Awal memandang-mu dulu


Hembusan aroma mistic dan kesadaran membelalakkan mata
Tatapan mata yang tajam, awal dari adanya rasa
Cinta itu magic , tak sulit meraba sukma yang tak kasat mata
Asmara itu nyata karena dapat diraba walo tanpa rasa dan nyata
Kasmaran karena rambatan cinta, sudah mampu membela jiwa

Cinta itu magic, malam yang gelap masih saja bisa punya rasa
Hujan dan halilintar tak mampu, memberi rasa cemas
Namun cinta itu re bulan, hanya nampak indah bila purnama
Walo cahaya’y samar, namun penantian selalu di elukan
Cinta itu serangga malam
Hanya terdengar suara’y, namun bentuknya tak nampak
Cinta itu mentari . . . .
Memberi kehangat saat pagi, siang menyengat sore tenggelam
Untuk di tunggu terbitnya esok hari

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s