
  • Arsip Bulanan