menjelang NATAL sikap kita GIMANA


membaca posttingan pak Benedik Chang soal banner yang mengharamkan ucapan selamat natal…. jadi ngeri…. karena koment2nya sudah ada menjurus ke sara….. mari kita …. saling mengerti PIYE AGAMA ORANG LAIN _ sehingga kita cukup liat dari jauh saja….ga masuk pada penilaian aqidah _ kalo salah menjadi sara….
===%%%%=%%%=====%%%==%%

ALLAHU AKBAR
ALLAHU AKBAR
ALLAHU AKBAR

” Qulil haqqo walau kaana murron”
(katakan yang sebenarnya walau itu pahit) – Mahfuudzoot

DULUR MENJELANG NATAL BANYAK SEPANDUK YANG MENGHARAMKAN MENGUCAPKAN SELAMAT NATAL, mensikapi hal seperti itu… jangan kita apriori…..
Biarkan kita berbeda…. karena memang beda, bhineka harus bisa menerima perbedaan….
Khususnya yang islam, bila menurut ijtihat sdr. Ucapin selamat natal gpapa yaaa monggo, yang ngga boleh yaaa monggo.

untuk sodara2ku yang beragama nasrani jangan karena sohib /dulur anda ngga ngucapin selamat natal anda uring2an, YO WES NGGA NGUCAPIN JUGA GA PATEK’EN

karena agama itu masalah keyakinan, jadi dulur2ku yang nasrani harus menghormati, toh masalah yang lain juga mereka oke oke aja kan ?

Seperti ULAMA BESAR BANGSA INDONESIA saat sebagai ketua MUI mengeluarkan fatwa haram natal bersama.
orang2 nasrani masih bergaul.nyaman dengan beliau, kenapa ?, karena mereka bisa mengerti kadar KEIMANAN SESEORANG.

nih baca link buya hamka
======================
http://m.kompasiana.com/post/read/519073/3/prof-dr-h-buya-hamka-fatwa-keharaman-natal-bersama-bagi-umat-islam

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s