NAFAS MALAM PENGANTEN (2)


Bagian 2 : crita imaginasi-ilusi-fiksi dan konyol

tak selembar benang pada tubuhmumalam penganten7
makin larut makin deras suara hujan
dingin merasuki kulit dan tulangku
kudekapi tubuhmu yang hangat
kau biarkan aku bermanja malam itu

tak selembar benang pada tubuhmu
menggigil antara hangat dan dingin
makin ku eratkan dekapan cintaku
tak ada kata kata kecuali desahanmu

tak selembar benang pada tubuhmu
kau bisikan dengan suara desahmu
mas I Love You
aku jawab I Love U too
“kau suka percintaan ini sayang ?” : tanya ku :
dia mengangguk seraya, eratkan pelukan

tak selembar benang pada tubuhmu
desiran ombak pantai selatan
bagai melodi yang melantun indah
riak air menghempas karang
mengikuti irama gelombang pantai

tak selembar benang pada tubuhmu
malam makin larut, dingin makin menjadi jadi
“sayang” : katanya
adakah malam ini makin panjang untuk kita ?
“tentu” : jawabku
kita akan lewati malam ini dengan bahagia
nikmati percintaan ini sayang :katanya
“iya” : kataku

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s