enak yaa mbah…


“Enak ya mbah…kalau lihat lindkungan kita bersih, hati jadi terang…gitu…”
“Ya memang seperti itu, kalau lingkungan bersih…itu menandakan orang yg ada disekitarnya..mencintai kebersihan”
“Kalau kayak gitu…aparat desa enggak usah bayar tukang bersih bersih lingkungan ya mbah”
“Pastinya”
“Mbah”
“Hemmm”
“Mbah lihat tidak kali yg situ itu”
“Iya, kenapa”
“Dulukan airnya bersih banged, kita bisa cucu baju disitu”

“Palingan kalau ada bah, airnya kecoklatan, kotor oleh tanah, nah sekarang, air itu udah item, bauk lagi”
“Ya karena semua kotoran dibuang kekali”
“Iya, aku lihat lek Dirman itu, tempat cucian andongnya juga di alir ke kali, terus, rumah rumah yd dipinggir kali ITU, masak wcnya juga dialirkan ke kali”
“Kok kamu tahu”
“Yaa tau, kan aku suka jalan pagi….suka lewatin pinggiran kali”
“Emang orang kelurahan ndak kasih tahu ya mbah…kalau semua kotoran dibuang ke kali, apalagi sampah pastik itu..biki sawah kampung kita jadi enggak subur”
“Ya pastinya sdh”
“Mbah”
“Ya”
“Dulukan, kali kampung kita ini banyak ikannya banyak macemnya , ada lele, sepat, kutuk, udang kalinya juga bnyk, kalau kita mau bikin btk udang kali…tinggal baya ekrak ke kali, pulangnya bawa sebakul udang kali, nah sekarang….ikan sapu sapu…yg kulitnya keras itu, sdh enggak ada”
“Iya ya, padahal ikan itu kan yg memebersihkan sungai dan bebatuan dari lumut”
“Nah itu”
“Maksdmu”
“Iya nanti, kalau mbah kakung, dipanggil pak lurah untuk rapat desa, mbah kasih tau tuh sama mbak kung..biar cerita aku ttg kali itu disampaikan ke pak lurah”
“Iya”
“Kamu ini lo, beberpa kali terakhir kok makin ceriwis”
“Ich! Mbah ….bukan gitu”
“La terus piye”
“Ya aku enggak betah saja lihat banyak orang itu ndak peduli lingkungan”
“Iya”
…….

“Iya cah ayu…ada apa lagi…”
“Mbah, waktu ngajari aku mengenal diri…aku ingat banged..mbah umik umik..baca kayak gini….[emak bumi bapak langit emak adam bapak hawa emak ibulah dari dari adam….dst…]
“Iya …. terus kenapa”
“Yai. Itu, bumi itukan berarti ibu kita…..langit bpk kita…karena bumi menyerap dan menumbuhkan..terus langit itu sebagai bpk…mencurahkan dan menyirami…menciptakan kesuburan….”
“Betul”
“Beratikan kalau kita ngotori bumi..kita ngotori ibu kita….”
“Hemmm”
“Ich, mbah….sebel aku, masah cuma ham hem…kayak ke demang”
“……..”

“Sebel”
“Ya sdh sana, ndang mandi…bersihkan badanmu..kakimu itu loh…item item begitu, mbah siapin sarapan ”
“Mbah bikin apa”
“Itu, tadi mbah ngukus GADUNG, sama mbakar ikan asin”
“Hemmm….pantesin baunya sedep banged, waktu aku nyapu di samping pagar dekat dapur itu”
“Sudah sana mandi”
“Hehehe…iya”
…..dan rasanya segeerrrr…banget, mandi langsung dr air timba….
“Nduk, tutup dulu pintunya….”
“Iya, mbah ngintip ya”
“Ora”
“Kok tau pintu nya belum ditutut”
“Ya tau, wong suara kerekan sumur nya sama suara air yg kamu tuang ke tubuhnmu itu..bunyinya kenceng”
“Hehe….iya”
…….Aku tuh, heran sama mbah….apa saja tahu…padahal kan sumurnya enggak kliatan dr dapur….hemmm….

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s