Sepenggal Kisah…


Sepenggal Kisah…
Suasana kerja hari ITU….betul betul padat, perempuan berparas lembut itu, masih berada di ruang kerja nya…
Menyelesaikan slolat magrib, …baru sj ia hendak meluruskan kakinya…tiba telepon genggamnya tiba mengisyaratkan ada panggilan masuk…
Perlahan ia bangkit…menuju meja kerjanya…
Kembali sederet huruf terlihat ..
“Ass..”
“Wass wr wb..”
“Adik..”
“Ya mas,..”
“Mas jembut ya..”
“Ya mas”

Entah sdh berapa lama ia..lelap disitu…
Sampai udara dingin diruangan itu…membuatnya terbangu…
Perlahan ia buka matanya…
Menarik nafas perlahan…ada sedikit rasa yg berbeda di kepalanya…
Saat ia mengarahkan pandangan ke sofa tamu…di depan mejanya….lelaki beraroma hutan pinus itu, sudah duduk nyaman disana…sdg membaca majalah perusahaan…
“Oh…mas sudah lama kah”
“Ndak apa apa…adik sdh cukup istirahat…sayang..”
“Maafkan. Adik ya mas…”
“Adik mau makan malam diluar atau, mas suruh supir membeli makan malam dan kita makan dirumah saja”
“Dirumah saja ya mas..”
“Boleh”
…Dan lelaki beraroma hutan pinus itu berdiri perlahan…wajahnya…nampak begitu, berbeda saat terkena cahaya…lampu bohlam dr meja sudut…terlihat begitu mempesona…perempuan berparas lembut itu…
“Sepertinya adik lelah ..”
“Ya, dua hari ini begitu banyak hal…mendesak yg harus adik selesaikan”
“Oh ya…”
“Dan td sekitar jam tiga, sore tukang terjatuh dari lantai dua”
“Bagaimana keadaannya…”
“Tulang pahanyanya patah tiga. karena saat jatuh membentur batu…”
“Sdh di bawa kerumah sakitkan”
“Sdh, malam ini akan dilakukan operasi, dan pemasangan pen”
“Tidak terekspose kan”
“Tidak mas”
“Karena sesaat kejadian seluruh akses masuk proyek ditutup, tidak ada yg diijinkan keluar maupun masuk lokasi”
“Bagus”
“Smoga mendapat dokter yg benar benar mampu menangi operanya dg baik”
“Ya adik berharap begitu”
“Kalau begitu, kita langsung saja turun ya…adik bersma mas, biar sopir mas, bawa mobil adik dan sekalian membeli makan malam”
“Ya mas”
…Lelaki beraroma hutan pinus. Itu, menggamit lembut telapak tangan perempuan beparas lembut itu..
“Tangan adik dingin sekali…sayang..”
“Iya mas…”
“adik, seperttinya perlu istirahat”
“Atau adik istirahat di tempat mas saja”
“Ya mas…”

Kedunya berjalan beriringan. Menuju…parkiran…sesaat sebelum…lelaki beraroma pinus itu selesai mengantar perempuan berparas lembut itu duduk…di jok mobil disamping kiri…tiba tiba perempuan berparas ayu itu…terjatuh tak sadarkan diri…
Dg sigap dan kesadaran penuh lelaki beraroma hutan pinus itu…meluruskan…tubuh perempuan yg sangat disayanginya itu…di lantai parkir..yg kebetulan sepi…dg lembut…ia sentuh pegelangan tangan prempuan yg tak berdaya itu…dicarinya detak nadi perempuan berparas ayu itu…ada namun begitu lemah..

Dg tetap tenang,…lelaki beraroma hutan pinus itu, menekan beberapa titik akupuntur…di bagian bahu kiri dan kanan perempuan berparas lembut itu…sentuhan di beberapa titik itu membuat perempuan berparas ayu itu mulai menggerakkan jari jemarinya…sesaat setelah itu, ia mulai membuka kelopak matanya…
“Adik….adik dengar suara mas sayang”
“Oh…”
“Adik…tetap fokus dg nafas ya…rasakan seluruh keadaan adik…bisa mulai dr ujung jari jari kaki kiri dan kan…”
“Oh…mas…bantu adik berdiri…”
“Ya sayang…tapi sebelum mas bantu berdiri…adik lanjutkan rasakan seluruh tubuh adik hingga kepala..dulu ya…jika sdh selesai dg itu adik boleh anggukkan kepala..atau pegang erat telapak tangan mas…”
Dan tak berapa lama kedua nya jalani proses penyadaran sepenuhnya…bg tubuh perempuan berparas ayu itu…tangan lelaki beraroma hutan pinus itu..terasa memperoleh genggaman erat dr perempuan berparas ayu..dan dg kesabaran penuh lelaki beraroma daun pinus itu…membantunya bangun….perlahan keduanya sdh dalam posisi berdiri…siap menuju kusri mobil …sedan berwarna silver metalic milik lelaki beraroma hutan pinus…setalah dipastikan perempuan berparas ayu itu..duduk dg nyaman…lelaki beraroma hutan pinus bersegera memasuki mobil dan membawa mobil meninggalkan tempat parkir itu…menelusuri malam…
“Adik…kita ke rumah sakit dulu ya..supaya adik dpt pemeriksaan lebih lanjut. Nadi adik terlalu lemah…mas kira perlu pemeriksaan lanjutan untuk kesehatan adik”
“Ya mas…”
Perempuan itu nampak begitu lelah…begitu tak berdaya…bibirnya memucat…suhu tubuhnya pun mulai meningkat…kembali perempuan berparas ayu itu menggigil…
Lelaki bebraroma hutan pinus itu…mengambil jas yag tergantung di atas jok belakang…memakaikannya ke tubuh perempuan perparas lembut itu…
“Terimaksih mas…”
“Suaranya terdengar begitu perlahan”
“Adik tetap tenang …focus pada nafas ya sayang…segera kita akan sampai rumah sakit…”
Telapak tangan lelaki beraroma hutan pinus itu..menggenggam erat telapak tangan perempuan berparas ayu … yg tdk berdaya itu…memberinya kehangatan..memberinya kekuatan….

Dan setelah hari itu…perempuan berparas ayu itu…kembali jalani kehidupannya sendiri….karena sejak ia dapatkan perawatan khusus dr rumah sakit malam itu,…lelaki beraroma hutan pinus itu….sdh di jemput oleh seseorang…untuk segera menuju bandara…kemudian melalui penerbangan khusus menuju ke suatu tempat…yg pernah disampaikan kepada perempuan berparas lembut itu…suatu tempat yg dirahasiakan dr kebanyakan orang….

29 April 2015

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s