Cara untuk Hamil Cepat, Ini yang Harus Dilakukan Pasangan Suami Istri!


anakSahabat Ummi, tentu setiap pasangan yang menikah salah satu tujuannya ingin memiliki anak. Anak yang bisa jadi penyejuk hati orangtua, peramai suasana rumah dengan ocehan, tawa dan tangisnya.

Anak yang karenanya, para ayah makin semangat bekerja, anak yang karenanya, para ibu punya energi hidup tiap hari. Namun, bagaimana jika anak yang dinanti di dalam pernikahan belum kunjung hadir?

Ada sebuah kisah sepasang suami istri yang perjuangan mereka dalam menanti buah hati tercatat sangat indah di dalam Al Qur’an.

Pada usia pernikahan mereka yang ke 20 tahun, mereka tidak juga dikarunia seorang anak, hingga usia suami pun sudah menginjak 80 tahun. Dalam masa penantian yang panjang itu, ia tak letih dan henti-hentinya bermunajat pada Allah. Doa pria ini direkam jelas dalam Al Qur’an.

Surah Maryam ayat 4: “Ia (Nabi Zakariya a.s) berkata, ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku”.

Kisah tersebut adalah Kisah Nabi Zakariya dan Istrinya yang menanti keturunan hingga tak kurang 60 tahun lamanya. Subhanallah

Sahabat Ummi, seorang Nabi saja, yang tidak berdosa, tapi tidak pernah sekalipun berhenti berharap, berputus asa dalam bermohon untuk memiliki anak. Apalah lagi kita.

Allah seolah memberi contoh melalui para Nabi utusannya, bahwa segala sesuatu akan kembali bermuara pada Allah, termasuk urusan diberi atau tidaknya sepasang suami istri, keturunan.

Nabi Ibrahim juga mengalami hal yang sama, istrinya Siti Sarah tak kunjung hamil hingga ia mulai menua, namun kabar baik itu datang disaat yang tak disangka-sangka.

Maka keheranan Siti Sarah pun direkam dalam Al Qur’an Surah Hud ayat 72: “Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamiku pun dalam keadaan yang sudah tua pula? Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh. Tapi para malaikat segera menukas: Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha terpuji lagi Maha Pemurah.

Jadi, bila selama ini kita sudah berusaha semaksimal mungkin, mulai dari doa yang tak putus putusnya, puasa senin-kamis, memperbanyak sholat tahajud dan dhuha, bersedekah, mengupayakan gaya hidup sehat.

Rutin seminggu dua kali melakukan hubungan suami istri dengan berbagai posisi yang dianjurkan kemudian melakukan pengobatan baik alternatif maupun medis, Bahkan malah setelah check up, pihak medis menyatakan kita normal. Artinya itu semua  soal waktu dan  Allah jualah yang menentukan semuanya.

Ada sebuah hadis Rasulullah SAW, bisa jadi doa-doa kita selama ini, adalah betapa senangnya Allah mendengar kita berdoa sehingga permintaan kita sejenak ditangguhkan.

Hadis ini diriwayatkan Ibnu An-Najjar dari Jabir r.a, “Sesungguhnya JIbril diberi tugas untuk mengurus segala keperluan anak Adam. Jika seorang hamba yang kafir berdoa, Allah SWT berfirman kepada Jibril, ‘Hai Jibril, tunaikan keperluannya Sesungguhnya Aku tidak suka mendengar permintaannya’. Dan Jika seorang hamba yang mukmin berdoa, Allah SWT berfirman kepada Jibril, ‘Hai Jibril, jangan kau tunaikan dulu keperluannya, sebab aku senang mendengar permohonannya”.

Sahabat Ummi, tetap semangat dan jangan pernah berputus asa, nikmati prosesnya, kita jangan sampai stress apalagi berprasangka buruk, yang justru akan menghambat proses program memiliki keturunan yang sedang kita jalani.

Referensi:

-Mujtahidin, Ustadz, 2014, Doa Doa Khusus Agar Dikaruniai Momongan, Jakarta: Noura Books

Profil Penulis:

Nurul Fauziah, sehari hari berprofesi sebagai Ibu Rumah Tangga, Blogger dan aktif di FLP Sumut, dan Komunitas Ummi Menulis,  domisili di Medan.

Bila berkenan, sila sapa saya di

Twitter : @nufazee

IG           : @nufaz3e

Blog       : http://www.nufazee.blogspot.com

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s