Selamat Hari Ibu


menuntut ilmuHari ini (22 Desember) bangsa Indonesia, merayakan “HARI IBU”.
Perlunya bangsa ini flashback, bahwa peran Ibu (perempuan) sangat besar bagi KEMERDEKAAN negeri ini. Sebut saja Ibu Fatmawati, Cut Nyadien, Kartini, Dewi Sartika…. di surabaya ada BU DARMORTIR yang perannya tak kalah dibanding kaum “LANANG”

islam memandang Ibu sebagai :
Al-Ummu madrasah Al-ula (Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya)

Karena itu “salah besar” bila orang orang dahulu berpandangan wanita tak perlu repot repot sekolah, karena jatuhnya nanti yang pegang HULEG HULEG . . . masak – macak dan manak (memasak, bersolek dan melahirkan).

Islam juga memandang

اَلْجَنَّةُ تَحْتَ أَقْدَامِ الأُمَّهَاتِ، مَنْ شِئْنَ أَدْخَلْنَ وَ مَنْ
شِئْنَ أَخْرَجْنَ
Surga itu di bawah telapak kaki ibu, siapa yang ia kehendaki maka akan dimasukkan dan siapa yang ia ingini maka akan dikeluarkan. (Silsilah al-Ahâdîts adh-Dha’îfah, no. 593)

Artinya IBU yang menunjukkan jalan kebaikan, bila ibunya PANDAI, maka jalan menuju kebaikan akan terpampang jelas . . .
Oleh karena itu . . . PEREMPUAN harus PANDAI, sehingga akan melahirkan generasi yang UNGGUL, apabila perempuan2 itu memble akan lahir generasi yang MEMBLE . . .

Sebagai GURU, saya bangga sekali ,bahwa di sekolah sekolah yang pernah saya perhatikan selalu PEMEGANG RANKING PERTAMA SAMPAI 5 adalah perempuan UNGGUL.
Setelah saya tanya biasanya IBUnya – sekolah MAPAN . . .IBU yang sekolah MAPAN, insya’ Allah akan mempersiapkan anak anak di sekolah yang MAPAN pula.

Untuk LELAKI berterima kasihlah ENTE pada emak emak ente, sehingga ente masih punya hak hidup dan punya hak untuk sekolah dan mendapatkan pelayanan kesehatan dan kebutuhan yang terbaik, sesuai dengan kadar dan porsi (kemampuan) orang tua kita.

Dalam kesempatan ini saya SAMPAI KAN SELAMAT HARI IBU khususon untuk EMAK SAYA (ALM), ikhtiar IBU untuk memposisikan anak anak (dulur2 saya) sebagai generasi UNGGUL. Alhamdulillah, semoga amal ibadah IBU akan menjadi Jariyah ibu menuju surganya Gusti Allah, dan mempercepat saat menapaki SIROTOL MUSTAKIM.

=======================================================

Ibu keikhlasanmu tak mampu di tandingi
Ke unggulanmu tak ada duanya
Kau gendong, suapi dan kau titah anak anak hingga bisa berjalan
Kau susui dank kau berikan GIZI, sedang dirimu tak pernah memikirkan sudah bergisi apa belum.

Ibu kau tunjukkan jalan menuju kebaikan . . .
Kau terangi jalanku dengan kasih sayangmu
Ibu kau tak pernah lelah membimbing anak anakmu
Hari ini kami anak anak mengucapkan TERIMA KASIH
Atas jasa jasamu . . . .
Setiap detik kupanjatkan doa untukmu . . . agar IBU, orang pertama dikeluarga ini bias memasuki surganya GUSTI ALLAH . . . dan saya yakin . . . . .
Ibu akan menarik anak anakmu, agar mengikuti jejakmu memasuki surganya Gusti Allah

=======================================================
Renungkan hadits dibawah ini :

Dari Abu Hurairah berkata, seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saw, dia berkata, “Ya Rasulullah, siapa orang yang paling berhak mendapat kebaikanku’’ Rasulullah saw menjawab, “Ibumu.’’ Dia bertanya, ‘’Kemudian siapa’’ Rasulullah saw menjawab, ‘’Ibumu.’’ Dia bertanya,’’Kemudian siapa’’ Rasulullah saw menjawab, ‘’Ibumu.’’ Dia bertanya, ‘’Kemudian siapa’’“ Rasulullah saw menjawab, ‘’Kemudian bapakmu.’’ Sebagian ulama berkata, “Hal itu karena ibu memiliki tiga perkara yang sangat mahal yang tidak dimiliki oleh bapak: mengandung, melahirkan dan menyusui.’’
Betapa hebatnya ISLAM memandang perempuan . . khususnya seorang yang berpredikat “IBU”, semoga negeri ini bisa ditunjukkan oleh para “IBU” kita menjadi negeri yang Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur.
Sekian . . .
Pakde Azmi
Menikmati mendung

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s