Kenapa resah dengan KENAIKAN BBM


BBM naikMENGAPA kita masih mempermasalahkan kenaikan BBM seolah akan terjadi bencana kemiskinan permanen !,
Benerkah demikian ? jawabannya , pada dasarnya manusia itu telah diTAKAR rejekinya oleh Gusti Allah. Menurut Al Hassan Al Bashri :
“Aku telah membaca sembilan puluh tempat dalam Quran bahwa Allah telah menetapkan semua rezeki dan menjaminnya bagi makhluk. Dan pada satu ayat aku membaca, Setan menjanjikan ( menakut-nakuti ) kalian dengan kemiskinan dan menyuruh kalian untuk berbuat kejahatan ( kikir )”( QS.2 : 268 )
dan
“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah yang memberi rezekinya dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata.” ( Hud : 6 )

Keresahan kita, karena kita kurang deket dengan pembagi rejeki, apalagi dengan pemiliknya, kedekatan kita hanya sebatas ucapan, belum masuk pada penyentiuhan qolbu pada sang khaliq, sehingga sifat ragu dan ketakutan akan kekurangan rejeki itu sendiri !
Coba simak baik baik catatan di bawah ini :
Amin bin Abd. Qais mengungkapkan, “Tiga ayat dalam Quran, jika aku mengucapkannya, aku tidak peduli dengan apa yang akan terjadi padaku di subuh dan sore hari.
~Pertama, apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya (Surah 35 : 2).
~Kedua, Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan ( Surah 65 : 7 ).
~Ketiga, Dan tidak ada suatu binatang melata pun ( segenap mahluk Allah yang bernyawa ) di bumi melainkan Allah-lah yang menanggung rezekinya.( surah 11:6 ).”

Dalam bukunya ‘Menjemput Rezeki Dengan Berkah.” Aa Gym menuturkan : Semakin dewasa makin gigih ikhtiarnya menjemput rezeki karena Allah telah menyiapkan kekuatan fisik, akal dan indera perasa. “Oleh karena itu kita jangan malas mencari nafkah, binatang pun selalu berikhtiar untuk mendapatkan rezekinya. Rasulullah SAW pernah terkesan kepada burung yang pergi pagi dengan perut kosong, tapi setelah terbang kembali dengan perut kenyang. Jadi kuncinya adalah terbang ( bergerak ) dan itu tidak bisa didapatkan dengan sayap yang malas. Binatang yang tak mempunyai akal saja mati-matian ikhtiar hingga bisa bertemu dengan rezekinya. Mustahil manusia yang mempunyai akal tak bertemu dengan rezekinya,

Manusia makin terhimpit, manusia akan makin rajin berusaha, makin manusia terjepit, makin pandai otak manusia untuk keluar dari kesulitan, orang yang hidup tanpa himpitan dan kesulitan, maka dirinya akan PUYENG menerima cobaan seolah sudah menjadi “KIAMAT PERMANEN”.

Dulur, mari kita mulai realistis dalam menyandarkan diri pada Gusti Allah, Gusti Allah tak pernah mengurangi rejeki seseorang, tetapi Gusti Allah selalu memberikan rejeki sesuai dengan porsi yang diperlukan, jangan sampai diri kita terlalu resah dengan wong cilik (miskin) karena mereka tak seperti yang kita bayangkan, mungkin mereka lebih realistis dari diri kita, karena sudah pandai dalam mensikapi pola pola yang diterapkan PEMERINTAH, mereka ga kaget seperti kita, mereka biasa biasa saja, mereka percaya, pasti aka nada rejeki yang tidak disangka sangka, bukan BLSM yang mereka harapkan yang cuma 4 bukan saja, tetapi Gusti Allah akan memberikan kenikmatan pada mereka bisa saja melebihi yang kita duga . . . .
Flash back – pada peristiwa bencana alam dimana mana, mengapa sasarannya masarakat kelas bawah (wong cilik) ?
Karena begitulah cara Gusti Allah membagi bagikan rejeki kepada manusia banyak cara dilakukan diantaranya dengan BANJIR dan bencana alam . . .
Bagaimana kalo orang kaya yang kena, siapa yang bagi” duit dan sembako ? yaa mereka mereka yang berduit inilah akhirnya punya empati pada mereka (korban), bila tanpa bencana alam mereka (orang kaya) sulit terketuk hatinya untuk berempati…..

Mari kita simak ayat dibawah :
Al-baqarah 155
Walanabluwannakum bishay-in mina alkhawfiwaljooAAi wanaqsin mina al-amwali wal-anfusiwaththamarati wabashshiri assabireen
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

Al-baqarah 156
Allatheena itha asabat-hummuseebatun qaloo inna lillahi wa-innailayhi rajiAAoon
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.

Al-baqarah 157
Ola-ika AAalayhim salawatunmin rabbihim warahmatun waola-ika humu almuhtadoon
Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.

Kesimpulan :
-bersandarlah pada gusti allah agar ga resah maaslah rejeki
-jangan kepikiran wong cilik bakal kesulitan, padahal mereka lebih pinter dari kita soal menerima dan membelanjakan rejeki
-jangan terlalu resah soal dunia, karena gusti Allah tak pernah men gurangi rejeki seseorang, kalo di lebihi iyaaa

Semoga ada manfaatnya

Pakde azmi
Tak pernah bingung dengan dunia
Karena takeran gusti Allah sudah PAS
Gak lebih gak kurang

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s