Bicara dalam alam pikir wong ndeso


Bicara dalam alam pikir wong ndeso

terpidana-matiCak kusmin (nama disamarkan), pekerja lepas di pondok sapphire bagian bersih bersih selokan . . . . sambil liat liat kerjaan mereka saya pengen ngajak bicara juga . . . . .
Cak kusmin, jenengan asli ngendi, cak ?. kulo asli mriki mbah !, deso sebelah pondok niki ….. oh . . .
Tak terasa pembicaraan menjurus pada terpidana mati !….
CK : Bah, kalo jenengan setuju gak hukuman mati ?
Aq : yaa, setuju kan masalahnya NARKOBA, bisa merusak bangsa, jenengan setuju ga ?
CK : kulo, setuju bah, tapi pelaksanaannya yang saya gak setuju
Aq : maksude jenengan piye, cak !
CK : maksud saya, pelaksanaan hukuman mati di negeri ini, makan waktu puluhan tahun dari vonis hakim sampai eksekusi hukuman itu sendiri !
Aq : masalahnya kan masih ada kasasi dan minta grasi . . . .
CK : iyaa bener bah, cuman lamanya itu lho bah, saya kok malah kepikiran dengan terpidana mati !
Aq : maksud jenengan gimana ?
CK : begini bah, seorang yang sudah di vonis mati, hidupnya menderita selama menunggu eksekusi hukuman mati itu sendiri . . . .
Aq : kok bisa ?
CK : coba abah bayangkan saja, kita menunggu bus di terminal yang dating hanya beberapa jam saja, sudah puyeng, bagaimana seorang terpidana mati menunggu bertahun tahun eksekusi mati dirrinya, tentu setiap malam saat menjelang tidur, dia selalu bertanya apakah besok waktu eksekusi tiba , ternyata nggak, besok, lusa, seminggu, sebulan, setahun, dua tahun . . . . . bertahun tahun . . . . . .
Saya yakin, orang yang dalam keadaan demikian mentak batinnya beragama melebihi pada ustad, pendeta (pemuka agama).
Aq : kok bisa ?
CK : karena dia sudah tahu kapan iya akan mati, bisa besok, lusa . . . setiap malam dia berdoa untuk pengampunan dosa dosanya . . . . . saya yakin dia beribadah makin rajin bukan di buat buat (riya’) tapi ikhlas menjelang kematian……. Yakin saya bila hukuman itu di hapus, oran seperti ini lebih taat peribadatannya di bandingkan orang yang ngerti agama . . . . . .
Aq : heeeee
CK : bener ini bah !, menurut saya pemerintah sudah salah menunda nundah eksekusi mati, karena mati lama tertunda makin lama dia menderita, kalo ada yang sampai “EDAN” gila saya percaya sekali, karena tekanan batin yang begitu kuat, bisa membuat manusia depresi berat . . . . .
Aq : heee . .. .
CK : kok ketawa bah !
Aq : pikiranmu ada benernya, tapi belum dipikirkan orang yang bebas seperti kita, pemimpin, andai mereka dalam posisi yang sama, akan bicara seperti itu ?
CK : kalo gitu pemerintah Australia gak salah yaa bah !
Aq : yaa salah, karena mencampuri hokum negeri orang, sama bila rumahmu di obok2 tetangga, mesti jenengan marah juga kan ?
CK : injih bah !
Aq : heeee
Kessimpulan :
-menunda nunda pekerjaan dapat merugikan banyak orang
-eksekusi mati sebaiknya disegerakan, agar tak menyiksa terpidana mati
-martabat sebuah bangsa bisa pengaruh dari cara kerja pemimpinnya
-pikiran orang cilik kadang bisa melebihi cara mikir orang sekolahan, dalam hal tertentu
-perlu dipikirkan mental terpidana mati selama dalam pengembaraan jiwa menjelang kematiannya

Semoga ada manfaatnya . . . . .

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s