kedinginan sendiri di bumi Allah


mentari masih tak mampu mempertontonkan keindahannya
molek dan pendar cahayanya berganti awan jingga, senja hari
hujan menyisakan daun masih di gelantungi tetes air bening
pelan pelan aer jatuh membasahi bumi persada ini

tanah sudah basah, tetes air makin deras saja
tanaman porak poranda karena hembusan angin dan curah hujan
katak mulai berteriak teriak kegirangan menyambut senja yg dingin
binatang malam tak tampak berkeliaran . . . . .
suara unggas sudah hilang berganti hening senja . . . . . . .

tanahku kini basah . . . . . .
tanahku kini menggeliat dalam kehidupan malam
persadaku tak nampak penghuni . . . .
sepi . . . . jejak telapak kaki tergerus tetes air hujan . . .

sepi . . . . .
aku bagai terhempas dalam perahu yang terdampar
tak oleng tapi terasa tak bisa jalan
kanan kiri gelap tanpa kompas untuk berjalan
aku menunggu disini . . . . . . .
dalam doa dan penantian esok yang indah

#selamat_malam

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s