Daya paksa gusti Allah pada manusia untuk mau berbagi !


Daya paksa gusti Allah pada manusia untuk mau berbagi !

 

andai gusti Allah tak menunjuk ada bulan Rahma (ramadhan), dan Hari bersenang senang untuk semua manusia tanpa dibatasi jabatan, agama, keturunan, warna kulit rambut de el el (iedul fitri dan iedul adha).

Tentu banyak manusia yg gak bisa ketawa, senyum, bahagia.

Namun manusia bisa tersenyum, ketawa, gembira karena ada kasih sayang karena dampak dari kasih sayang Gusti Allah, baik sadar maupun tak disadari.

 

Saat Ramadhan, banyak manusia tersenyum, saat itu, tak ada dagangan yg tak laku, semua laku dalam 30 hari, bukan cuma umat islam saja, yg merasa tak beragampun merasakan, nikmatnya bulan ramadhan. Contoh yg gampang saja, THR tunjangan hari raya, tak ada bila tak ada ramadhan…..

 

Iedul fitri, orang yg merasa cukup, mampu berbagi, mulai zakat fitrah, sampe bagi2 angpo untuk anak…. saat itu manusia, saling punya empati pada yg kurang beruntung !

 

Iedul adha, hari makan besar untuk mereka yg tak pernah merasakan lezatnya sate, waktu itu tak ada orang yg gak buat sate…. indahnya berbagi terasa nikmat.

 

Seharusnya tarbiyah (sekolah), yg di bentuk gusti Allah untuk mau berbagi, tak berenti sampai disitu saja, bisa setiap hari, setiap detik, bila melihat ada yg perlu dikasih pertolongan, tangan kita paling depan menjulur pada mereka.

 

-Kurban adalah sekolah (tarbiyah) sehari ditambah 3 hari (tasrik), agar manusia, punya kepekaan sosial pada orang lain.

-Kurban adalah keberanian melepas harta yg menjerat keangkuhan, berbalik pada ketaatan.

-Kurban, bentuk solidaritas sosial yg tak dibatasi aqidah, namun lebih pada sifat penghambaan pada sang khaliq.

 

Masih ada 3 hari, kita untuk berkurban…. mari lepaskan sifat serakah, kita ganti dengan sifat berkah !

 

Terakhir mari kita renungkan surat :

102. AT TAKAATSUR (BERMEGAH-MEGAHAN)

 

alhaakumu alttakaatsuru

[102:1] Bermegah-megahan telah melalaikan kamu

 

hattaa zurtumu almaqaabira

[102:2] sampai kamu masuk ke dalam kubur.

 

kallaa sawfa ta’lamuuna

[102:3] Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),

Semoga ada manfaatnya

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s