Sepenggal Kisah…


Sebuah sedan buatan eropa berwarna silver ITU, menepi di sebuah jalan,
“Nak….kamu sungguhan mau makan di sini”
“Iya, ibu malu makan disini”
“Tentu tidak anakku, hanya saja tidak biasanya kan kamu suka mie ayam”
“Buk, aku minta uang 50 ribu ya”
“Lo, untuk apa, nanti ibu saja yang bayar”
“Bukan untuk bayar makanan”
Tanpa, bertanya lagi perempuan berkulit manis itu…membuka dompetnya…

Mengambil satu pecahan lima puluh ribuan yang masih sangat baru…dan menyerahkan kepada putranya …
“Ini..”
“Terimaksih ya buk”
“Iya sama sama………yuk kita turun”
Dan anak laki laki kecil itu keluar dari mobil lebih dulu…namun bukan masuk ke kedai mie ayam…yang selalu ramai pengunjung ITU…melainkan…menuju…ke sudut luar kedai itu…ibunya memperhatikan anaknya dari dalam mobil…tak berapa lama anak lelaki kesayangannya itu…menemui seorang nenek tua yang duduk beralas sandalnya…menunggui … dagang nya berupa , bakul yg berisi sapu lidi..kain pel, alat ciduk air tempayan, alat pel dan kipas yg terbuat dr bambu….
“Nek, sapu lidinya berapa”
“Tuju ribu lima ratus ngger”
“Kalau celengannya”
“Lima ribu”
“Kalau alat pel ini berapa”
“Tiga puluh lima ribu”
“Harganya pas ya. Nek”
“Ya boleh kurang sedikit”
“Berapa kurangnya”
“Lima ribu”
“O, aku beli satu yang gagangnya hijau ya Nek”
“Yang ini”
“Iya boleh”
Dan nenek itu…memilihkan alat pel yang terlihat paling bagus…anak laki laki itu…memandanginya…sambil diam…
“Ini ngger”
“Ya, terimaksih ya…Nek”
Anak lelaki itu kemudian menyerahkan uang pecahan lima puluh ribu yg diminta dari iibunya tadi kepada nenek tua penjual sapu lidi dan alat pembersih lainnya…ITU,…Seteleh menerima uang pembayaran dr anak lelaki itu, nenek tua itu, segera merogoh dompet yg diselipkan di angkinnya yg sdh lusuh juga usang.
“Nek, tidak usah…kembaliannya buat nenek saja”
“Oh, angger….alhamdulillah…terimaksih Nak,…smoga angger jadi anak yg sholeh….sehat dan pintar ya…”
“Aamiin, terimaksih Nek”
Dan mulut nenek tua penjual sapu lidi itu tetap komat kamit…mebaca bait bait doa..untuk anak lelaki yg dermawan itu….
Setelah alat pel sdh berada dalam genggaman tangannya..anak lelaki itu, bergegas menuju mobil ibunya..yang mesinnya masih menyala…
ibunya membuka kunci pintu mobilnya….anak lelaki kesayangannya segera masuk…
“Buk, aku beli ini…taruh di jok belakang ya”
“La, untuk apa..kan diirumah masih ada….”
“Ya enggak apa apa, nanti kalau sdh rusak udaah ada gantinya”
…Ibu nya hanya tersenyum….
“Buk, tapi habis uangnya”
“Memang harganya lima puluh ribu”
“Enggak sich..”
“Kok habis”
“Iya..kembalinya aku enggak ambil”
“O…..”
perempuan berwajah manis itu, mengusap kepala anak kesayangannya….sambiil tersenyum….
“Lo kok, pakai sabuk pengaman…memang tidak jadi beli mienya”
“Lain kali saja ya buk, aku masih kenyang”
“La, kenapa td ngajak ibuk, mampir kesini”
Anak lelaki kesayangannya itu hanya tersenyum….mendengar pertanyaan ibunya…
Perempuan berwajah manis itu , segera memenginjak pedal gas mobil sedan silvernya…perlahan memasuki jalur beraspal….
Udara lembut ac mobilnya…mengalir sejuk…seirama alunan musik instrumentalia…
Sepeninggal…anak laki yg usai meninggalkan nenek tua pedagang sapu lidi itu…jadikan…seluruh pengunjung kedai mie yg selalu penuh itu….mengarahkan pandangan mata mereka tertuju pada mobil yg baru saja meninggalkan parkiran pinggir jalan di samping kedai mie itu…dan secara bersamaan…mereka menujukan arah pandangan ke arah nenek tua penjual sapu lidi ditepi kedai mie …..yang sdg duduk merapikan dagangannya kembali….
Usai merapikan dgangannya…nenek tua penjual sapu lidi itu…melangkah perlahan ke warung dan membeli sebotol air mineral….kemudian kembali ke tempat dagangannya…tadi…dan kembali duduk beralas sendal jepitnya yg kaitan jepitannya sdh di sambuung dg tali rapia….
Pemandangan itu..menjadi demikian jelas bg para pengunjung kedai mie ayam siang Itu….yg hampir semua.. pengunjung yg dtng ke kedai mie itu menggunakan mobil mobil bagus dan berkelas….namun…sebelumnya kebanyakan mereka tak pernah hirau….bahwa pas disamping kedai tempat mereka menikmati mie itu…ada seorang nenek tua yg menjajakan sapu lidi disana..kebanyakan mereka asik saja..menikmati santapan mereka….sampai datang seorang anak laki laki…yg menyadarkan kepada mereka…ada sesuatu di sana…sesuatu yg membutuhkan uluran kedermawan mereka…oh….

“Ya buk…”
“Kamu itu ngajak ibu kekedai mie, untuk beli alat pel ya”
Dan anak laki laki itu…cuma tersenyum….sambil memaiinkan hp barunya…
“Ditanya ibu..kok cuma senyum senyum…”
“Hehe….”
“Bener kamu ndak lapar…”
“Hehe…lapar”
“Tapi aku, makan dirumah saja”
“Hem!…nak…nak…kamu itu”
“Hehe…maksih ya buk sdh dianterin beli alat pel ke nenek tua itu”
“Iya, kamu pernah lewat sini ya”
“Iya waktu itu, pas Pak Dirman selesai. jemput aku pulang sekolah…terus mau beli obat asma untuk ibunya…ke apotik Sehat, dan lewat jalan ini”
“Oo….”

Dan setelah itu … Perempuan berparas manis dan anaknya itu…saling diam…
Semua pembicaraan berkaitan dg nenek tua penjual sapu lidi…itu hanya terjadi di dalam bathin mereka….dan satu kesamaan pada kedua anak dan ibunya itu…adalah rasa kebersyukuran…yang sulit diterjemahkan dg kata kata….

24 April 2015

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s