NAFAS MALAM PENGANTEN


Bagian 1: crita imaginasi-ilusi-fiksi dan konyol

tak selembar benang pada tubuhmumalam penganten
malam indah itu aku raut dinginmu
malam indah itu aku pahami asahmu
aku datang menjemput cintamu

tak selembar benang pada tubuhmu
aku datang tidak dengan nafsu angkara
aku datang dengan kasih sayang
aku datang dengan memanjakan dirimu

tak selembar benang pada tubuhmu
kau hentakkan kaki indahmu
aku makin tertular hentakan itu
kau gurati tubuhku, aku bernafas panjang

tak selembar benang pada tubuhmu
desahmu panjang, menggelepar’
tanganmu bermain main menggoda otakku
lidahmu menjulur seperti hendak memangsa

tak selembar benang pada tubuhmu
dingin malam itu menambah gairah,
caramu bercinta pada kekasihmu,
makin aku sanjung kau makin menggeliat
bagai ular hendak mematuk mangsa.

tak selembar benang pada tubuhmu
temaram lampu kamar itu,
manambah romantis percintaan
suara larva, kodok dan jengkerik
makin mensahdukan percintaan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s