NGAJI YUUKKK, DULUR !!


Sedekahlah dengan Lillahi ta’ala
==========================
Dulur, ayo kita mulai menghilangkan sifat riya’ (pamer), palagi menyakiti orang saat kita bersedekah sungguh itu kurang elok di hadapan Gusti Allah, Gusti Allah memberikan rejeki lebih pada diri kuta, agar kita mampu berbagi pada orang lain, agar kita memiliki EMPATI pada orang yang belum mendapat jatah yang sama seperti diri kita, mumpung rejeki itu masih dipercayakan Gusti Allah pada diri kita, monngo DULUR, kita introspeksi diri, apakah kita bersedakah seperti yang di anjurkan oleh Gusti Allah SWT dan Kanjeng Nabi Muhammad saw ? – agar kita lebih mantap dalam bersedekah dengan elok, monggo kita baca ayat ayat di bawah ini :

Al-Baqarah ayat 262 (2 : 262)
Allatheena yunfiqoona amwalahumfee sabeeli Allahi thumma la yutbiAAoona maanfaqoo mannan wala athan lahum ajruhum AAindarabbihim wala khawfun AAalayhim wala hum yahzanoon
Artinya :
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Al-Baqarah ayat 263 (2 : 263)
Qawlun maAAroofun wamaghfiratun khayrun minsadaqatin yatbaAAuha athan wallahughaniyyun haleem
Artinya
Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.

Al-Baqarah ayat 264 (2 : 64)
Ya ayyuha allatheena amanoola tubtiloo sadaqatikum bilmanniwal-atha kallathee yunfiqu malahuri-aa annasi wala yu/minu billahiwalyawmi al-akhiri famathaluhu kamathali safwaninAAalayhi turabun faasabahu wabilunfatarakahu saldan la yaqdiroona AAalashay-in mimma kasaboo wallahu layahdee alqawma alkafireen
Artinya
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.

Semoga ada manfaatnya ; ; dan kita selalu bersedekah sesuai dengan anjuran Gusti Allah SWT dan kanjeng nabi Muhammad saw

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s